EVALUASI DIRI

Bagaimana Anda Menilai Semangat “Inisiatif” dalam Diri Anda

Bacalah pernyataan-pernyataan berikut ini, kemudian berilah tanda ( √ ) pada kolom yang dapat menggambarkan pendapat Anda sendiri!

Pernyataan

Sering

Kadang-

kadang

Jarang

1- Saya merasa sebagai orang yang selalu berinisiatif dalam mengemban tanggung jawab- tanggung jawab dan melaksanakan kewajiban-

kewajiban Saya.

 

 

 

2- Meskipun tanggung jawab dan kewajiban yang ada dalam kehidupan saya sangat banyak, tetapi hal itu tidak menyebabkan saya meninggalkan sikap bersegera dalam

melaksanakan pekerjaan.

 

 

 

3-  Saya  akan  merasa  tidak  tenang   jika    ada

sebagian hal penting yang terlewat.

 

 

 

4- Pada situasi-situasi tertentu yang menuntut saya untuk berinisiatif melakukan suatu pekerjaan, saya tidak akan meninggalkannya,

meskipun tidak ada yang mau melakukannya.

 

 

 

5-  Pada  saat-saat   saya  tidak  bisa bersegera dalam   melakukan    pekerjaan, maka  saya        akan

merasa kesal.

 

 

 

6- Saya mengungkapkan pendapat saya dengan jelas dan tegas, dan saya tidak mau berbasa-basi

dengan orang lain.

 

 

 

7-  Saya  merasa   bahwa   sikap  inisiatif dalam melaksanakan            pekerjaan-pekerjaan,     telah

membawa saya kepada kondisi yang lebih baik.

 

 

 

8- Saya merasa tidak perlu menunggu orang lain untuk memulai suatu pekerjaan, karena saya

akan memulainya sendiri.

 

 

 

9- Jika atasan Saya ditanya tentang diri Saya, niscaya ia akan memberikan nilai tinggi untuk

sikap inisiatif yang Saya miliki.

 

 

 

10-  Jika  teman  hidup  Saya  (istri  atau     suami

 

 

 

Saya) ditanya tentang diri Saya, niscaya ia

akan  memberikan   nilai  tinggi  untuk      sikap inisiatif yang Saya miliki.

 

 

 

 

Indikasi-indikasi Penting yang Dapat Membantu Anda Meningkatkan Semangat “Inisiatif Dalam Melakukan Pekerjaan”

  • Mohonlah pertolongan kepada Allah SWT, bersegeralah, milikilah tekad yang besar, dan tinggalkan sifat  lemah, malas dan suka menunda-nunda pekerjaan, karena hal-hal tersebut merupakan penyakit mematikan  yang dapat menyebabkan seseorang akan berputar pada sebuah lingkaran kosong. Ketika Anda menghadapi  tanggung  jawab yang harus dilakukan saat itu juga (biasanya tanggung jawab ini dibebankan kepada Anda oleh orang lain) ataupun tanggung jawab yang  harus  dikerjakan pada saat-saat yang akan datang  (dibebankan  kepada Anda oleh diri Anda sendiri), mohonlah pertolongan kepada Allah SWT dan melangkahlah.  Keputusan  yang tepat dan Anda buat pada saat yang tepat merupakan pekerjaan besar yang dapat membimbing Anda dalam mewujudkan tujuan-tujuan Anda dan menjadikan Anda  berada pada puncak
  • Berfikirlah tentang dampak positif dari  sikap bersegera melakukan pekerjaan, karena tidak diragukan lagi bahwa hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi  Anda dalam melakukan suatu
  • Berfikirlah tentang dampak negatif yang akan muncul jika Anda tidak bersegera dalam melakukan pekerjaan. Saya yakin bahwa setelah Anda berfikir matang, maka  Anda akan menemukan hasil yang tidak baik dari sikap Anda tersebut, dan hal ini dapat mendorong Anda untuk menjauhi hasil yang tidak baik
  • Ingatlah saat-saat di mana Anda tidak mau bersegera melakukan pekerjaan dan ingatlah hasil-hasil yang Anda

peroleh pada saat-saat tersebut? Apakah Anda ingin memperoleh kembali hasil-hasil seperti itu? Lalu, apa pengaruh hasil-hasil tersebut terhadap kepribadian dan kehidupan Anda?

  • Ingatlah perasaan-perasaan dan kesan-kesan positif  yang muncul setelah Anda bersegera dalam  melakukan suatu pekerjaan. Pada umumnya, perasaan-perasaan dan kesan-kesan positif tersebut memiliki pengaruh yang besar dalam menciptakan kepuasaan, kebahagiaan dan ketenangan batin dalam diri Anda. Apakah Anda ingin menambah perasaan-perasaan semacam itu?
  • Ingatlah kesan-kesan orang lain dan komentar-komentar mereka tentang diri Anda. Apakah Anda ingin menjadi manusia yang berinisiatif, percaya diri dan sanggup melaksanakan tanggung jawab di mata mereka, atau Anda ingin mereka memberikan penilaian sebaliknya tentang diri Anda?
  • Terakhir, untuk membantu Anda dalam meningkatkan sikap inisiatif, berusahalah untuk membagi satu tugas besar menjadi beberapa bagian kecil, kemudian mulailah untuk melakukan bagian-bagian kecil itu satu persatu. Ini merupakan sarana yang tepat dan efektif, karena beberapa faktor. Faktor pertama:  jiwa  manusia terkadang menganggap sulit tugas-tugas besar dan tidak jadi melakukan tugas-tugas tersebut karena adanya perasaan takut gagal atau tidak merasa yakin dengan kemampuan  yang    Faktor  kedua:  perasaan

bahwa  pengorbanan  yang  dibutuhkan

untuk

melaksanakan

tugas-tugas   semacam   itu   cukup

besar

dan   berat.

Hasilnya   tidak   sesuai   dengan

apa

yang   telah

dikerahkan. Sedangkan faktor ketiga: adanya sejumlah resiko, atau hasil-hasil yang akan diperoleh dari tugas-tugas tersebut belum jelas, dan hal  ini  merupakan  sesuatu  yang  sering  dihindari  oleh banyak

orang. Membagi tugas-tugas besar atau tugas-tugas yang sulit menjadi beberapa bagian yang kecil, kemudian berusaha untuk mengerjakan bagian-bagian tersebut  secara bertahap, merupakan satu langkah yang dapat membantu Anda dalam mengatasi faktor-faktor penghambat diatas, memberikan motivasi dan dorongan yang cukup kepada Anda, meminimalisir resiko yang akan muncul, serta dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Dalam upaya untuk mewujudkan tujuan-tujuan  besar dalam kehidupan ini, kita harus melakukan langkah-langkah dan tindakan-tindakan tertentu yang bersifat harian, dan hal ini menuntut adanya semangat inisiatif. Hal ini juga berarti bahwa bersegera dalam melakukan  hal-hal  kecil yang kita lakukan setiap hari merupakan pemisah antara kesuksesan dan kegagalan. Jika kita  tidak  membiasakan diri kita untuk bersikap semacam itu, maka kita akan kehilangan efektifitas kerja, akan jauh dari tujuan- tujuan, dan kita memiliki andil dalam  mewujudkan  kegagalan kita sendiri.

Tidak Menunda-nunda Pekerjaan

Pada awal pembahasan ini, izinkanlah saya untuk mengajukan pertanyaan yang jelas kepada  Anda,  “Apakah Anda seorang yang suka menunda-nunda pekerjaan?”

