MANAJEMEN WAKTU

Demi Masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (al-‘Ashr: 1-3).

Rasulullah SAW Bersabda, “Kedua kaki seorang hamba akan tetap (berdiri) di Hari Kiamat nanti hingga ia ditanya tentang: umurnya untuk apa ia habiskan (umurnya itu), tentang ilmunya: untuk apa ia gunakan (ilmunya itu), tentang hartanya: dari mana ia dapatkan dan ke mana ia belanjakan (hartanya itu), tentang badannya: untuk apa ia manfaatkan (badannya itu).(HR. At-Turmudzi, menurutnya hadits ini adalah hadits hasan shahih).

“Wahai manusia, sesungguhnya kamu adalah kumpulan waktu- waktu, jika satu waktu telah lewat, maka telah hilang pula satu bagian darimu.” (perkataan orang bijak)

Orang Bijak Berkata, “Waktu adalah kehidupan”. “Waktu adalah seperti pedang, jika kamu memotongnya, maka

ia akan memotongmu”. (perkataan orang bijak)

 

MANAJEMEN WAKTU

 

Manajemen waktu merupakan kebiasaan keenam dari 10 kebiasaan pribadi sukses. Kebiasaan  ini  bisa didefinisikan sebagai sebuah aktifitas untuk memanfaatkan waktu yang tersedia dan potensi-potensi yang  tertanam dalam diri kita guna mewujudkan  tujuan-tujuan  penting yang ingin kita capai dalam kehidupan kita, dengan tetap berusaha untuk mewujudkan keseimbangan antara tuntutan- tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta

keseimbangan antara kebutuhan-kebutuhan jasmani,  rohani dan akal.

Berdasarkan definisi di atas, maka manajemen waktu terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut:

Proses: Karena ia dilakukan secara terus  menerus  dan harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Waktu yang tersedia: Karena dalam kehidupan manusia ada

waktu-waktu yang tidak bisa diatur. Oleh karena itu, kita harus mengetahui bahwa waktu itu terbagi menjadi  dua macam, yaitu: waktu yang bisa diatur dan waktu yang tidak bisa diatur.

Potensi-potensi yang dimiliki: Karena upaya untuk memanfaatkan waktu itu disandarkan pada berbagai potensi dan kecerdasan yang kita miliki. Jika potensi dan tingkat kecerdasan Anda bagus dan dinamis, maka Anda akan lebih mampu untuk memanfaatkan waktu daripada orang lain.

Tujuan-tujuan penting: Hal ini disebabkan karena upaya untuk memanfaatkan waktu harus dilakukan pada urusan- urusan penting yang ada dalam kehidupan kita, bukan pada tujuan-tujuan yang kecil dan tidak bermanfaat.

Mewujudkan keseimbangan: Hal ini disebabkan karena semua tujuan, tugas dan pekerjaan harus dibagi secara adil, proporsional, dan seimbang yaitu antara ibadah, pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda sehingga tidak ada salah satu aspek yang jauh lebih besar porsinya daripada aspek-aspek lainnya yang ada dalam kehidupan ini.

Berbagai kebutuhan: maksudnya ada sejumlah kebutuhan prinsipil (dasar) yang harus dipenuhi dengan cara memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Oleh  karena  itu, seseorang harus menciptakan keseimbangan antara kebutuhan-kebutuhan jasmani, rohani dan akal dalam hidupnya.

Pada dasarnya, kebiasaan manajemen waktu merupakan kebiasaan yang sangat berharga, karena waktu lebih

berharga daripada segala sesuatu yang ada di alam ini. Agama kita yang agung, Islam, telah datang untuk memperkenalkan akan pentingnya waktu dan cara menggunakannya dengan baik, bukankah waktu itu merupakan substansi dari kehidupan? Allah SWT berfirman:  “Demi  Masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman  dan  mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (al-‘Ashr: 1-3). Pada surah tersebut, Allah SWT, telah bersumpah atas nama waktu atau masa. Hal ini disebabkan karena kedudukan dan pengaruh waktu  sangat besar dalam kehidupan manusia. Dari surah tersebut, dapat difahami bahwa dalam berinteraksi dengan zaman (waktu), manusia benar-benar dalam kerugian yang besar, kecuali orang yang berjalan menuju keimanan dan mengisi perjalanannya itu dengan amal shalih, saling nasehat- menasehati kepada kebenaran dan saling nasehat-menasehati kepada kesabaran.

Selain itu, kewajiban-kewajiban  dan  norma-norma Islam (akhlak Islamiyyah) juga datang untuk memperkuat penyataan tersebut, yaitu tentang pentingnya waktu dan keharusan untuk memperhatikan semua fase dan bagiannya. Perhatikanlah bagaimana Allah SWT mengatur siang dan  malam? Siang hari dimulai dengan terminal pertama dari sejumlah terminal yang digunakan untuk mencari bekal kebaikan dan amal shalih yaitu shalat Shubuh. Kemudian Rasulullah SAW juga mengaitkan antara keberkahan dalam rezeki dengan waktu pagi, beliau bersabda, “Ya Allah, berilah keberkahan kepada umatku pada waktu-waktu pagi mereka.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Abu  Dawud).  Lalu ketika siang telah datang, tepatnya ketika matahari tepat berada di tengah-tengah langit, maka datanglah terminal kedua (shalat Zhuhur), kemudian diteruskan

dengan terminal ketiga (shalat Ashar), dan diteruskan dengan terminal keempat (shalat Maghrib)  sebagai  permulaan malam. Kemudian perjalanan hari itu ditutup dengan terminal kelima yaitu shalat Isya’. Demikianlah, seorang muslim akan membuka lembaran harinya  dengan  shalat dan akan menutupnya dengan shalat pula. Setelah  itu, di antara shalat Isya’ dan Shubuh, terdapat jarak  yang sangat jauh yang dapat dimanfaatkan untuk tidur, beribadah, dan melaksanakan kewajiban-kewajiban  sosial yang dianggap penting. Dalam sistem yang sangat rapi ini, setiap ibadah memiliki waktu tersendiri yang tidak bisa dimajukan atau pun diakhirkan, sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (al- Nisâ’: 103), dan firman-Nya, “Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (al- Baqarah: 185), dan firman-Nya, “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi.” (al-Baqarah: 197). Dalam konteks ini, Abu Bakar pernah berwasiat kepada  Umar  ketika Umar hendak menggantikannya sebagai khalifah, “Ketahuilah (wahai Umar) sesungguhnya bagi Allah  ada  suatu amal perbuatan pada siang hari yang tidak akan diterima-Nya pada malam hari, dan ada  suatu  amal perbuatan pada malam hari yang tidak diterima-Nya pada siang hari.

Satu hal yang tidak diperselisihkan oleh siapapun adalah bahwa setiap orang dari kita memiliki bagian yang sama dari harta yang mahal ini (waktu),  yaitu  bahwa setiap orang dari kita memiliki bagian 168 jam dalam seminggu, dimana bagian tersebut tidak bisa ditambah ataupun dikurangi. Kita tidak bisa mengembalikan waktu  jika ia telah lewat atau menggantinya jika ia  telah hilang. Waktu berjalan dengan cepat seperti berjalannya

awan yang ada di atas kita. Kita tidak dapat berbuat apa- apa selain menanfaatkan dan mengfungsikannya dengan baik atau membiarkannya berlalu begitu saja. Oleh karena itu,

Rasulullah

SAW

telah   mengisyaratkan

hal   ini   dalam

sabdanya,

Dua

nikmat   yang   sering

dilupakan   oleh

kebanyakan manusia, yaitu kesehatan dan  waktu  luang”, (HR. Muslim). Kemudian beliau juga bersabda, “Kedua kaki seorang hamba akan tetap (berdiri) di Hari Kiamat nanti hingga ia ditanya tentang: umurnya untuk apa ia habiskan (umurnya itu), tentang ilmunya: untuk apa ia gunakan (ilmunya itu), tentang hartanya: dari mana ia dapatkan   dan ke mana ia belanjakan (hartanya itu), tentang  badannya: untuk apa ia manfaatkan (badannya itu)”, (HR. At-Tirmidzi, menurutnya hadits ini adalah hadits hasan shahih).

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah  menyebutkan  dua saat yang akan dihadapi oleh manusia dimana mereka akan menyesali berlalunya waktu dengan penyesalan yang luar biasa, padahal pada saat itu, penyesalan sudah tidak berguna lagi.

Saat pertama adalah saat datangnya ajal. Pada saat yang memilukan itu, orang kafir akan berkata –sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an-, “(Demikianlah keadaan orang- orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan.” (Al-Mu’minûn: 99-100).

Sedangkan saat kedua adalah pada saat datangnya hari Kiamat, Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah  berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari (di waktu itu) mereka saling berkenalan.” (Yûnus: 45). Dan

Allah berfirman, “Pada hari mereka  melihat  hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal  (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari”, (an-Nâzi’ât: 46). Allah SWT juga berfirman, “Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) sehari  atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung”. Allah berfirman: ‘Kamu tidak tinggal   (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau  kamu  sesungguhnya mengetahui.’” (Al-Mu’minûn: 112-114).