Jika Anda menjawab “ya”, maka Saya akan mengucapkan selamat kepada Anda atas kejujuran yang Anda lakukan. Sebab, manusia merupakan makhluk yang memiliki kecenderungan untuk menunda-nunda pekerjaan dan ia harus berusaha keras untuk menjauhkan diri dari tabi’at semacam itu. Agama kita yang agung (Islam) telah memberikan  anjuran kepada umatnya untuk bersegera dalam melakukan pekerjaan, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Ali ‘Imrân: 133), dan juga dalam firman-Nya, “Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.” (al-Baqarah: 148).

Rasulullah SAW juga telah mengingatkan kepada kita akan dampak dari perbuatan menunda-nunda pekerjaan dalam kehidupan seseorang, sebagaimana dijelaskan dalam  sabdanya, “Orang yang kuat adalah orang yang dapat memperbudak (menaklukkan) dirinya dan ia melakukan hal-  hal (yang dibutuhkan) setelah kematian, sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berharap agar Allah (mengabulkan) keinginan-  keinginannya.” (HR. At-Tirmidzi). Rasulullah SAW juga bersabda, “Pergunakanlah 5 hal sebelum (datang) 5 hal lainnya: masa mudamu sebelum (datang) masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan hidupmu sebelum (datang) kematianmu”, (Diriwayatkan oleh al-Hâkim dalam kitab al-Mustadrak, 4/306).

Ada seseorang meminta nasehat kepada orang bijak,  maka jawabnya, “Hindarilah menunda-nunda pekerjaan.”

orang bijak yang lain berkata, “Menunda-nunda pekerjaan adalah salah satu musuh setan.”

Ada sejumlah perkataan atau keyakinan yang dapat mengarahkan kita kepada  perbuatan  menunda-nunda pekerjaan, di antaranya adalah: “Waktu itu panjang dan cukup untuk mengerjakan semua yang Anda inginkan,” “Aktifitas artinya produktif,” “Cara yang termudah merupakan cara yang terbaik,”  “Pekerjaan  merupakan sesuatu yang tidak berjalan sesuai dengan tabi’atnya,”   dan “Kita akan bekerja dengan baik jika kita berada di bawah tekanan.” Keyakinan-keyakinan semacam ini terkesan memberikan legalitas terhadap perbuatan menunda-nunda pekerjaan atau bahkan tidak melakukannya  sama  sekali. Kita tidak bisa memberikan gambaran tentang perbuatan menunda-nunda pekerjaan ataupun memberikan definisi yang jelas, karena pada dasarnya perbuatan tersebut tidaklah ada. Perbuatan menunda-nunda pekerjaan ini akan menjadi masalah besar jika Anda meninggalkan atau mengakhirkan hal-hal yang penting bagi Anda atau hal-hal yang terkait langsung dengan tujuan-tujuan Anda. Kerugian yang harus kita tanggung sebagai akibat masuknya kita ke dalam golongan orang-orang yang suka menunda-nunda pekerjaan sangatlah besar, hal ini disebabkan karena perbuatan menunda-nunda pekerjaan dapat membunuh etos kerja dan efektifitas kerja serta bertentangan dengan kedua jenis konsentrasi, yaitu konsentrasi jenis umum (konsentrasi dalam menjalankan suatu profesi atau bidang tertentu) dan konsentrasi jenis khusus (yaitu konsentrasi dalam hal-hal yang ingin dilakukan sekarang).

Perhatikanlah latihan di bawah ini, kemudian lakukan penilaian terhadap diri Anda sendiri dalam kaitannya  dengan perbuatan menunda-nunda pekerjaan!

Evaluasi Diri

Apakah Anda Seorang yang Suka Menunda-nunda Pekerjaan?

Bacalah pernyataan-pernyataan berikut ini, kemudian berilah tanda ( √ ) pada kolom yang dapat menggambarkan pendapat Anda sendiri!

Pernyataan

Sering

Kadang-

kadang

Jarang

1- Saya seorang yang suka menunda-nunda pekerjaan, saya tahu bahwa saya memiliki sejumlah kemampuan dan potensi, tetapi kebiasaan Saya menunda-nunda pekerjaan telah menyebabkan Saya memperoleh

kedudukan yang lebih rendah.

 

 

 

2-  Saya  merasa  frustasi  karena Saya

tidak dapat mengerjakan hal-hal yang Saya inginkan.

 

 

 

3-

Saya   merasa   kesal   karena           ada sejumlah     tugas         dan      kewajiban         yang

belum Saya kerjakan minggu ini.

 

 

 

4- Pekerjaan yang sering Saya akhirkan, sekarang berada di hadapan Saya, karena itu saya harus

mengerjakannya.

 

 

 

5-

Saya  mengetahui   apa  yang        harus

didahulukan   dan   apa   yang              harus diakhirkan.

 

 

 

6- Jika atasan Saya ditanya  tentang diri Saya, maka ia akan mengatakan bahwa Saya adalah seorang yang suka

menunda-nunda pekerjaan.

 

 

 

7-

Jika  teman  hidup  Saya  (suami      atau

istri  Saya)  ditanya  tentang       diri Saya, maka ia akan  mengatakan  bahwa

 

 

 

Saya   adalah   seorang   yang       suka

menunda-nunda pekerjaan.

 

 

 

8- Ketika Saya dihadapkan pada suatu tugas yang sulit atau pekerjaan yang besar, maka Saya akan memilih untuk mengerjakan tugas-tugas yang lebih

mudah.

 

 

 

9- Saya mengetahui bahwa sebab dari perbuatan menunda-nunda pekerjaan adalah karena Saya tidak menentukan deadline untuk pekerjaan-pekerjaan

yang Saya lakukan.

 

 

 

10- Masalah yang Saya hadapi  adalah Saya tidak akan melakukan pekerjaan- pekerjaan yang penting atau besar kecuali di bawah tekanan orang lain (karena takut kepada orang lain atau

ingin menyenangkannya).

 

 

 

 

Dampak-dampak Negatif

Dari Perbuatan Menunda Pekerjaan

 

Kehidupan yang tidak sempurna dan perasaan gelisah Yang terus menerus:

Deill Karneigi, seorang sosiolog  berkebangsaan Amerika yang sangat terkenal,  menjelaskan,  “Sifat terjelek yang kita –manusia- miliki adalah kita  tidak  suka hidup pada hari yang sedang kita hadapi. Kita lebih sering mendambakan sebuah taman yang penuh dengan bunga- bunga mawar, yang terlihat sangat jauh di cakrawala daripada harus menikmati bunga-bunga mawar yang berada di sekitar kita.”

Hal ini merupakan kerugian yang harus kita tanggung sebagai akibat dari perbuatan menunda-nunda pekerjaan,

karena pada hakekatnya, kita hanya memiliki hari yang sedang kita jalani ini. Apa yang kita katakan, apa yang kita harapkan dan apa yang kita takutkan akan terjadi bukanlah suatu realitas bagi kita dan ia  tidak  serta merta menjadi masa depan kita. Apa yang berlalu memang telah terjadi, tetapi apa yang akan datang  masih  merupakan sesuatu yang ghaib (misterius), dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah SWT.

Sebenarnya, orang yang suka menunda-nunda pekerjaan telah menyia-nyiakan hari ini, dan lebih dari itu ia akan terbiasa untuk mengakhirkan atau menunda-nunda suatu pekerjaan sehingga ia pun akan menyia-nyiakan masa depannya, demikian pula seterusnya.

Kehidupan yang sempurna dan benar seperti yang dikehendaki Allah SWT adalah dengan melakukan ibadah, menjalani pekerjaan, meraih prestasi dan menikmatinya setiap hari, tetapi perbuatan menunda-nunda  pekerjaan  akan selalu menjadi batu penghalang bagi upaya-upaya tersebut. Orang yang suka menunda-nunda pekerjaan akan selalu mengakhirkan segala sesuatunya sampai esok hari   dan ia tidak akan memperhatikan segala sesuatu yang berhubungan dengan hari ini. Hal ini dapat menciptakan kekosongan pada hari yang sedang ia hadapi, dan ia tidak akan mengisi hari tersebut kecuali dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Kebiasaannya untuk mengakhirkan segala sesuatu terkadang dapat menyebabkan munculnya perasaan gelisah dan jiwa yang tidak tenang.

 

Tujuan-tujuan Terlupakan:

Orang-orang yang suka menunda pekerjaan  adalah seperti orang-orang lainnya, mereka memiliki sejumlah tujuan tetapi mereka tidak mau komitmen pada  tujuan- tujuan tersebut. Pada dasarnya, tujuan-tujuan mereka itu tidak bisa dikatagorikan sebagai tujuan-tujuan yang

hakiki, melainkan hanya sejumlah angan-angan dan harapan belaka. Orang-orang seperti mereka ini dapat dikenali dengan mudah, di antara ciri-cirinya adalah mereka sering mengatakan bahwa mereka akan melakukan banyak hal (ini   dan ini). Sebagai contoh, orang-orang yang suka menunda- nunda pekerjaan terkadang mengatakan hal-hal sebagai berikut:

  • Saya akan pergi ke negeri
  • Saya akan bersedekah pada suatu hari
  • Saya akan memperoleh pekerjaan yang lebih
  • Saya akan kembali lagi untuk melanjutkan
  • Saya akan menjaga shalat 5
  • Saya akan membeli
  • Saya akan berhenti
  • Saya akan melakukan

Serta  masih  banyak  lagi  ungkapan-ungkapan  lainnya.

Mereka akan terus berangan-angan hingga tak terbatas.

 

Problem-problem yang tidak terselesaikan dan  Konflik  terus menerus:

Biasanya, orang yang suka menunda-nunda pekerjaan tidak akan menghadapi masalah-masalah yang ada di hadapannya, tapi sebaliknya  menjadikan  masalah-masalah itu mengepungnya dari segala penjuru. Meskipun ia tidak melakukan hal itu pada semua masalah, tetapi paling tidak ia melakukannya pada sebagian besar masalah yang ada. Melalaikan masalah atau berpaling darinya sama  sekali tidak dapat menyelesaikan ataupun menyembunyikan masalah tersebut, justru sebaliknya. Jika sebagian masalah ditinggalkan maka ia akan memunculkan  masalah-masalah  lain yang lebih besar. Lubang kecil yang berada di atap rumah Anda, jika tidak segera diperbaiki, maka tidak diragukan bahwa lubang kecil itu akan menyebabkan  runtuhnya atap rumah secara keseluruhan. Demikian pula,

jika Anda melalaikan sebagian tugas yang harus Anda kerjakan dengan dalih tugas-tugas tersebut tidak Anda sukai, maka pada suatu hari nanti, Anda akan menemukan  diri Anda dalam keadaan tidak memiliki pekerjaan apapun. Masalah-masalah yang masih tergantung adalah seperti serangga-serangga yang berbahaya, jika Anda tidak segera membunuhnya, maka mereka akan berkembang biak  dan  tersebar dengan cepat, sehingga mereka dapat menyebabkan berbagai kesulitan yang akan Anda hadapi,  bahkan  terkadang dapat membunuh Anda.

 

Perasaan frustasi yang terus muncul:

Tidak ada seorang pun yang ingin mengalami frustasi. Frustasi adalah perasaan yang disebabkan karena  Anda  tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan dalam kehidupan ini. Adakah orang yang menginginkan hal tersebut? Tidak diragukan lagi bahwa orang yang suka menunda-nunda pekerjaan akan berada pada kondisi semacam itu, karena ia selalu berusaha untuk mengakhirkan segala sesuatunya  sampai esok hari, ia tidak membuat  langkah-langkah  positif dan ia merasa cukup hanya dengan berharap saja.

 

Kelelahan dan Merusak kesehatan

Janganlah heran, meskipun kehidupan seseorang yang suka menunda-nunda pekerjaan nampaknya mudah, tetapi sebenarnya tidaklah demikian. Sebab, gaya hidupnya itu merupakan cara untuk menyia-nyiakan waktu yang dapat menyiksa batin dan fisik orang yang melakukannya serta dapat mendatangkan kelelahan. Itu adalah jalan yang  dipilih oleh orang yang suka menunda pekerjaan. Ia akan menghabiskan waktunya dan melaksanakan pekerjaannya, baik siang maupun malam, dalam keadaan penuh keraguan, kegundahan, frustasi dan gelisah. Tidak diragukan bahwa  hal ini dapat menyebabkan tekanan batin dan lelahnya

fisik. Pada dasarnya, menurunnya kesehatan seseorang sehingga ia akan menderita berbagai penyakit akut atau – bahkan- dapat menemui ajalnya dalam usia muda, merupakan dampak negatif dari perbuatan menunda-nunda pekerjaan. Sebagai contoh, menyembunyikan gejala-gejala penyakit tertentu dan tidak berusaha untuk mengambil langkah- langkah pengobatan, pasti mendatangkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Contoh lain, ketika Anda mengendarai kendaraan Anda selama seminggu, padahal Anda telah mengetahui bahwa sebagian suku cadangnya sudah usang atau remnya tidak berfungsi dengan baik –hal ini memang biasa  dilakukan  oleh seorang yang suka menunda-nunda  pekerjaan-,  maka Anda akan berada dalam bahaya. Sesungguhnya sesuatu yang penting tidak datang dengan segera, melainkan setelah semuanya terlambat.

 

Pekerjaan yang rendah:

Ini merupakan kerugian lain yang harus ditanggung  oleh seseorang yang suka menunda-nunda pekerjaan, hal ini disebabkan karena ia tidak segera membuat langkah-langkah yang cepat dan tepat. Maka, ia pun akan selalu berada   pada suatu pekerjaan yang rendah, yaitu pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahliannya dan ia sendiri – sebenarnya- tidak puas dengan pekerjaan tersebut. Selain itu, tidak sedikit kesempatan kerja yang disia-siakannya karena ia suka menunda-nunda pekerjaan. Seorang pelanggan yang tidak segera Anda panggil, maka akan diambil oleh pesaing bisnis Anda. Jika Anda tidak melakukan inovasi terhadap produk Anda, maka Anda akan keluar dari pasar. Ketidaktegasan juga dapat mendatangkan hasil-hasil yang tidak memuaskan, bahkan terkadang tidak  dapat  mendatangkan hasil sama sekali. Setiap  keputusan  yang Anda buat merupakan kesempatan untuk meraih masa depan

yang baik dan mewujudkan apa yang Anda cita-citakan. Oleh karena itu, jika Anda lambat dalam mengambil keputusan, maka hal itu sudah merupakan kegagalan. Sedangkan sikap ragu-ragu dalam mengambil keputusan akan menjadikan Anda sebagai budak dari masa depan, padahal seharusnya Anda dapat menjadi tuan dari masa depan tersebut. Inilah yang sering membuat gagal kehidupan banyak orang.

 

Hubungan Personal yang Lemah:

Ini merupakan dampak lain dari gaya hidup pasrah   pada keadaan dan suka memperlambat  pekerjaan.  Seorang yang suka menunda-nunda pekerjaan, jika ia menghadapi perselisihan dengan orang lain, maka biasanya ia  akan  lari dari masalah dan tidak mau  menyelesaikan  perselisihan tersebut dengan baik-baik, dan ia tidak mau melakukan sesuatu apa pun. Sikap seseorang yang masih  tetap bertahan dengan pekerjaannya padahal ia memiliki hubungan yang tidak baik dengan atasannya tanpa ada usaha sedikit pun untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya, atau seseorang yang masih mempertahankan kehidupan rumah tangganya yang sudah tidak harmonis tetapi ia tidak mau mencari solusi-solusi yang tepat, atau seseorang yang memiliki hubungan tidak sehat dengan rekan kerjanya,  adalah contoh-contoh dari perbuatan menunda-nunda pekerjaan. Biasanya, seorang yang suka menunda-nunda pekerjaan akan mencari-cari alasan-alasan yang  tidak  masuk akal dan ia tidak akan melakukan sesuatu yang dapat meningkatkan hubungan yang baik dan menghasilkan dengan orang lain.