Pemahaman tentang waktu dan urgensinya itu juga terlihat jelas dalam diri dan kehidupan  orang-orang  sukses dari kalangan Salaf. Al-Baihaqi meriwayatkan dari Abdullah bin Zubair –radhiyallâhu ‘anhu- bahwa  ia  berkata, “Sejelek-jeleknya sesuatu di dunia ini adalah pengangguran”. Dalam kitabnya yang berjudul “Faidh al- Qadîr”, Imam Al-Manawi mengomentari  perkataan  Abdullah bin Zubair tersebut, “Hal itu disebabkan karena jika seorang manusia berhenti (menganggur) dari  suatu  pekerjaan yang dapat membuat batinnya sibuk  dengan  sesuatu yang mubah (dibolehkan) dan dapat mendekatkan dirinya kepada agama, maka meskipun secara lahiriah ia nampak menganggur (tidak mengerjakan sesuatu),  akan  tetapi pada hakekatnya hatinya tidaklah  menganggur,  karena setan akan membuat sarang di dalam hatinya,  kemudian ia bertelur, menetaskan telurnya dan melahirkan keturunannya dalam proses yang cepat melebihi proses kelahiran semua jenis binatang. Oleh karena itu, barangsiapa yang tidak dapat bermanfaat bagi orang lain dengan suatu profesi yang ditekuninya, tetapi ia justru mengambil manfaat dari mereka dan mempersempit kehidupan mereka, maka kehidupannya tidaklah berguna bagi mereka   dan ia bagaikan sampah yang dapat mengeruhkan air.”

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud –radhiyallâhu ‘anhu- bahwa ia berkata, “Saya tidak pernah menyesali sesuatu seperti saya menyesali satu hari yang mataharinya telah tenggelam, karena dengannya ajalku semakin berkurang sedangkan amal ibadahku tidak bertambah.” Salah seorang tabi’in juga berkata, “Barangsiapa yang  telah  melalui satu hari dari umurnya yang ia gunakan bukan untuk suatu kebenaran yang dilakukannya, atau untuk suatu kewajiban yang dilaksanakannya, atau suatu kemuliaan  yang  digalinya, atau suatu hal terpuji yang diperolehnya, atau suatu kebaikan yang didirikannya, atau suatu ilmu yang dikutipnya, maka ia telah mendurhakai harinya dan  menzalimi dirinya sendiri.”

Diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri –rahimahullâhu- bahwa ia berkata, “Tidak ada satu hari pun yang fajarnya muncul kecuali ada suara yang memanggil, “Wahai anak cucu Adam, saya adalah makhluk baru yang akan menjadi saksi  atas perbuatanmu. Maka, carilah bekal dariku dengan melakukan amal shalih, ketahuilah bahwa saya tidak akan kembali lagi hingga hari Kiamat nanti.”

Dalam kitabnya yang sangat terkenal, Ihyâ’  ‘Ulûmuddîn, Imam al-Ghazali menjelaskan, “Waktu terbagi menjadi tiga: Waktu yang telah berlalu dan tidak ada kelelahan bagi hamba bagaimanapun waktu itu berlalu, baik dalam sengsara ataupun bahagia; waktu yang akan datang  atau belum datang di mana seorang hamba tidak mengetahui apakah ia akan hidup atau tidak pada waktu tersebut, dan  ia tidak mengetahui apa yang akan Allah tentukan; dan  waktu sekarang dimana seorang hamba harus berjuang keras dan berada di bawah pengawasan Tuhannya. Jika waktu kedua (waktu yang akan datang) tidak datang, maka seseorang  tidak akan menyesal atas hilangnya waktu sekarang ini, tetapi jika waktu yang kedua itu datang, maka seseorang harus memberikan hak waktu kedua sebagaimana ia

memberikan hak waktu pertama. Janganlah memperpanjang harapannya sampai lima puluh tahun, sehingga akan lama pengawasan atasnya. Tetapi hendaknya dia hidup  untuk  waktu sekarang, seakan-akan ia berada di akhir nafasnya  dan dia tidak tahu.”

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah –rahimahullâhu- menjelaskan, “Orang yang berilmu akan menepati waktunya, karena jika ia mengabaikannya, maka semua kemaslahatannya akan hilang. Sesungguhnya semua kemaslahatan  bersumber dari waktu. Jika ia menyia-nyiakannya, maka  ia  tidak dapat mengejarnya untuk selama-lamanya. Pada hakekatnya, waktu manusia adalah umurnya. Waktu merupakan materi dari kehidupannya yang abadi yang penuh dengan kenikmatan, dan waktu juga merupakan materi dari kehidupannya yang sempit dan di bawah azab yang pedih. Waktu berjalan dengan cepat seperti jalannya awan. Oleh karena itu, waktu seseorang yang digunakan untuk mengabdi kepada Allah dan bersama Allah, maka itulah kehidupan dan umurnya. Sedangkan di  luar itu, waktu tidak lagi dianggap sebagai kehidupannya. Jika seseorang hidup dalam kondisi semacam itu, maka ia hidup seperti hidupnya binatang. Jika waktunya dihabiskan dalam kelalaian dan angan-angan yang batil, sedangkan sebaik-baik penggunaan waktunya adalah untuk tidur dan menganggur, maka kematian orang semacam ini adalah lebih baik daripada kehidupannya.” (al-Jawâb al-Kâfi,  hal.  157).

Dalam bukunya yang berjudul “Bagaimana Memperpanjang Usia Produktif Anda” (1417 H), Muhammad bin Ibrahim al- Na’im menjelaskan bahwa usia seorang muslim dalam kehidupannya, dibagi menjadi 2 katagori yaitu usia yang hakiki dan usia produktif. Usia yang hakiki, maksudnya adalah tahun-tahun yang dilalui oleh seorang  manusia  dalam hidupnya dari sejak lahir hingga wafat. Sedangkan usia produktif adalah adalah fase dari kehidupan manusia

dimana prestasi dan kebaikan yang telah diwujudkannya berada  pada  tingkat  tertinggi.  Dalam  hal  ini,  setiap

orang  dari  kita

dapat  memperpanjang

kedua  jenis  usia

tersebut,   baik

usia   hakiki   maupun

usia   produktif,

tentunya berkat karunia Allah SWT dan berkat amal shalihnya. Dalam kaitannya dengan penambahan usia yang hakiki, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya, maka sambunglah tali silaturrahmi.” (HR. Bukhari Muslim). Adapun  dalam kaitannya dengan penambahan usia produktif, maka terdapat wilayah yang cukup besar, karena penambahan  usia  produktif tersebut dapat dilakukan dengan menambah akhlak yang mulia seperti berperilaku dan berbuat baik kepada tetangga, atau dapat dilakukan dengan menambah pahala- pahala yang dilipatgandakan seperti dengan melaksanakan shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,  menjaga  shalat  berjama’ah  di  masjid,  melaksanakan ibadah-ibadah

sunah,   menjaga

shalat   Jum’at   dan

aturan-aturannya,

menunaikan  umrah

pada  bulan  Ramadhan,

puasa  pada  hari-

hari   tertentu,

bangun   pada   malam

Lailatul   Qadar,

mengeluarkan shadaqah jariyah, berjihad di jalan Allah, serta mengajarkan kebaikan kepada manusia”.

 

Jenis-jenis Waktu:

Dalam kehidupan manusia, waktu dapat dikatagorikan   ke dalam dua jenis (Lihat gambar no. 19).

Jenis pertama: adalah waktu yang sulit untuk diatur, dimanage, atau dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan lain. Waktu jenis ini merupakan waktu yang kita habiskan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok (primer) seperti tidur, makan, istirahat, menjalin hubungan kekeluargaan  dan melakukan urusan-urusan sosial yang penting. Ia merupakan waktu yang tidak bisa digunakan untuk kepentingan-kepentingan lain. Tidak diragukan lagi bahwa

waktu semacam ini memiliki tingkat urgensi tinggi dalam menjaga keseimbangan hidup kita. Tanpa waktu jenis ini, kita tidak mungkin dapat menjalankan kewajiban-kewajiban dalam kehidupan ini, tidak dapat berusaha untuk mencari penghidupan, dan tidak dapat mewujudkan tujuan-tujuan  kita. Akan tetapi, waktu jenis ini harus berada pada batas-batas yang sewajarnya, sehingga tidaklah bijaksana jika kita berlebih-lebihan dalam memberikan porsi waktu untuk tidur, makan, istirahat, ataupun untuk menyia- nyiakan waktu-waktu tersebut.