 

Mengapa Kita Menunda-nunda Pekerjaan?

Setelah dijelaskan kepada kita tentang kerugian yang harus kita tanggung jika kita menunda-nunda pekerjaan,  maka akan terbetik dalam benak kita sebuah pertanyaan

sebagai berikut: Mengapa kita menunda-nunda pekerjaan? Dalam hal ini, di antara faktor terpenting yang dapat menyebabkan kita menunda-nunda pekerjaan adalah sebagai berikut:

 

Enggan Memulai Pekerjaan yang Besar

Kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa dengan menyibukkan diri pada urusan-urusan yang kecil, maka ia akan mengakhirkan pekerjaan penting yang menurutnya – mungkin- terlalu besar untuk dilakukan sekarang. Saya teringat bahwa saya pernah memberikan tugas kepada salah seorang teman yang bekerja bersama saya untuk membuat laporan 6 bulanan. Dari hari ke hari, ia selalu menunda tugas tersebut dengan dalih bahwa masih banyak urusan  kecil yang harus dikerjakan terlebih dahulu sehingga urusan-urusan tersebut tidak akan menganggunya ketika ia sudah mulai mengerjakan tugas yang besar tersebut. Ia pun terus menghabiskan hari-harinya untuk menjawab telepon, berbicara dengan teman-temannya, atau membuat  agenda  kerja harian. Dan ketika pulang ke rumah, ia sudah dalam kondisi letih atau capai, meskipun ia merasa puas dengan apa yang dikerjakannya pada hari itu. Ia terus melakukan hal seperti itu hingga waktu yang telah ditentukan untuk menyerahkan laporan tersebut semakin dekat. Oleh karena itu, ia terpaksa harus mengerjakan tugas tersebut siang  dan malam, bahkan ia mengerjakannya pada libur  akhir pekan. Ketika datang kepada Saya, ia mengeluh bahwa pekerjaannya sangat banyak dan ia tidak memiliki waktu  yang cukup untuk menyelesaikan laporan tersebut. Lalu, ketika saya melihat laporan yang dibuatnya, saya  mengetahui bahwa laporan tersebut sangat jauh dari  sempurna dan belum memenuhi batas-batas minimal sesuai dengan yang dikehendaki.

Enggan Melakukan Perbuatan yang Tidak Disukai

Setiap orang dari kita terkadang harus melakukan sebagian pekerjaan yang tidak disukainya. Seseorang yang hanya mau melakukan pekerjaan-pekerjaan yang disukainya saja dan meninggalkan pekerjaan-pekerjaan yang tidak menyenangkan hatinya, maka tidak diragukan  lagi  bahwa pada akhirnya ia pun akan kehilangan pekerjaan-pekerjaan yang disukainya itu.

 

Bagaimana Agar Kita Terhindar Dari Perbuatan  Menunda- nunda Pekerjaan?.

Setelah kita mengetahui pengertian dan sebab-sebab dari perbuatan menunda-nunda pekerjaan, maka tidak diragukan lagi bahwa sekarang kita sudah mulai berfikir tentang cara-cara yang dapat membantu kita untuk menghindarkan diri dari sikap tersebut. Marilah kita memulai untuk mengenal cara-cara tersebut:

  • Mintalah pertolongan kepada Allah SWT, bekalilah diri Anda dengan semangat dan tekad yang tinggi, lalu hadapilah semua tugas, pekerjaan dan tanggung jawab Anda. Jangan lupa untuk selalu membaca do’a berikut ini, yaitu do’a yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan kesedihan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan sifat malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir,   dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan kejahatan manusia.” (HR. Bukhari).
  • Ingatlah akan dampak-dampak negatif dari perbuatan menunda-nunda pekerjaan. Di antaranya yang paling  besar munculnya perasaan rendah diri, frustasi,  gelisah, tidak mampu mengerjakan, dan tidak adanya gairah baik dalam menjalani kehidupan pribadi maupun dalam Apakah Anda ingin hidup di bawah

naungan dampak-dampak negatif tersebut sepanjang hidup Anda?

  • Ingatlah akan dampak-dampak positif dari sikap inisiatif, rajin dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan pekerjaan, serta siap untuk mengemban tanggung jawab-tanggung jawab Anda. Tidak diragukan lagi bahwa Anda dapat merasakan dampak-dampak seperti itu dalam kehidupan Anda. Lalu, apakah  Anda  tidak ingin menambah perasaan-perasaan semacam itu atau memperkuat dampak-dampak positif tersebut?
  • Perjelaslah visi Anda, tentukanlah tujuan-tujuan Anda, dan susunlah prioritas-prioritas Anda (kebiasaan pertama, kedua dan ketiga). Di dalam hal-hal tersebut terdapat kebaikan (manfaat) yang besar, karena hal-hal tersebut dapat membantu Anda dalam melepaskan  diri dari perbuatan menunda-nunda pekerjaan dan faktor- faktor yang dapat
  • Jadilah seorang pemberani, tetapi tetap menjaga sifat bijaksana dan seimbang. Janganlah takut untuk menghadapi berbagai resiko atau takut untuk melakukan kesalahan.
  • Ingatlah akan tugas utama setan yaitu menggoda dan menjerumuskan manusia serta menjauhkannya dari jalan kebenaran. Tidak diragukan lagi bahwa sejak  dulu, setan telah mengetahui adanya kecenderungan manusia untuk menunda-nunda pekerjaan. Hal ini merupakan pintu masuk dan jalan yang bagus bagi setan untuk melakukan niat jeleknya
  • Lakukanlah tugas-tugas kecil yang terbagi ke dalam beberapa kelompok tugas. Setiap orang dari kita terkadang harus menghadapi sejumlah tugas kecil,  tetapi tugas-tugas tersebut merupakan tugas-tugas penting yang harus dikerjakan dalam  waktu  yang singkat. Jika seumpamanya Anda ingin mengambil uang

dari Bank, kemudian Anda ingin membeli sejumlah kebutuhan dan mengirim surat di kantor pos, maka Anda dapat mengerjakan hal-hal tersebut dalam satu kali keluar rumah.

 

 

Apakah Anda Seorang Yang Suka Menunda-nunda Pekerjaan?

Latihan Pribadi

Jutaan orang, meskipun mereka memiliki niat  yang baik, akan tetapi mereka mengakhirkan sejumlah urusan penting, padahal mereka telah mengetahui bahwa seharusnya mereka menyibukkan diri dengan melakukan urusan-urusan tersebut. Jika Anda menjawab “ya” pada setiap pernyataan  di bawah ini, maka Anda termasuk salah seorang  dari mereka: (Jadilah orang yang jujur dalam menilai diri Anda sendiri, lalu jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut  ini!).