Jenis kedua: adalah waktu yang bisa diatur atau dimanage. Sebagian dari waktu jenis ini, dapat kita  temukan dalam aktifitas kerja kita, sedangkan sebagian lainnya dapat kita temukan dalam kehidupan pribadi kita. Dalam waktu jenis ini, terdapat tantangan besar  yang berada di hadapan kita, yaitu: Apakah kita dapat memanfaatkan waktu tersebut, dan apakah kita dapat menggunakannya dengan cara yang terbaik? Perhatikanlah bahwa meskipun kita memiliki kemampuan untuk mengatur dan me-manage-nya, akan tetapi waktu jenis ini juga terbagi lagi menjadi 2 bagian, bagian pertama adalah waktu-waktu dimana Anda berada pada puncak semangat dan etos kerja seperti pada saat-saat pertama Anda  memulai  pekerjaan atau saat-saat terbaik lainnya yang ada dalam sehari semalam. Sedangkan bagian kedua adalah saat-saat dimana Anda berada pada tingkat semangat dan etos kerja rendah, seperti pada saat-saat terakhir dari pekerjaan Anda atau saat-saat lainnya dalam sehari-semalam dimana  Anda memiliki semangat yang rendah.

Dari sini, maka kita dapat mengetahui bahwa waktu terbagi menjadi dua jenis, yaitu waktu yang bisa diatur  dan waktu yang tidak bisa diatur. Demikian pula, waktu  yang bisa diatur –sebagaimana telah dijelaskan- juga terbagi menjadi dua bagian yaitu waktu dimana Anda

memiliki etos kerja atau semangat yang prima dan waktu dimana Anda memiliki konsentrasi ataupun kesiapan mental yang rendah. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengatur waktu Anda, maka carilah waktu yang dapat  diatur,  kemudian kenalilah bagian dari waktu Anda yang –pada saat itu- Anda berada dalam semangat yang sempurna. Waktu semacam ini disebut dengan waktu puncak, waktu produktif, dan waktu untuk bekerja dengan giat. (Lihat gambar no.  20).


Gambar No. 19 Jenis-jenis Waktu

 

 

 

 

 

 

(Gambar No. 20) Waktu Yang Bisa Diatur

 

 

 

 

 

 

 


Puncak             Puncak

7 Pagi      3 Sore       7 Malam             10 Malam

 

 

Berusahalah Untuk Mengenal Diri Anda Sendiri

Kapan waktu-waktu puncak Anda dalam sehari semalam? Berilah tanda ( √ ) pada kolom yang sesuai dengan waktu- waktu puncak Anda!

 

 

Waktu Pagi

Dari Jam 7-12

Waktu Siang

Dari Jam 12-5

Waktu Sore

Dari Jam 5-10

Waktu-waktu

Lain

 

 

 

 

 

Setiap orang memiliki waktu-waktu puncak  yang  berbeda dengan orang lain. Oleh karena itu, berusahalah untuk mengenali diri Anda sendiri! Apakah waktu-waktu puncak Anda itu telah difungsikan dan  dimanfaatkan?  Apakah ada sebagian dari waktu-waktu tersebut  yang  hilang? Bagaimana caranya agar waktu-waktu tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik?

Jika Anda telah mampu untuk menentukan waktu-waktu puncak yang Anda miliki dalam sehari semalam, maka hal   ini merupakan sebuah langkah yang besar, karena Anda akan dapat memanfaatkan waktu-waktu puncak  tersebut  dengan baik yaitu dengan meletakkan ke dalamnya sejumlah urusan yang membutuhkan konsentrasi penuh, seperti prioritas- prioritas utama Anda, urusan-urusan yang sulit, atau hal- hal yang terasa berat bagi diri Anda. Jika  Anda  menghadapi urusan-urusan semacam itu pada waktu-waktu tersebut, maka Anda akan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan urusan-urusan yang mudah dan terasa ringan. Tetapi jika Anda memulai aktifitas Anda dengan urusan- urusan yang mudah dan ringan, maka Anda akan menghabiskan waktu-waktu terbaik yang Anda miliki, sehingga Anda tidak akan memiliki kecenderungan atau keinginan  untuk  melakukan urusan-urusan yang penting dan berat karena

Anda sudah merasa bosan dan semangat Anda sudah menurun. Oleh karena itu, pada saat-saat semangat Anda sudah menurun, maka sebaiknya Anda melakukan tujuan-tujuan atau pekerjaan-pekerjaan yang ringan dan menyenangkan. Sebab, dengan kondisinya yang ringan dan menyenangkan, maka pekerjaan-pekerjaan tersebut dapat diselesaikan pada saat-saat semacam itu. Hal ini dapat  dilakukan  kapan saja, baik ketika kita sedang mengerjakan tugas-tugas kantor maupun ketika menjalani kehidupan pribadi kita. Dalam hal ini, kita dapat menentukan waktu-waktu puncak yang kita miliki, lalu kita memilih pekerjaan-pekerjaan yang pantas untuk diletakkan didalamnya.  Setelah  itu, kita menentukan saat-saat dimana semangat kita sedang

rendah,   kemudian

kita

memilih

tujuan-tujuan    dan

pekerjaan-pekerjaan

yang

cocok

untuk    diletakkan

didalamnya.

 

 

 

Tulislah pada bagian-bagian yang kosong di bawah ini dengan tugas-tugas atau tanggung jawab-tanggung  jawab  yang bisa dilakukan pada waktu-waktu puncak dan waktu- waktu lembah.

 

 

 

Pekerjaan-pekerjaan Yang Dapat Dilakukan

Pada Waktu-waktu Puncak

Di Kantor

Di Rumah

1-

 

2-

 

3-

 

4-

 

5-

 

6-

 

7-

 

8-

 

9-

 

10-

 

 

Pekerjaan-pekerjaan Yang Dapat Dilakukan

Pada Waktu-waktu Lembah

Di Kantor

Di Rumah

1-

 

2-

 

3-

 

4-

 

5-

 

6-

 

7-

 

8-

 

9-

 

10

 

 

Hal-hal Yang Dapat Menyebabkan Waktu Anda Terbuang

Di atas, kami telah menyebutkan bahwa waktu terbagi menjadi dua jenis, yaitu waktu yang sulit  diatur  dan waktu yang bisa diatur atau dimanfaatkan. Dan ketika kita menganalisa tentang waktu yang sulit diatur, maka kita  akan menemukan banyak waktu yang terbuang atau tidak dimanfaatkan dengan baik. Sebagai contoh: Berapakah waktu yang Anda butuhkan untuk makan, terutama makan siang dan makan malam? Apa yang Anda perbuat dengan waktu, baik sebelum maupun sesudah makan, berapakah waktu yang Anda gunakan untuk tidur dalam sehari semalam, apa yang Anda perbuat dengan waktu sepulang Anda dari  kantor  (pekerjaan) dan sebelum tidur, berapakah waktu yang Anda gunakan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, atau menonton televisi, atau begadang dengan teman-teman Anda? Pada dasarnya, jika seseorang di antara kita mulai  berfikir tentang kehidupannya dan gaya hidup yang diikutinya, maka ia akan menemukan bahwa ternyata banyak waktu yang terbuang dan tidak dimanfaatkan dengan baik. Apakah Anda telah menghitung waktu-waktu semacam itu?

Berapa jamkah waktu yang dapat Anda alokasikan  dalam sehari semalam untuk kepentingan-kepentingan lain? Jika Anda dapat mengalokasikannya, maka apa yang akan Anda lakukan?

 

Waktu Yang Sulit Diatur

Berapakah waktu yang Anda butuhkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan berikut ini dalam sehari semalam?

 

 

 

Kegiatan

 

 

Waktu Yang Digunakan (Kira-kira)

Apakah Anda bisa mengalokasikan sebagian dari waktu tersebut untuk kegiatan yang lebih

bermanfaat

 

Berapakah waktu yang bisa Anda alokasikan?

Apa yang akan Anda lakukan dengan waktu

tersebut?

Makan

 

 

 

 

Tidur

 

 

 

 

Waktu santai

 

 

 

 

Mengendarai mobil ke

kantor

 

 

 

 

Waktu yang terbuang sebelum dan sesudah

shalat

 

 

 

 

Waktu yang terbuang sebelum dan

sesudah makan

 

 

 

 

Menjelang

tidur

 

 

 

 

Menyambut

para tamu

 

 

 

 

Jumlah waktu untuk kegiatan- kegiatan

tersebut

 

 

 

………………………..

 

Jumlah waktu-waktu yang bisa dialokasikan

 

 

 

……………………….

 

Berusahalah semampu mungkin untuk memotong  waktu jenis pertama (yang sulit diatur) dan meletakkannya pada kolom waktu jenis kedua (yang bisa diatur).

Sekarang, bagaimana dengan waktu yang bisa diatur  oleh Anda, maksudnya waktu-waktu dimana Anda tidak  memiliki pekerjaan-pekerjaan atau keterkaitan-keterkaitan yang bersifat prinsipil, tetapi hanya merupakan waktu- waktu yang biasa Anda gunakan untuk hal-hal yang bersifat sekunder. Berapa jamkah dalam sehari semalam? Apakah pada suatu hari, Anda pernah memikirkan tentang kebiasaan- kebiasaan yang dapat membuang-buang waktu Anda dalam  sehari semalam? Tentu, kebiasaan-kebiasaan tersebut sangatlah banyak, baik yang bersifat internal dimana Anda sebagai faktor penyebabnya seperti menonton televisi, membaca koran, berbicara panjang lebar melalui telepon,  dan lain sebagainya; maupun yang bersifat eksternal yaitu hal-hal yang disebabkan oleh orang lain, peristiwa- peristiwa dan kondisi-kondisi yang ada di sekitar Anda seperti berbagai macam kunjungan, undangan, kegiatan sosial, begadang bersama teman-teman dan lain sebagainya.

 

Waktu-waktu Di Kantor Yang Bisa Diatur

Berapakah waktu yang Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk melakukan kegiatan-kegiatan  berikut  ini?

 

 

Kegiatan

Waktu

Pembicaraan yang tidak bertujuan bersama teman-

teman

 

Kunjungan-kunjungan ke kantor lain

 

Percakapan yang lama melalui telepon

 

Membahas  tentang  hubungan-hubungan   kerja  yang

terlewatkan

 

Membaca koran

 

Melamun

 

Melakukan persiapan sebelum menunaikan shalat

 

Total

 

 

 

 

Waktu-waktu Di Rumah Yang Bisa Diatur

Berapakah waktu yang Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk melakukan kegiatan-kegiatan  berikut  ini?

 

 

Kegiatan

Waktu

Menonton televisi

 

Mengikuti   kegiatan-kegiatan    dan   acara-acara

kemasyarakatan

 

Membaca koran

 

Pembicaraan yang lama melalui telepon

 

Duduk tanpa melakukan sesuatu apapun

 

Begadang bersama kawan-kawan

 

Menunggu orang lain

 

Total

 

 

Sekarang, kenalilah metode yang Anda gunakan dalam menghabiskan waktu Anda? Hal-hal terpenting apakah yang dapat menyebabkan waktu Anda terbuang, baik hal-hal yang bersifat internal maupun eksternal? Perhatikanlah 2  latihan pada halaman berikut ini! Pada latihan pertama, tentukanlah hal-hal terpenting dalam pekerjaan Anda yang dapat menyebabkan waktu Anda terbuang, dan pada latihan kedua lakukanlah hal yang sama, kemudian tentukanlah hal- hal terpenting dalam kehidupan pribadi Anda yang dapat menyebabkan waktu Anda terbuang. Berfikir secara mendalam dalam mengerjakan latihan tersebut dapat memberikan ide- ide bagus yang sangat bermanfaat dalam  membentuk  kebiasaan mengatur waktu.

 

Penilaian Terhadap Diri Sendiri

Tentukanlah hal-hal dalam pekerjaan Anda yang dapat menyebabkan waktu Anda terbuang!

Hal-hal yang bersifat internal

Hal-hal yang bersifat eksternal

1- …………………………………………………………………

1- ……………………………………………………………..

2- …………………………………………………………………

2- ……………………………………………………………….

3- …………………………………………………………………

3- ……………………………………………………………..

4- ……………………………………………………………….

4- ……………………………………………………………….

5- ……………………………………………………………….

5- ……………………………………………………………..

6- ……………………………………………………………….

6- ………………………………………………………………

7- ……………………………………………………………..

7- ……………………………………………………………….

8- ……………………………………………………………….

8- ………………………………………………………………

9- ……………………………………………………………….

9- ……………………………………………………………..

10- ………………………………………………………..

10- ………………………………………………………..

 

Kemudian tentukanlah hal-hal dalam kehidupan pribadi Anda yang dapat menyebabkan waktu Anda terbuang!

Hal-hal yang bersifat internal

Hal-hal yang bersifat eksternal

1- ……………………………………………………………….

1- ……………………………………………………………..

2- …………………………………………………………………

2- ……………………………………………………………….

3- ………………………………………………………………

3- ……………………………………………………………..

4- ……………………………………………………………..

4- ……………………………………………………………..

5- ……………………………………………………………..

5- ………………………………………………………………

6- ……………………………………………………………..

6- ………………………………………………………………

7- ……………………………………………………………….

7- ……………………………………………………………..

8- ……………………………………………………………….

8- ……………………………………………………………..

9- ……………………………………………………………….

9- ……………………………………………………………..

10- …………………………………………………………

10- ………………………………………………………..

 

Setelah Anda menentukan hal-hal dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda, baik yang bersifat  internal  maupun eksternal, yang dapat menyebabkan waktu Anda terbuang, sekarang tentukanlah 3 hal terpenting dari  daftar tersebut yang banyak memakan waktu serta menghabiskan tenaga dan potensi Anda!

1-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

3-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

Apakah Anda dapat melakukan sesuatu yang bertujuan untuk menghilangkan hal-hal tersebut?

  • Berkaitan dengan hal pertama, saya dapat melakukan:

1-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………….

2-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………….

3-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

  • Berkaitan dengan hal kedua, saya dapat melakukan:

1- ……………………………………………………………………………………………………………………………………

2-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………….

3-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

  • Berkaitan dengan hal ketiga, saya dapat melakukan:

1-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

2-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

3-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

 

 

Latihan Berfikir dan Memperhatikan

 

A-   Berikut  ini  adalah  sarana-sarana yang Saya gunakan dalam memanfaatkan waktu Saya:

1-  ……………………………………………………………………………………………………………………………….

2-  ……………………………………………………………………………………………………………………………..

3-  ……………………………………………………………………………………………………………………………….

4-  ……………………………………………………………………………………………………………………………….

5- ………………………………………………………………………………………………………………………………….

 

B-  Hambatan-hambatan  terpenting  yang menyebabkan        Saya tidak dapat memanfaatkan waktu dengan baik adalah:

1- ………………………………………………………………………………………………………………………………….

2-  …………………………………………………………………………………………………………………………………..

3-  …………………………………………………………………………………………………………………………………….

4-  …………………………………………………………………………………………………………………………………..

5-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

C- Seandainya saya memiliki 5 jam  tambahan  (ekstra)  dalam seminggu, niscaya saya akan  menggunakannya  untuk:

1-  …………………………………………………………………………………………………………………………………..

2-  …………………………………………………………………………………………………………………………………..

3-  …………………………………………………………………………………………………………………………………..

4-  …………………………………………………………………………………………………………………………………..

5-  …………………………………………………………………………………………………………………………………….

 

D- Kegiatan-kegiatan berikut ini telah banyak  menyita waktu Saya, tetapi kegiatan-kegiatan tersebut tidak dapat membantu dalam mewujudkan tujuan-tujuan  Saya, baik yang berkaitan dengan pekerjaan maupun kehidupan pribadi Saya:

1-  …………………………………………………………………………………………………………………………………….

2-  …………………………………………………………………………………………………………………………………..

3-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………

4-  ………………………………………………………………………………………………………………………………….

5- ……………………………………………………………………………………………………………………………………….

 

Latihan Berfikir dan Memperhatikan

Jika Anda dapat menyisakan dua jam dalam sehari, apa yang akan Anda lakukan dengan dua jam tersebut? Jawablah dengan meletakkan tanda “benar” di depan pernyataan yang sesuai. Anda juga dapat menambah kegiatan-kegiatan atau tugas-tugas lain.

  • Saya akan memperbanyak
  • Saya akan menyambung tali
  • Saya akan     memperkuat         hubungan-hubungan
  • Saya akan
  • Saya akan  bekerja  di  sore  hari      untuk menambah

  • Saya akan menyusun
  • Saya akan menghabiskan waktu bersama keluarga. 8- Saya akan memulai program
  • Saya akan menyalurkan hobi Saya yang belum sempat tersalurkan.
  • Saya akan mengerjakan   hal-hal      yang  tertunda, seperti:

A-  ……………………………………………………………………………………………………………………

B-  ………………………………………………………………………………………………………………….

C- …………………………………………………………………………………………………………………..

 

Tambahlah beberapa kegiatan yang Anda anggap penting!:

1-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

3-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

4-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………….

5-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………….

 

Latihan Menentukan Tingkat Kemampuan Anda dalam Mengatur Waktu

Bagaimana Anda memandang waktu Anda sendiri dalam bekerja? Tidak diragukan lagi bahwa Anda  memiliki  sejumlah tugas yang Anda kerjakan. Apakah Anda memiliki kebebasan dalam mengatur jam kerja Anda? Angka 10

menunjukkan bahwa Anda memiliki kebebasan penuh dalam mengatur jam kerja Anda, sedangkan angka 1 menunjukkan bahwa Anda sama sekali tidak memiliki kebebesan dalam hal ini.


Lingkarilah angka yang sesuai dengan pendapat Anda sendiri!.

Pada lembar di bawah ini, tentukanlah sejumlah tugas dan kegiatan berdasarkan ada atau tidak adanya kebebasan bagi Anda dalam mengatur waktu!