  • Saya mengetahui siapa sebenarnya diri Saya ini, tetapi Saya menginginkan sesuatu yang lebih baik!
  • Saya merasa   frustasi,   karena       saya     tidak       dapat melakukan segala sesuatu yang saya
  • Saya mengetahui dengan baik bahwa saya telah menunda suatu pekerjaan penting yang seharusnya saya lakukan sekarang, dan hal itu telah membuat Saya gelisah dan gundah (tugas  yang seharusnya        Anda kerjakan  itu terkadang           berupa      permintaan         untuk    mencapai peningkatan,         mempersiapkan  laporan,             berusaha  untuk mendapatkan         yang lebih  baik, mulai         menekuni  profesi baru, atau mengulang pelajaran sebagai persiapan untuk menghadapi ujian, dan             lain sebagainya). Tambahlah dengan contoh yang sesuai dengan keadaan Anda sendiri! Tugas yang telah saya tunda adalah:………………………………………………

  • Tugas Saya ini termasuk katagori prioritas utama. Hal- hal yang akan terjadi jika saya tidak mengerjakannya adalah:

Dampak-dampak yang akan muncul jika tugas  tersebut tidak dilakukan adalah:……………………………………………………………………………….

  • Dalam mengerjakan tugas Saya ini, ada hasil  awal, hasil akhir dan hasil yang telah ditentukan (diinginkan). (Sebagai contoh: melakukan aktifitas berdagang, memperoleh peningkatan, atau mempersiapkan berkas-berkas...................................... )

Hasil  awal:……………………………………………………………………………………………………………..

Hasil  akhir:…………………………………………………………………………………………………………..

Hasil yang ditentukan  (diinginkan):……………………………………………..

  • Jam, hari, bulan, dan tahun dalam menyelesaikan tugas yang Saya inginkan, telah Saya tentukan. Sehingga Saya dapat mengetahui apakah Saya termasuk cepat dalam mengerjakan tugas ataukah

Tanggal penyelesaian tugas:…………………………………………………………………….

  • Saya melakukan pekerjaan lain -dengan sengaja- agar terhindar dari penyelesaian tugas Saya yang asli. Di antara pekerjaan yang dimaksud adalah: pergi makan, minum, tidur, pura-pura sakit, bermain, dan lain sebagainya. Tambahlah dengan contoh yang sesuai dengan keadaan Anda

Cara-cara Saya dalam menunda atau mengakhirkan tugas:…………………………………………………………………………………………………………………………

  • Dengan mengamati diri saya sendiri, saya mengetahui bahwa seharusnya saya mengerjakan tugas tersebut, dan saya merasa berdosa jika tidak melakukan apa  yang harus saya

Ya :             Tidak:

Menghadapi Dan Menyelesaikan Permasalahan

Menghadapi dan menyelesaikan permasalahan merupakan keahlian utama lainnya yang dapat membantu Anda dalam membentuk kebiasaan “Kosentrasi”. Hal ini disebabkan  karena dalam berbuat, bergerak, mengerjakan  dan  menerapkan rencana-rencana Anda, Anda akan berhadapan dengan berbagai kesulitan dan masalah. Apakah Anda masih ingat saat terakhir dimana Anda menghadapi suatu masalah? Apa yang Anda lakukan saat itu? Dalam hal ini,  ada beberapa langkah yang dapat membantu  Anda  dalam menghadapi dan memecahkan berbagai masalah. Berfikirlah tentang langkah-langkah tersebut, serta berusahalah untuk mengaplikasikannya ketika Anda menyelesaikan masalah yang pertama Anda hadapi. Satu hal yang terpenting  adalah mental (psikologis) Anda harus selalu siap untuk  menghadapi dan menyelesaikan berbagai masalah, karena kesiapan mental dapat membangkitkan  semangat,  meningkatkan nilai-nilai spiritual dan menjadikan tekad Anda semakin kuat. Jika Anda dapat memprediksikan masalah-masalah yang akan Anda hadapi sebelum munculnya, maka hal itu merupakan sesuatu yang luar biasa, karena dengan demikian Anda akan dapat mengantisipasinya dan mencari berbagai alternatif atau solusi yang cocok. Pada hakekatnya, upaya untuk memikirkan sejumlah masalah  sebelum munculnya merupakan separoh dari upaya  penyelesaian masalah-masalah tersebut, sebagaimana kata pepatah: “Satu dirham yang digunakan untuk mengantisipasi lebih baik daripada 1 qinthar (100 kati) yang digunakan untuk mengobati”.

Ingatlah bahwa semua masalah, resiko, hambatan dan berbagai macam cobaan yang kita hadapi, pada hakekatnya adalah merupakan ketentuan-ketentuan Allah SWT. Dalam hal ini, masalah-masalah dan cobaan-cobaan tersebut terbagi menjadi dua jenis: jenis pertama adalah hal-hal yang kita

hadapi tetapi Allah SWT telah memberikan kemampuan kepada kita untuk menjauhkan diri darinya, sedangkan jenis kedua adalah hal-hal yang kita hadapi tetapi kita hanya bisa berdiri di hadapannya, berpasrah secara total untuk menerima qadha dan qadar Allah SWT dan hanya bisa berdo’a saja. Oleh karena itu, jika Anda menghadapi  suatu  masalah, maka tentukanlah jenis masalah tersebut. Apakah  ia termasuk jenis pertama atau jenis kedua? Sebab, masing-masing jenis memiliki cara tersendiri untuk menghadapinya. Bahkan sebelum terjadi, Anda pun dapat mencegah terjadinya masalah jenis kedua. Bukankah Anda pernah mendengar sabda Rasulullah SAW, “Qadar (takdir) tidak dapat ditolak kecuali dengan do’a”, (Hadis ini terdapat dalam kitab al-Mustadrak, 1/493, dan dianggap sebagai hadis shahih oleh Syaikh Al-Albani). Bahkan, penyakit-penyakit yang sulit diobati dan  cobaan-cobaan yang berat sekalipun pasti ada solusi (obat)nya. Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW, “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit  kecuali  Dia juga menurunkan obatnya”, (Hadis ini terdapat dalam kitab Shahih al-Bukhari dalam bab “al-Thib”, hadits no. 5678).

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan  bahwa  Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT tidak menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya, kecuali satu penyakit,” para shahabat bertanya, “Penyakit apa itu, wahai Rasulullah?”  Rasulullah  menjawab, “Penyakit tua.” (Hadits ini disebutkan dalam kitab Shahih Muslim pada bab “al-Salâm”, hadits no. 2204/69, dan dalam kitab Musnad Ahmad, hadits no. 3/335). Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah –rahimahullah- telah menjelaskan secara panjang lebar tentang permasalahan ini, beliau berkata dengan ungkapan yang sangat bagus, “Ini mencakup semua jenis penyakit hati, rohani dan jasmani serta mencakup berbagai jenis obatnya. Rasulullah SAW telah

menjadikan “kebodohan” sebagai penyakit, kemudian beliau menjadikan “bertanya kepada para ulama” sebagai obatnya”. Kesiapan mental semacam ini yang didukung dengan percaya sepenuhnya kepada Allah SWT dan berdo’a dengan ikhlas kepada-Nya merupakan cara yang tepat dan efektif dalam menghadapi sejumlah masalah dengan berbagai tingkatannya. Setelah diri Anda dilengkapi dengan  persiapan  semacam itu, lakukanlah langkah-langkah sebagai berikut:

  • Memintalah pertolongan kepada Allah SWT dan hadapilah masalah! Ketika Anda menghadapi suatu masalah, maka janganlah Anda melalaikan atau melupakannya sebelum Anda menghadapinya. Memang benar, ada beberapa masalah yang jalan terbaik menyelesaikannya adalah dengan melalaikan atau melupakannya dan selanjutnya akan selesai bersama berjalannya waktu. Akan tetapi, janganlah Anda mengambil keputusan semacam itu sebelum Anda menghadapinya terlebih dahulu.  Sebab,  ketidakmauan untuk menghadapi berbagai masalah dapat menciptakan situasi-situasi sulit dalam kehidupan seseorang. Sebagai contoh, terkadang Anda dihadapkan pada suatu masalah kecil, kemudian Anda berusaha untuk menghadapinya dan mencari solusi yang tepat sehingga Anda pun dapat terbebas dari masalah tersebut dengan cepat. Tetapi, terkadang Anda melalaikan masalah tersebut sehingga ia akan semakin membesar, semakin rumit dan semakin sulit untuk dicarikan solusinya, bahkan terkadang hal itu dapat membahayakan kehidupan Anda. Selain itu, keengganan untuk menghadapi berbagai masalah, biasanya dapat mendatangkan  perasaan  sedih dan menyesal serta dapat menghilangkan kemampuan yang ada dalam diri seseorang untuk mengatasi berbagai kondisi yang