Tugas atau kegiatan yang

memberikan kebebasan kepada Saya untuk menentukan waktunya

Tugas atau kegiatan yang

membatasi kebebasan Saya menentukan waktunya

1- ……………………………………………………………….

1- ……………………………………………………………..

2- ……………………………………………………………….

2- …………………………………………………………………

3- ……………………………………………………………..

3- ……………………………………………………………….

4- ……………………………………………………………….

4- ……………………………………………………………….

5- ……………………………………………………………….

5- ……………………………………………………………….

6- ……………………………………………………………..

6- ………………………………………………………………

7- ……………………………………………………………..

7- ……………………………………………………………….

8- ……………………………………………………………..

8- ……………………………………………………………….

9- ……………………………………………………………..

9- ……………………………………………………………..

10- ………………………………………………………….

10- ………………………………………………………….

 

Latihan Mengatur Waktu di Kantor Anda

Jawablah pernyataan-pernyataan berikut ini!

 

 

Sering Kadang-kadang Jarang

  • Saya menentukan tujuan-tujuan yang jelas dan tertulis, dan saya menentukan tanggal-tanggal pelaksanaannya.
  • Saya membuat jadwal pekerjaan secara
  • Saya menghabiskan waktu di kantor dengan cara yang Saya
  • Saya mengoreksi kembali pekerjaan Saya, dan saya menyerahkan kepada orang lain tugas-tugas yang bisa dikerjakannya.
  • Saya merasa tidak ada tekanan- tekanan yang berat dalam

  • Saya menyelesaikan sebagian besar pekerjaan Saya sebelum masa deadline-nya
  • Saya langsung mengambil tindakan setiap kali ada berkas yang masuk ke meja kerja
  • Saya tidak merasa nervous (tegang) meskipun pekerjaan saya banyak.
  • Saya berusaha keras untuk mencegah masuknya tamu ketika  Saya sedang bekerja, baik tamu dari instansi lain maupun dari instansi Saya
  • Saya mengatur pembicaraan telepon yang saya lakukan sehingga pembicaraan tersebut tidak akan menghambat produktifitas saya dalam
  • Kondisi-kondisi darurat dan hal- hal yang bersifat mendesak tidak banyak memakan waktu
  • Saya tidak mengakhirkan kewajiban-kewajiban yang sulit dan
  • Saya tidak mencari-cari alasan supaya saya dapat mengakhirkan pekerjaan-pekerjaan yang dibebankan kepada
  • Saya berusaha menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang dibebankan kepada saya sebelum Saya mulai mengerjakan pekerjaan- pekerjaan

  • Saya tidak akan membawa pekerjaan kantor ke rumah untuk saya kerjakan pada sore hari atau pada waktu libur akhir
  • Saya merasa tidak nyaman dan terganggu dengan adanya tekanan waktu.
  • Saya berusaha keras untuk menyelesaikan pertemuan-pertemuan tepat pada waktu yang telah ditentukan sehingga saya tidak perlu mengambil waktu tugas-tugas lainnya.
  • Saya merasa telah melaksanakan pekerjaan
  • Saya menyukai pekerjaan saya dan saya menganggapnya sebagai tugas yang

 

Studi Kasus Suatu Hari Di Kantor

Sekarang, waktu sudah menunjukkan pukul 7.30. Marwan telah tiba di kantor. Ia datang pagi-pagi buta karena ia ingin menyelesaikan setumpuk pekerjaan yang berada di hadapannya. Ia pun menyalakan lampu dan mulai membaca surat-surat yang diterima kemarin. Setelah selesai membaca surat yang pertama, ia merasa yakin bahwa ia tidak bisa menyelesaikan membaca surat yang masuk sebelum kawan- kawannya datang. Ia meletakkan surat yang pertama, lalu ia mulai membaca surat yang kedua. Surat yang kedua ini berkaitan dengan proyek yang akan dilaksanakannya, maka ia pun mengambil surat tersebut dan membawanya ke tempat foto copy yang berada di ruangan lain untuk difoto kopi.

Ketika ia sedang membereskan surat-surat tersebut, ia menemukan satu artikel di salah satu majalah yang mengulas tentang sebuah tema yang membuatnya tertarik. Maka, ia pun terlena dengan artikel tersebut sehingga ia tidak merasa bahwa waktu terus berlalu. Hingga akhirnya ia melihat kawan-kawannya sudah masuk kantor dan waktu sudah menunjukkan pukul 09.00.

Seketika itu pula, ia meletakkan surat-surat tersebut di salah    satu      sudut  mejanya, lalu   ia     memegang     dokumen proyek  yang         harus     diajukannya  besok. Ia       masih    memegang dokumen tersebut hingga dua orang temannya yang bernama Mut’ib dan Turki hadir di hadapannya. Mereka berdua datang untuk mengajaknya minum kopi Arab yang dibawa Mut’ib dari rumahnya. Marwan pun menerima ajakan tersebut tetapi ia memutuskan  untuk  mengikutinya   selama      10  menit   saja. Baginya, waktu 10 menit dianggap tidak banyak berpengaruh terhadap pekerjaannya. Sambil minum kopi, Mut’ib dan Turki mulai membicarakan         dengan penuh semangat        tentang pertandingan   sepakbola   yang  diadakan      kemarin    malam. Masing-masing            dari keduanya mengaku bahwa tim kesayangannya merupakan tim yang terbaik. Marwan tidak sadar bahwa waktu terus berlalu, hingga ia pun terkejut ketika mengetahui bahwa ia telah menghabiskan setengah jam bersama mereka. Maka, ia pun bergegas menuju ke kantornya. Belum lama Marwan masuk ke kantornya, tiba-tiba terdengar bunyi telepon. Sang penelpon adalah direkturnya yang ingin memberitahukan kepada Marwan bahwa pada pukul

10.00 nanti, ada pertemuan yang harus dihadiri sang direktur. Sang direktur meminta kepada Marwan untuk menggantikannya, karena pertemuan itu akan membahas suatu masalah yang berhubungan dengan divisi Marwan. Marwan langsung melihat jam, dan ia pun mengetahui bahwa ia tidak memiliki waktu yang cukup lama sebelum pertemuan itu dimulai. Karena itu, ia meletakkan dokumen proyek di sudut

mejanya karena ia ingin menghadiri pertemuan tersebut, dan ia berniat ingin mengerjakan tugasnya itu seusai shalat Zhuhur.

Selepas Zhuhur, ternyata kondisi yang ada tidak lebih baik daripada sebelumnya. Sebab, di samping banyak tamu yang datang ke kantornya, ia juga harus melakukan sejumlah pembicaraan melalui telepon, belum lagi banyak surat yang masuk. Demikianlah, hari itu telah dilalui Marwan dalam kondisi seperti itu. Karena jam kerja sudah habis, maka Marwan pun memasukkan berkas-berkasnya ke dalam tas, ia ingin pulang ke rumah dan ingin meneruskan pekerjaan yang berkaitan dengan proyeknya di rumah. Ia pun merasa heran dan bertanya dalam hati: Mengapa Mut’ib dan Turki memiliki waktu yang cukup untuk menonton pertandingan sepakbola di sore hari?!

 

Perhatikanlah bagaimana Marwan menggunakan waktunya:

Berilah tanda ( √ ) pada kotak yang sesuai!.

Ya     Tidak

  • Apakah Marwan dapat memanfaatkan waktu kerjanya yang pokok?
  • Apakah ia  mengerjakan        pekerjaan        yang merupakan prioritas utama?
  • Apakah ia   mampu         untuk         mengatakan “tidak”?
  • Apakah ia  dapat        menyelesaikan        tugas- tugas yang dibebankan kepadanya?
  • Apakah ia  telah         memanage         waktunya dengan baik?
  • Apakah ia   memang         harus membawa pekerjaan kantornya ke rumah?
  • Apakah Marwan mengetahui masalah yang dihadapinya?

Cara Menyikapi Berbagai Tipe Orang yang Berkunjung ke Kantor Anda

Menurut Anda, bagaimana cara yang cocok untuk menyikapi berbagai tipe orang (tamu) yang berkunjung ke kantor Anda sebagaimana tercantum pada  daftar  berikut ini, sehingga cara-cara tersebut dapat menghemat waktu Anda?

Tipe Tamu

Cara Yang Anda Usulkan Untuk

Menyikapi Tamu

1-

Tamu   yang    datang    tidak berdasarkan        perjanjian

sebelumnya.

 

2-

Tamu yang terkenal suka berdebat mengenai masalah- masalah yang tidak

bermanfaat.

 

3- Tamu yang sudah Anda ketahui bahwa masalah yang akan dibicarakan tidak berkaitan

dengan pekerjaan Anda.

 

4-

Tamu   yang   juga   merupakan

pegawai di kantor Anda.

 

5-  Tamu  yang  merupakan  kerabat

atau teman dekat atasan Anda.

 

6- Tamu yang merupakan pelanggan yang    ingin    menyampaikan

complain atas pelayanan Anda.

 

7-

Tamu   yang   merupakan   teman

dekat Anda.

 

 

 

Studi Kasus

Ahmad ingin mewujudkan banyak hal setelah beberapa saat yang lalu ia menduduki jabatan barunya sebagai direktur. Setelah 4 tahun bekerja sebagai direktur di  salah satu divisi di perusahaannya, ia dapat menemukan  rasa percaya diri yang tinggi dan ia pun mengetahui bahwa

tim kerja yang dipimpinnya sangat potensial dan memiliki pengalaman yang luas.

Namun pada hari ini, rasa percaya dirinya hilang dan ia merasa tidak pantas untuk mengemban jabatan tersebut. Tampak olehnya bahwa hari-hari kerja tidak ada habisnya.  Ia selalu sibuk membagi-bagikan tugas dan memeriksa hasil-hasilnya. Selain itu, tamu-tamu dan pembicaraan melalui telepon tidak pernah berhenti. Bahkan pada waktu istirahatnya di sore hari, ia pun harus mengerjakan tugas-tugas kantor, seperti membaca surat-surat  yang  masuk dan membalasnya, mempersiapkan neraca, dan menulis laporan kinerja perusahaan.

Dalam kondisi bimbang seperti itu, ia  memutuskan untuk mengundang temannya yang bernama Shaleh makan malam bersama dengan tujuan agar ia dapat  menyampaikan  kepadanya tentang suatu permasalahan yang sangat penting. Ketika sedang menikmati hidangan makan malam, Ahmad menjelaskan kepada temannya bahwa ia akan mengundurkan  diri dari jabatannya sebagai direktur. Karena menurutnya, ia tidak mampu bertahan dalam suatu jabatan yang menuntutnya bekerja selama 60 jam dalam seminggu.  Mendengar pengaduan itu, sang teman pun berfikir sejenak, kemudian ia berkata kepada Ahmad, “Mungkin, ada  solusi bagi masalah yang sedang Anda hadapi. Jika masalah utama yang Anda hadapi adalah bagaimana mendapatkan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas-tugas Anda, maka solusinya terletak pada cara yang Anda gunakan dalam menghabiskan waktu-waktu Anda.” Kemudian setelah mendengar penjelasan Ahmad tentang caranya dalam menghabiskan waktu-waktunya, maka Shaleh mengajukan sejumlah pertanyaan sebagai  berikut:

  • Jika tim kerja Anda sangat potensial dan memiliki sejumlah pengalaman, seperti yang telah Anda jelaskan,

maka mengapa Anda harus menghabiskan waktu yang lama untuk membagi-bagi tugas dan mengoreksi hasil-hasilnya?

  • Bagaimana karakter para tamu yang berkunjung ke kantor Anda, apakah Anda dapat melarang sebagian dari mereka agar tidak menemui Anda?
  • Bukankah sekretaris Anda dapat menerima telepon- telepon yang masuk. Dia dapat mengalihkan sebagiannya kepada pegawai yang berkepentingan, dan meminta kepada para penelpon yang tidak terburu-buru untuk menelpon kembali pada kesempatan yang lain?
  • Apakah ada pegawai lain yang dapat mengerjakan sebagian tugas yang sedang Anda kerjakan sekarang, wahai Ahmad?

Akhirnya, Ahmad pun kembali ke kantor sambil memikirkan apa yang dikatakan oleh temannya itu. Lalu, ia bertekad untuk mempelajari tentang cara  memanfaatkan  waktu dengan benar, efektif dan efisien.

 

Pelajarilah kembali tentang kasus yang sedang  dihadapi Ahmad, kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!:

1- Apakah Ahmad menggunakan cara yang efektif dan efisien dalam membagi-bagi tugas?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………………………………………………….. 2- Jika para tamu adalah para pegawai di kantor Ahmad,

maka bagaimana caranya agar ia tidak terganggu?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………………………………………. 3- Apakah  Ahmad  dapat  mengkhususkan           sebagian      waktunya

untuk  tidak  bertemu   dengan  para       tamu   dan       tidak menerima telepon-telepon yang masuk?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………………………………………. 4- Ahmad  berpendapat  bahwa  cara  terbaik          dalam        kerjanya

adalah membagi-bagikan tugas kepada para pegawai dan mengoreksi semua hasilnya sendiri. Apakah  ada  cara lain yang lebih efektif dan efisien?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………………………………………………….. 5- Sarana-sarana  lain  apakah  yang  bisa                  digunakan     oleh

Ahmad agar ia bisa memanfaatkan waktunya dengan  baik?

………………………………………………………………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………………………………….

 

Bagaimana Anda Menghindarkan Diri

dari Hal-hal yang dapat Menyebabkan Waktu Anda Terbuang?

Setelah Anda menentukan hal-hal yang dapat  menyebabkan waktu Anda terbuang, tidak diragukan  lagi bahwa sekarang Anda telah mengetahui bagaimana hal-hal tersebut telah mengambil sebagian dari waktu Anda yang sangat berharga dan telah meninggalkan dampak-dampak negatif dalam kehidupan Anda. Sekarang, Anda  dapat berfikir dengan tenang dan penuh konsentrasi tentang hal- hal yang dapat menyebabkan waktu Anda terbuang, kemudian Anda dapat mencari cara-cara yang cocok untuk  menghindarkan diri darinya. Dalam hal ini, Anda dapat menghindarkan diri dari hal-hal tersebut serta dapat mengembangkan kebiasaan mengatur waktu dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut: (Perhatikanlah gambar berikut ini!)

Gambar No. 21

  1. Pelajarilah kembali tujuan-tujuan, rencana-rencana dan prioritas-prioritas
  2. Letakkanlah tujuan-tujuan   Anda    itu           dalam           sebuah rencana periodik atau program
  3. Buatlah daftar   pekerjaan     (kegiatan)         yang        akan dilakukan setiap
  4. Tutuplah semua jalan (hal) yang dapat memalingkan Anda dari tujuan-tujuan
  5. Manfaatkanlah waktu-waktu
  6. Janganlah Anda  selalu  berpasrah    pada       hal-hal       yang bersifat

 

Evaluasi Tujuan, Rencana dan Prioritas

Sekarang, Anda sedang berada pada kebiasaan keenam dari 10 kebiasaan pribadi sukses. Jika Anda membaca buku ini secara seksama dan terarah, maka tidak diragukan lagi bahwa sampai sekarang Anda telah mempelajari kebiasaan- kebiasaan yang berharga dan berkaitan dengan sejumlah tujuan, rencana dan prioritas utama.  Sudah  seharusnya Anda telah menentukan tujuan-tujuan utama Anda dalam kehidupan ini dan mengetahui hubungan antara tujuan-  tujuan tersebut dengan peran-peran yang Anda  mainkan  dalam hidup ini (kebiasaan kedua), kemudian Anda telah mempelajari kebiasaan menyusun rencana (kebiasaan  keempat), Anda juga telah mengetahui urgensi dari prioritas-prioritas Anda serta hubungannya dengan tujuan- tujuan utama dan program kerja harian Anda (kebiasaan ketiga). Ingatlah bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kebiasaan mengatur waktu. Sebab, seseorang yang tidak memiliki sejumlah tujuan yang jelas serta sejumlah rencana dan prioritas utama dalam hidupnya, maka bagaimana mungkin ia bisa mengatur waktunya? Mengatur dan memanfaatkan waktu dengan baik merupakan kebiasaan yang harus dilakukan oleh

orang yang mengetahui apa yang diinginkannya dalam hidup ini.

Ingatlah kembali apa yang telah kami jelaskan  di  atas mengenai pembagian waktu yang dikemukakan oleh Imam Al-Ghazali, dimana waktu terbagi menjadi 3, yaitu waktu yang telah lalu, waktu sekarang dan waktu yang  akan datang. Waktu yang telah lalu merupakan waktu yang telah pergi dengan membawa kebaikan atau keburukan yang telah dilakukan oleh setiap orang. Waktu yang telah lalu ini tidak mungkin dikembalikan lagi. Sedangkan  waktu  yang akan datang, tidak ada seorang pun yang mengetahui apa  yang akan diperbuat Allah SWT didalamnya, meskipun  demikian perlu adanya sebuah perencanaan. Adapun waktu  yang dikatagorikan sebagai waktu yang sebenarnya adalah waktu sekarang ini. Waktu sekarang merupakan modal kita yang sebenarnya dalam segala hal. Kebiasaan  memanage  waktu merupakan upaya untuk memanfaatkan waktu sekarang  ini dengan sebaik-baiknya, sedangkan substansi dari kebiasaan tersebut adalah memperlakukan saat-saat  yang kita hadapi sekarang ini. Terkadang Anda  memiliki  sejumlah tujuan yang jelas, sejumlah rencana  dan  prioritas utama, akan tetapi Anda tidak memperlakukan saat-saat sekarang ini dengan baik, Anda lari dari  tanggung jawab-tanggung jawab Anda, serta tenggelam dalam hal-hal yang dapat menyebabkan waktu Anda  terbuang.  Karena itu, tujuan-tujuan Anda pun akan hilang dan prioritas-prioritas utama Anda pun akan tercampur aduk antara yang satu dengan yang lain sehingga Anda akan memulainya kembali dari awal. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kebiasaan memanage waktu merupakan kebiasaan pribadi sukses yang terpenting. Sebab, upaya untuk membentuk, mengembangkan dan memfungsikannya merupakan implementasi dari  kebiasaan-kebiasaan sebelumnya.