Oleh karena itu, bagaimana Anda dapat mewujudkan tujuan-tujuan dan melaksanakan rencana-rencana Anda

jika Anda tidak memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai masalah? Waspadalah agar jangan sampai masalah-masalah tersebut dapat menguasai kehidupan Anda dan menyebabkan kegelisahan yang terus menerus dalam diri Anda.  Sebagian orang lebih senang untuk mencari  belas  kasihan dari orang lain dan bercerita tentang masalah- masalahnya kepada mereka tanpa mau berusaha untuk menemukan solusi-solusi yang tepat. Ketahuilah bahwa masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan manusia selalu datang silih berganti. Oleh karena itu, Anda harus menghadapi masalah-masalah tersebut, dan  janganlah Anda menjadikan masalah-masalah itu tetap berada pada diri Anda.

  • Tentukanlah jenis masalah yang Anda hadapi: Langkah ini merupakan langkah yang sangat penting, karena mengetahui jenis masalah –sebagaimana telah dijelaskan di atas- merupakan separoh dari upaya penyelesaian.  Pada dasarnya, metode yang kita gunakan untuk menyelesaikan masalah adalah didasarkan pada langkah ini. Sebagai contoh, terkadang ketika Anda telah menentukan jenis dari suatu masalah, ternyata masalah tersebut tidak pantas untuk mendapatkan  perhatian, usaha dan pikiran yang telah Anda kerahkan. Anehnya, ketika kita mulai untuk memikirkan dan menentukan sejumlah masalah, maka kita akan mengetahui bahwa sebenarnya hal-hal tersebut bukan merupakan masalah,  dan terkadang ada beberapa masalah kecil yang saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya sehingga akan nampak seperti masalah besar. Selain itu,  terkadang kita sering berlebihan dalam menyikapi situasi-situasi tertentu sehingga kita menyangka ada masalah besar di hadapan kita padahal sebenarnya  masalah tersebut tidaklah ada. Sebaliknya, terkadang

kita terlalu menyepelekan suatu masalah sehingga kita sangat yakin bahwa tidak ada masalah di hadapan kita, padahal sebenarnya masalah tersebut merupakan masalah besar. Oleh karena itu, menentukan masalah merupakan langkah penting dalam mencari solusi bagi masalah tersebut.

  • Kenalilah sebab-sebab dari masalah Anda: Satu hal yang pertama kali harus dilakukan dalam mengenal sebab- sebab dari masalah Anda adalah kembali  kepada  (melihat) diri Anda sendiri. Evaluasi diri Anda dan tanyakan: Mengapa masalah ini bisa terjadi, apakah ada hubungannya dengan Saya, apakah Saya merupakan sebab langsung dari masalah tersebut, ataukah ada  pihak- pihak lain yang terkait didalamnya? Setelah seseorang mengevaluasi dirinya sendiri, lalu ia berusaha untuk memperbaikinya dari berbagai sisi, maka ia akan menemukan bahwa sebab-sebab dari sejumlah masalah yang dihadapinya akan hilang dengan cara yang menakjubkan. Apabila ada pihak lain yang terkait dengan sebab-sebab tersebut, maka upaya untuk menuliskan  dan menjelaskannya sangat membantu Anda  dalam  menyelesaikan masalah yang sedang Anda
  • Kenalilah solusi-solusi yang mungkin dilakukan untuk memecahkan masalah Anda: Tidak diragukan lagi bahwa upaya untuk mengenali sebab-sebab dari masalah yang Anda hadapi, dapat membuka peluang yang luas kepada  Anda untuk merenung, berfikir dan sampai kepada solusi-solusi tertentu. Janganlah Anda merasa cukup dengan satu solusi, tetapi berusahalah untuk mencari solusi-solusi lain. Sebab, ketika alternatif  solusi yang Anda miliki lebih banyak, maka peluang kesuksesan Anda semakin besar. Adanya berbagai alternatif solusi untuk satu masalah tidak hanya membantu Anda dalam memilih solusi yang tepat, tetapi juga dapat

memberikan inisiatif kepada pikiran Anda untuk menggabungkan solusi-solusi  tersebut  secara keseluruhan karena barangkali semua solusi itu dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi.

  • Pilihlah solusi yang sesuai: Di antara solusi-solusi yang banyak tersebut, pasti Anda  memiliki kecenderungan kepada salah satunya,  atau  terkadang Anda mendapatkan kemungkinan untuk meramu seluruh  solusi itu menjadi satu
  • Mulailah untuk menerapkan solusi yang Anda anggap sesuai: Tidaklah cukup bagi Anda untuk hanya mengenali masalah, mengetahui sebab-sebab dan solusi-solusinya, serta memilih solusi yang Anda anggap sesuai, tetapi Anda juga harus berbuat atau menerapkan solusi yang telah Anda putuskan. Janganlah ragu untuk meminta bantuan kepada orang lain karena sangatlah tidak bijaksana jika Anda selalu berkeyakinan bahwa hanya diri Anda yang dapat memecahkan semua masalah Anda. Dalam hal ini, Anda dapat meminta bantuan kepada kerabat, teman, dan orang-orang yang Anda  kenal,  bahkan Anda pun dapat memintanya kepada orang-orang  yang belum Anda kenal tetapi mereka  siap  untuk membantu Anda dalam memecahkan sejumlah
  • Lakukanlah penilaian terhadap hasil-hasil yang telah Anda peroleh: Setelah Anda mulai menerapkan solusi tersebut, maka ada kemungkinan solusi yang Anda pilih itu dapat memecahkan masalah Anda secara keseluruhan atau hanya sebagiannya saja, tetapi ada kemungkinan pula Anda akan menemukan bahwa solusi yang telah Anda pilih itu tidak dapat memecahkan masalah sesuai dengan harapan. Pada kondisi seperti itu, maka cobalah untuk menggunakan solusi kedua, ketiga, keempat  dan seterusnya hingga Anda benar-benar dapat mewujudkan

tujuan-tujuan Anda. Ingatlah selalu bahwa upaya untuk menghadapi dan memecahkan berbagai masalah sangat tergantung dengan jenis masalah yang ada di hadapan kita. Sebab, ada sebagian masalah yang memang sulit untuk kita pecahkan dan yang dapat kita lakukan  hanyalah memperkecil resikonya saja. Ada pula sebagian masalah yang memaksa kita untuk berusaha memecahkannya secara serius, sebagian yang lain bisa  dipecahkan dengan cepat, sebagian lagi bisa bisa dilupakan atau diabaikan. Ada pula yang hanya dapat dipecahkan oleh waktu sedangkan kita hanya bisa bersabar saja. Oleh karena itu, Anda harus cerdik, pintar dan bijaksana dalam mengoreksi diri sendiri. Yang terpenting di sini hendaknya Anda menghadapi masalah-masalah yang ada di hadapan Anda itu dengan tujuan untuk berinteraksi dengannya dan tidak membiarkan  masalah-masalah  tersebut menguasai diri Anda,  sehingga  masalah tersebut tidak akan menjadi batu penghalang yang menghalangi jalan Anda dalam mewujudkan tujuan-tujuan Anda, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam  bekerja.

8-  Sempurnakanlah usaha Anda dengan meminta pertolongan

kepada Allah SWT. Jika Anda telah sampai kepada  sejumlah alternatif yang dapat Anda gunakan dalam memecahkan suatu masalah dan Anda yakin bahwa salah  satu dari alternatif-alternatif tersebut sesuai dengan masalah yang Anda hadapi, maka perkuatlah pilihan Anda itu dengan melakukan shalat istikharah.  Dengan melakukan shalat tersebut, berarti Anda kembali kepada Allah SWT untuk meminta pentunjuk-Nya guna memperoleh pilihan yang terbaik. Ingatlah bahwa pada langkah- langkah yang lalu, kita membicarakan tentang usaha manusia yaitu dengan mengamati permasalahan dan menggunakan akal untuk berfikir, menganalisa,

membandingkan, dan mempertimbangkan untung ruginya. Sebagaimana kita ketahui, kemampuan akal  sangat terbatas karena pada umumnya akal  hanya  bisa memberikan pertimbangan-pertimbangan yang berkaitan dengan aspek materi, dapat diindera dan bersifat sementara. Oleh karena itu, perlu dilakukan shalat istikharah guna menyempurnakan usaha tersebut, menghubungkan antara manusia dengan Tuhannya dan mendapatkan pilihan yang terbaik.

Setelah kita membicarakan 4 hal yang dapat membantu kita dalam membentuk kebiasaan berkonsentrasi yaitu: memilih sarana, bersegera melakukan pekerjaan, tidak menunda-nundanya, serta menghadapi dan menyelesaikan masalah, sekarang izinkanlah Saya untuk memperkenalkan cara-cara praktis terpenting yang dapat membantu  Anda dalam berkonsentrasi.

Cara-cara Yang Dapat Membantu Anda Dalam Berkonsentrasi

  • Cara terpenting yang dapat membantu Anda dalam berkonsentrasi adalah meminta pertolongan kepada Allah SWT, bertawakkal sepenuhnya kepada-Nya, serta menjalankan tugas dan pekerjaan dengan percaya sepenuhnya akan pertolongan Allah SWT. Ingatlah bahwa hal ini merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari ‘ubudiyyah (penghambaan diri) yang sebenarnya kepada Allah SWT. Bukankah kita hidup di  bawah  kehendak Tuhan yang memiliki segala sesuatu yang ada   di langit dan bumi? Bukankah hidup kita  merupakan bagian dari kehendak Allah SWT? Siapakah yang dapat membolak-balikkan hati semua manusia dan menundukkan semua pasukan yang ada di langit (malaikat)? Siapakah yang menciptakan semua kondisi dan menentukan takdir? Percaya sepenuhnya kepada Allah SWT dan bertawakkal kepada-Nya memiliki pengaruh yang besar terhadap kehidupan manusia serta terhadap usahanya dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, baik tujuan  yang  berkaitan dengan kehidupan di dunia maupun di akhirat. Hendaklah kita mengingat firman Allah SWT dalam salah satu ayat Al-Qur’an yang berbunyi, “Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah  kepada Allah.” (Ali ‘Imrân: 159). Maksudnya bahwa jika Anda telah sampai pada satu keputusan dalam suatu permasalahan tertentu atau jika Anda ingin melakukan satu hal, maka bertawakkallah kepada Allah, lalu lakukanlah tugas dan mulailah bekerja serta janganlah menunda-nunda pekerjaan
  • Ketika Anda hendak menjalankan tugas dan memulai suatu pekerjaan, biasakanlah diri Anda untuk menentukan  waktu mulai dan waktu penyelesaian pekerjaan tersebut. Jangan biarkan pekerjaan-pekerjaan Anda begitu saja

tanpa ada permulaan yang jelas dan batas akhir yang direncanakan. Oleh karena itu, program kerja ataupun rencana harian, mingguan dan bulanan merupakan sarana yang dapat membantu Anda dalam mewujudkan  tujuan- tujuan Anda. Setelah Anda menentukan tanggal mulai dan tanggal akhir dari suatu tugas, maka sebisa mungkin  Anda harus menepati waktu-waktu yang telah ditentukan itu. Jika Anda tidak dapat menyelesaikan  tugas  tersebut tepat pada waktunya, maka Anda harus  menentukan waktu lain yang akan Anda jadikan sebagai patokan hingga Anda benar-benar dapat menyelesaikan tugas tersebut. Tugas ini dapat Anda bagi ke dalam beberapa tugas kecil, seperti yang telah dijelaskan di atas.

  • Ingatlah selalu akan faidah-faidah atau manfaat- manfaat yang akan Anda peroleh jika Anda dapat menyelesaikan dan menyempurnakan tugas-tugas Anda, dan janganlah Anda mengingat berbagai resiko atau hambatan yang akan muncul. Jadilah orang yang selalu berfikir positif, optimis dan selalu mengutamakan kepentingan jangka
  • Ketika Anda menghadapi sejumlah tugas rutin yang membosankan dimana Anda tidak dapat menemukan kenikmatan ketika sedang menjalankan tugas-tugas tersebut, maka Anda harus menggunakan  metode-metode baru dalam melaksanakannya. Sebab  melakukan pembaharuan, berinovasi dan meninggalkan sesuatu yang lama (sudah biasa dipakai) terkadang dapat membantu  Anda dalam meningkatkan konsentrasi dan menggapai kenikmatan dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan
  • Berusahalah untuk menghindari penyelaan yang berulang- ulang ketika Anda sedang mengerjakan tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi penuh. Gunakanlah sarana- sarana tertentu, baik di rumah maupun di tempat kerja

Anda, yang dapat membantu Anda dalam  upaya  untuk menuju ke arah tersebut. Di antara sarana-sarana yang dimaksud adalah memilih waktu-waktu yang tepat dalam sehari semalam guna melaksanakan tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi penuh serta menggunakan cara- cara atau metode-metode tertentu, seperti  menutup  pintu kantor, berkomunikasi melalui telepon  secara tepat yaitu dengan tidak mengorbankan waktu Anda, mengurangi kunjungan di luar jadwal, menyerahkan sebagian pekerjaan kepada orang lain,... dan lain sebagainya.

  • Pelajarilah semampu Anda segala sesuatu yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan kebiasaan berkonsentrasi, karena kebiasaan ini tidaklah berbeda dengan kebiasaan-kebiasaan lainnya yang juga berkaitan dengan akal. Biasakanlah diri Anda untuk menerapkan kebiasaan ini dan berusahalah selalu untuk menentukan metode-metode yang dapat menjadikan Anda lebih berkonsentrasi dalam kehidupan
  • Hindarilah menyibukkan diri dengan berbagai pekerjaan dan perhatian yang teramat banyak, karena hal itu adalah musuh efektifitas. Berusahalah sebisa mungkin untuk mengambil spesialisasi dan  menentukan  tujuan yang

 

Cara-cara berikut barangkali bisa meningkatkan kualitas konsentrasi dalam lingkungan kerja:

a.   Berpikirlah dengan pena di tangan atau komputer di hadapan Anda.