Letakkanlah tujuan-tujuan Anda dalam sebuah rencana periodik atau program kerja

Ketika kita mempelajari tentang kebiasaan menyusun rencana, saya telah menjelaskan secara terperinci bahwa substansi dari kebiasaan tersebut adalah merubah sejumlah tujuan yang telah ditentukan menjadi sebuah rencana periodik atau program kerja. Tidak diragukan lagi bahwa sekarang Anda telah memiliki ide yang bagus mengenai cara menyusun sebuah rencana. Lihatlah kembali contoh-contoh dalam menyusun rencana sebagaimana telah dijelaskan di atas, baik contoh menyusun tujuan-tujuan tahunan, contoh merubah tujuan-tujuan tahunan menjadi tujuan-tujuan yang lebih kecil (bulanan), maupun contoh merubah tujuan-  tujuan bulanan menjadi sejumlah langkah, mekanisme dan tugas tertentu yang dapat dilakukan setiap hari. Upaya untuk membentuk kebiasaan memanage waktu dapat membantu Anda dalam berinteraksi dengan tingkat terkecil dan terpenting dalam menyusun rencana, yaitu berinteraksi dengan waktu sekarang ini. Oleh karena itu, Anda harus memiliki sebuah program kerja untuk satu tahun penuh.  Dalam program tersebut, tentukanlah waktu-waktu untuk masing-masing pekerjaan, tugas dan tanggung jawab. Tentukanlah waktu-waktu untuk bepergian, mengikuti  berbagai pertemuan dan melakukan tugas-tugas yang memakan waktu banyak. Tentukanlah tanggal-tanggal pelaksanaan  untuk masing-masing pekerjaan, kemudian tentukanlah waktu mulai dan batas akhir untuk setiap tugas. Program kerja Anda tersebut harus disusun dengan cara yang bagus dan harus mencerminkan upaya untuk memenuhi kebutuhan- kebutuhan dan tuntutan-tuntutan hidup Anda.

Buatlah daftar pekerjaan (kegiatan) yang akan dilakukan setiap hari

Ketika Anda sudah memiliki sebuah program kerja dan rencana yang jelas, maka Anda akan mengetahui bahwa Anda harus menentukan sejumlah urusan dan tanggung  jawab  secara terperinci yang akan Anda lakukan setiap  hari,  Anda juga membutuhkan adanya daftar untuk urusan-urusan tersebut yang disusun secara teratur. Ingatlah apa yang telah kami jelaskan pada pembahasan tentang kebiasaan menyusun prioritas bahwa inti dari  kebiasaan  tersebut pada level harian adalah membuat daftar hal-hal yang akan dilaksanakan setiap hari. Daftar ini disusun berdasarkan urutan urgensi dan kepentingannya. Buatlah daftar harian semacam itu pada permulaan hari –misalnya- atau sebelum Anda tidur pada hari sebelumnya. Ingatlah kembali prinsip Parieto, karena hal itu dapat membantu Anda dalam meningkatkan efektifitas kerja  (Prinsip  Parieto menegaskan bahwa jika Anda menentukan 2 point terpenting dari 10 point yang ada, kemudian Anda melaksanakan kedua point tersebut, maka sesungguhnya Anda  telah merealisasikan 80% dari pekerjaan-pekerjaan Anda  pada  hari itu).

Ketika Anda membuat daftar hal-hal yang akan Anda laksanakan dalam satu hari, ingatlah beberapa hal berikut ini:

  • Jagalah latihan harian semacam ini, dan jadikanlah latihan tersebut sebagai bagian dari kehidupan
  • Janganlah Anda berlebih-lebihan dalam meletakkan tugas- tugas ke dalam daftar kegiatan harian tersebut. Jika tugas-tugas yang Anda masukkan lebih dari 10 point, maka lebih baik Anda membaginya untuk hari-hari berikutnya, seandainya hal itu
  • Dari daftar kegiatan tersebut, tentukanlah 2 atau 3 point terpenting, kemudian mulailah untuk

mengerjakannya sebelum Anda mengerjakan  point-point yang lain. Ingatlah bahwa melaksanakan 2 atau 3 point terpenting dari sebuah daftar yang memuat 10 point dianggap sebagai sebuah prestasi besar serta upaya yang efektif dalam memanage waktu.

  • Berilah kesempatan kepada diri Anda untuk beristirahat pada hari-hari libur dan akhir pekan, sehingga daftar kegiatan yang Anda buat tidak akan menjadi aktifitas- aktifitas rutin yang
  • Ingatlah bahwa yang dimaksud dengan memanage waktu secara efektif adalah upaya untuk mewujudkan tujuan- tujuan Anda melalui sebuah daftar kegiatan harian. Hendaklah Anda tidak menjadi hamba dari daftar tersebut, tetapi hendaknya Anda menjadi tuannya. Jika Anda menemukan bahwa daftar kegiatan tersebut tidak mendukung tujuan-tujuan yang diinginkan, maka tinggalkanlah daftar kegiatan tersebut dan beralihlah  ke daftar yang lain. Dalam hal ini, sikap fleksibel sangatlah diperlukan, dan perlu diingat bahwa daftar kegiatan harian tersebut hanya merupakan sarana untuk mewujudkan tujuan-tujuan

 

Tutuplah semua jalan (hal) yang dapat memalingkan Anda

Hal ini dilakukan dengan menutup semua celah yang  bisa dijadikan sebagai tempat untuk melarikan diri bagi setiap orang ketika ia sedang menghadapi pekerjaan- pekerjaan dan tanggung jawab-tanggung jawabnya, terutama pekerjaan-pekerjaan yang berat dan sulit. Sebagaimana  telah dijelaskan di atas, jiwa manusia memang cenderung untuk bersikap malas dan berusaha mencari jalan keluar  yang mudah dan menyenangkan. Sebagai contoh: jika Anda mengetahui bahwa Anda harus melakukan pembicaraan melalui telepon mengenai suatu hal yang penting dan berkaitan dengan pekerjaan Anda, tetapi dirasa berat bagi diri

Anda, maka Anda pun akan memilih sejumlah jalan keluar  yang dapat memalingkan Anda dari tugas tersebut seperti berbicara dengan teman, membaca koran, atau menyibukkan diri dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Demikian pula, ketika Anda diminta untuk menulis sebuah laporan, maka terkadang Anda menundanya sampai berhari-hari hingga terkadang Anda tidak sadar  bahwa  batas akhir (deadline) yang ditentukan oleh kantor sudah berada di hadapan Anda, maka Anda pun  berusaha  keras untuk mengerjakannya siang dan malam. Akibatnya terkadang Anda tidak dapat menyelesaikannya dengan cara yang benar. Anda juga terkadang mengakhirkan sebagian tugas hingga akhir batas waktu yang telah ditentukan, kemudian Anda menemukan diri Anda dalam keadaan tidak mampu untuk menepati kewajiban-kewajiban Anda. Hal ini tentu  disebabkan karena tidak adanya upaya mengatur dan merencanakan waktu dalam melaksanakan tugas-tugas  tersebut. Pada hakekatnya, jalan keluar yang dapat memalingkan Anda dari pekerjaan-pekerjaan dan tanggung jawab-tanggung jawab Anda sangatlah banyak  dalam  kehidupan ini, bahkan tidak terhitung jumlahnya. Meskipun demikian, kita tidak membutuhkan bantuan  seorang  ahli guna mengenalinya.