Ingat bahwa ketika Anda mulai lankah-langkah  pertama  untuk menuliskan tujuan-tujuan Anda –sebagaimana yang  telah kami sebutkan- kini Anda telah mengetahui nilai ide di atas kertas. Ketika Anda menuliskan ide-ide, maka sesungguhnya Anda sedang memfokuskan seluruh perhatian

Anda secara otomatis. Sedikit di antara kita yang mampu menuliskan ide sedang otak kita memikirkan hal yang lain dalam satu waktu. Oleh sebab itu, pena, kertas atau komputer merupakan alat-alat yang membantu konsentrasi. Ketika Anda butuh untuk konsentrasi, maka berpikirlah dengan tangan memegang pena. Ketika ide-ide datang, maka catatlah saat itu juga. Setelah itu, Anda akan memiliki sejumlah ide-ide yang bisa Anda lihat dengan seksama, menyusunnya kembali, merubah atau menghapus sebagian ide- ide tersebut. Anda bisa menggunakan komputer Anda untuk tujuan yang sama, jika Anda selalu berada dekat dengan komputer tersebut, atau bisa juga dengan memakai note  book.

b.  Jadikan tempat kerja hanya untuk kerja

Telah kita sampaikan, bahwa Allah SWT menjadikan kita dengan watak yang berbeda-beda dan kehidupan  kita  berjalan sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Sebagian besar tindakan kita hanya sedikit yang berasal dari pemikiran yang mendalam. Jika kita tidak belajar  untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang benar di lingkungan kerja, maka mungkin saja akan berkembang kebisaan-kebiasaan yang negatif dan tidak produktif dalam diri kita. Kebiasaan-kebisaan yang  hanya  akan menghabiskan waktu dan tenaga kita.

Di antara jalan yang membantu kita meningkatkan daya konsentrasi adalah menjadikan tempat kerja Anda  hanya untuk kerja. Ketika ada seseorang yang  bekunjung  misalnya, maka usahakan bangkit menyambutnya dan  membawanya ke tempat yang agak jauh dari tempat kerja;   dan ketika datang waktu istirahat menjauhlah dari tempat kerja Anda dan usahakan untuk duduk di tempat lain atau pergi ke ruangan lain.

c.  Sabar dalam kerja dan berhenti pada waktu yang tepat.

Di antara kunci terpenting dalam seni melanjutkan tugas atau kerja adalah mengetahui kapan berhenti, melanjutkan tugas dan mengambil waktu istirahat. Melanjutkan kerja secara terus menerus adalah kebiasaan orang awam yang  tidak memiliki pengalaman, karena hal itu hanya membawa kesulitan yang lebih banyak dan mengurangi kualitas dan produksi.

Jika menurut Anda, Anda harus menghentikan pekerjaan sebentar, maka ada beberapa hal yang bisa dikerjakan agar kerja Anda lebih menarik dan produktif ketika  Anda  kembali melanjutkan pekerjaan Anda. Hal-hal itu adalah:

  • Berusahalah untuk menghormati waktu-waktu shalat yang lima dan mengerjakannya tepat waktu, di saat Anda sedang fokus dengan kerjaan Anda. Karena dengan begitu Anda mendapatkan ridha Allah SAW dan dapat mengembalikan semangat
  • Hindari pekerjaan yang terputus-putus atau memilih waktu yang tidak tepat, yang tidak menyediakan waktu yang panjang dan cukup guna menyelesaikan tugas  yang diinginkan. Jika Anda hendak menulis laporan beberapa lembar dan Anda telah mengumpulkan bahan-bahannya, maka jangan mulai mengerjakannya padahal setengah  jam  lagi Anda punya janji atau menduga akan ada yang memutus pekerjaan Anda kapan saja. Anda butuh waktu dua sampai  tiga jam tanpa terputus untuk satu
  • Berusahalah untuk menghentikan kerjaan ketika kondisi psikologis Anda sedang tidak baik. Karena jika Anda berhenti dan Anda puas dengan diri Anda dan hasil Anda dan melihat kepada pekerjaan dengan puas,  maka  selanjutnya Anda akan semangat untuk memulai
  • Usahakan ketika Anda berhenti, berhenti pada point tertentu.

  • Jika Anda berhenti dari kerjaan (atau ketika menghadapi jalan buntu) catatlah kendalanya, dan jelaskan sebab- sebabnya sebelum
  • Berhentilah pada permulaan yang logis untuk tugas yang baru. Hal itu untuk mengurangi waktu yang terpakai guna mengevaluasi tugas yang telah
  • Jangan paksakan diri Anda dengan tugas yang terus menerus lebih dari tiga jam. Sebagian orang memiliki kekuatan untuk mengerjakan pekerjaan dalam waktu yang lama. Akan tetapi melalui pengalaman, Saya berpendapat bahwa fokus dalam kerja selama dua jam sampai tiga jam cukup untuk menghasilkan hasil-hasil yang bagus.  Setelahnya ia butuh

 

Latihan Mengembangkan Keahlian Berkonsentrasi

Latihan ini terdiri dari 4 langkah. Praktekkanlah setiap langkah tersebut secara perlahan-lahan:

Langkah pertama: duduklah di suatu tempat yang sepi dan jauh dari keramaian. Jauhilah hal-hal yang dapat membuyarkan konsentrasi Anda seperti suara, orang lain,  dan pesawat telepon.

Langkah kedua: Pilihlah satu tugas yang akan menjadi sasaran konsentrasi seperti membaca satu halaman dari mushhaf Al-Qur’an, menghafal 3 ayat, atau menulis sepucuk surat untuk teman.

Langkah ketiga: Aturlah jam becker Anda untuk  7 menit, lalu mulailah mengerjakan tugas tersebut dengan konsentrasi penuh. Jika ada sejumlah gangguan  atau  pikiran yang mengganggu konsentrasi Anda,  maka  berhentilah sejenak, kemudian mulailah sekali lagi untuk mengerjakan tugas Anda dengan konsentrasi penuh. Berusahalah terus untuk berkonsentrasi  dalam  menyelesaikan tugas Anda hingga 7 menit, setelah itu berhentilah.

Ulangilah latihan ini setiap hari. Dan ketika Anda telah mampu untuk berkonsentrasi selama 7 menit tanpa ada unsur-unsur luar yang dapat membuyarkan konsentrasi Anda (latihan ini membutuhkan waktu sekitar 2 atau 3 minggu, yaitu waktu yang biasa dibutuhkan oleh seseorang dalam meninggalkan kebiasaan lama guna melakukan kebiasaan  baru), maka mulailah untuk memasukkan unsur-unsur luar  yang dapat mengganggu konsentrasi Anda seperti duduk di sebuah tempat yang gaduh, menyalakan radio atau hal-hal lain yang sejenis. Kemudian teruskanlah latihan berkonsentrasi tersebut –dengan adanya sejumlah  unsur  yang dapat membuyarkan konsentrasi Anda- sehingga Anda benar-benar dapat berkonsentrasi selama 7 menit.

Langkah keempat: Sekarang,  lakukanlah  latihan semacam itu terhadap beberapa tugas harian Anda. Berilah suatu perintah kepada akal Anda, kemudian paksalah akal Anda untuk mentaati perintah itu. Sebagai contoh, pusatkanlah konsentrasi Anda pada apa yang akan Anda katakan dalam pembicaraan melalui telepon yang akan Anda lakukan sebentar lagi; bayangkanlah seakan-akan Anda akan menyampaikan suatu ceramah tentang tips-tips keselamatan dalam mengendarai mobil, lalu pusatkanlah  konsentrasi  Anda pada apa yang akan Anda katakan dalam ceramah tersebut; atau pusatkanlah konsentrasi Anda pada apa yang akan Anda katakan kepada seorang pelanggan ketika Anda menawarkan suatu produk kepadanya;... dan  lain  sebagainya. Lakukanlah cara semacam ini dalam semua tugas yang sedang Anda lakukan dan yang sudah Anda rencanakan.

Sesungguhnya melakukan latihan semacam ini dan membiasakannya akan

membentuk kebiasan konsentarasi pada diri Anda dan menjadikan Anda dapat mengambil manfaat dari bakat besar yang telah Allah titipkan kepada manusia ini.