Jika Anda menemukan diri Anda dalam suatu kondisi  yang dapat menyia-nyiakan waktu Anda, mengacaukan prioritas-prioritas Anda, atau dapat menyebabkan  Anda  lari dari sebagian tanggung jawab, maka lontarkanlah pertanyaan berikut ini kepada diri Anda sendiri: Hal terbaik apa yang dapat saya lakukan pada saat sekarang  ini, atau pekerjaan apa yang paling baik dan bisa saya kerjakan sekarang? Ketika Anda dapat menjawab pertanyaan  di atas, maka laksanakanlah pekerjaan tersebut tanpa ragu dan tanpa menunda-nunda. Ingatlah bahwa kesuksesan akan selalu terkait dengan upaya untuk menghadapi tanggung

jawab-tanggung jawab yang berat dan sulit  dibarengi  dengan sikap tawakkal kepada Allah SWT dan keyakinan yang kuat. Sebaliknya, kegagalan akan selalu terkait dengan upaya untuk menunda-nunda pekerjaan, sikap ragu-ragu, dan lari dari berbagai tanggung jawab. Bertanyalah selalu kepada diri Anda sendiri: Hasil-hasil apa yang akan saya peroleh jika saya melarikan diri dari sejumlah tanggung jawab, dan perasaan-perasaan apa yang akan muncul jika  saya menunda-nunda pekerjaan atau bersikap ragu-ragu?  Tidak diragukan lagi bahwa meninggalkan sejumlah tanggung jawab dalam kehidupan ini dapat memunculkan sejumlah perasaan, seperti perasaan tidak  tenang,  perasaan berdosa, putus asa, tidak bahagia, serta perasaan gundah. Sebaliknya, perasaan-perasaan tenang, bahagia, bangga dan ingin meraih sesuatu yang lebih muncul setelah Anda melaksanakan tanggung jawab tepat pada waktunya, mengerjakan suatu tugas dengan sukses, atau mengerjakan suatu kewajiban pada waktunya. Pada pembahasan-pembahasan yang lalu, pernah dijelaskan bahwa suatu kesuksesan dapat mengantarkan seseorang pada kesuksesan yang lain, karena kesuksesan tersebut akan mengisi diri seseorang dengan potensi yang besar dan semangat yang tinggi. Sebaliknya, suatu kegagalan dapat mengantarkan seseorang  pada kegagalan yang lain, karena kegagalan tersebut dapat menghilangkan semangat yang ada dalam dirinya, membuatnya ragu-ragu, sedih dan putus asa.

Waktu-waktu kita merupakan harta kita yang termahal, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam bekerja. Dalam kehidupan pribadi, kenaikan  tingkat  keimanan, pengetahuan, ekonomi, dan status sosial kita sangat tergantung pada upaya untuk memanfaatkan waktu, memanage- nya secara efektif, serta memfungsikannya dengan baik. Sedangkan dalam lingkungan kerja atau organisasi, perkembangan, kemajuan dan efektifitas sebuah organisasi

serta hasil-hasil yang diperolehnya  sangat  tergantung pada sumber daya manusia yang ada serta cara yang digunakannya dalam memanage waktu.

 

Manfaatkanlah waktu-waktu yang hilang atau tersisa

Pada pembahasan-pembahasan yang lalu,  telah dijelaskan bahwa waktu terbagi menjadi 2 jenis, yaitu  waktu yang bisa diatur dan waktu yang sulit diatur. Pada jenis waktu yang sulit diatur, terdapat sejumlah waktu  yang hilang yang tersebar di berbagai kegiatan, seperti pada saat menunggu antrian di klinik, ketika di bandara, ketika mengadakan sejumlah perjalanan, ketika menyambut para tamu, atau sebelum makan. Semakin sedikit upaya manusia untuk mengatur waktu dan hidupnya, maka waktu- waktu yang hilang semakin bertambah, dan hal ini dapat menghambat efektifitas kerjanya.

Hanya dengan berfikir sedikit, kita sudah bisa memperhatikan, menganalisa, dan mengetahui posisi waktu- waktu semacam itu, sehingga kita dapat mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat. Sebagai contoh: ketika seseorang sedang menunggu antrian, maka ia dapat mengisi waktunya dengan membaca, berdzikir, berfikir, melakukan renungan (kontemplasi), tidur ringan, istirahat atau hal-hal  lainnya yang bermanfaat. Sebagian orang juga dapat memanfaatkan waktunya ketika sedang bepergian ke sejumlah kota yaitu dengan mendengarkan kaset-kaset yang  bermanfaat, menghafal al-Qur’an dan mengulang-ulangnya, serta mendengarkan acara-acara radio yang sesuai dengan seleranya. Ketika Anda berusaha untuk membentuk kebiasaan memanage waktu, maka Anda akan memanfaatkan  sebagian  besar waktu yang hilang dan Anda dapat menggunakannya  untuk mendekatkan diri Anda pada tujuan-tujuan Anda.

Latihan Berfikir

Bagaimana Anda Menggunakan Waktu-waktu Yang Hilang Berikut Ini:

 

No

Waktu

Cara Terbaik Untuk

Memanfaatkannya

1

Sekarang jam 10.00 pagi, Anda sedang berada di kantor, dan pada jam 11.00 nanti Anda harus menghadiri pertemuan

penting.

 

2

Anda   sekarang   berada   di  rumah,       Anda sedang menunggu seorang teman yang akan

datang untuk bertamasya bersama Anda.

 

3

Sekarang Anda sudah siap untuk naik ke pesawat, tetapi kemudian diumumkan bahwa

keberangkatan pesawat Anda ditunda sejam.

 

4

Biasanya, Anda berangkat ke masjid untuk menunaikan shalat Jum’at satu jam sebelum khutbah, tetapi sekarang Anda memiliki

waktu 2 jam sebelum khutbah dimulai.

 

5

Setelah bekerja seharian, Anda sekarang sedang berada di atas angkutan umum untuk pulang ke rumah. Perjalanan Anda itu

memakan waktu paling cepat 1 jam.

 

6

Anda sekarang sedang bersiap-siap untuk mengadakan tour (wisata) bersama keluarga. Semua anggota keluarga yang lain sedang sibuk mempersiapkan barang- barangnya, sedangkan Anda sedang menunggu

dan menyuruh mereka supaya cepat.

 

7

Anda baru menunaikan shalat Maghrib, dan

tidak   ada   pekerjaan   yang   akan        Anda lakukan hingga datang waktu shalat Isya.

 

8

Jam kerja resmi masih tersisa satu jam,

sedangkan Anda telah menyelesaikan semua pekerjaan.

 

9

Anda memperoleh cuti musim semi, dan Anda

memiliki waktu 2 minggu untuk itu.

 

10

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan keselamatan kepada Anda. Setelah    proses    operasi    berhasil

dilakukan, dokter menasehati kepada Anda

 

 

untuk

hari.

beristirahat

di

rumah

selama

10

 

 

Dari latihan di atas, terlihat  jelas  bahwa sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memanfaatkan waktu-waktunya yang  hilang.  Berusahalah untuk memanfaatkan waktu-waktu semacam itu. Sebab, terkadang memanfaatkan waktu yang sedikit tetapi dilakukan secara terus menerus, maka akan memiliki dampak-dampak positif yang besar.

Lakukanlah latihan semacam ini pada hari-hari yang akan datang. Anda memiliki 5 waktu untuk  menunaikan  shalat fardhu dalam sehari semalam. Tambahkanlah 5 menit saja dari waktu yang Anda gunakan untuk pergi ke masjid atau ketika Anda tetap berada di masjid seusai menunaikan shalat. Apa hasil yang akan Anda peroleh? Ternyata, Anda dapat menyisakan 25 menit dalam sehari, 175 menit dalam seminggu dan 11 jam setengah dalam satu bulan. Apa yang dapat Anda lakukan dengan waktu tersebut? Manfaat-manfaat apa yang akan Anda dapatkan dengan menyisakan waktu-waktu tersebut? Di sini, Anda dapat memanfaatkannya untuk melakukan shalat sunah, membaca Al-Qur’an atau berdzikir. Ingatlah bahwa di sini Anda hanya menambah 5 menit saja dalam setiap shalat, bagaimana jika Anda  dapat  menambahnya lebih dari itu seperti 7 atau 10 menit? Lihat hasil berikut ini:

 

Waktu Yang Dapat Anda Sisakan Untuk Menambah Ibadah

 

Waktu yang dapat disisakan dalam setiap shalat

Waktu yang diperoleh

Dalam 1

hari

Dalam 1

minggu

Dalam 1

bulan

5 menit

25 menit

Kira-kira 3

jam

Kira-kira

12 jam

7 menit

35 menit

Kira-kira 4

jam

Kira-kira

16 jam

10 menit

50 menit

Kira-kira 6

jam

Kira-kira

24 jam

 

Anda dapat melakukan hal semacam ini dalam kegiatan- kegiatan lainnya yang bermanfaat.

 

Janganlah Anda menyerah pada hal-hal yang bersifat  mendesak tapi tidak penting

Di antara hal yang dapat menyebabkan waktu Anda terbuang adalah sikap pasrah pada hal-hal yang bersifat mendesak dan muncul di hadapan Anda setiap hari. Sikap semacam ini dapat menghambat efektifitas kerja seseorang dan dapat menyebabkan waktunya menjadi milik orang lain. Ingatlah apa yang telah kami jelaskan pada kebiasaan menyusun prioritas, di mana pada pembahasan tersebut kami mengelompokkan semua aktifitas atau kegiatan menjadi dua kelompok utama, yaitu aktifitas yang bersifat mendesak   dan aktifitas yang tidak bersifat mendesak. Masing-masing kelompok tersebut terbagi menjadi 3 jenis, yaitu penting sekali, penting dan tidak penting. Kami juga telah menjelaskan bahwa kegiatan yang bersifat mendesak tetapi tidak penting telah menyita banyak waktu kita.  Oleh  karena itu, jika seseorang tidak mau berusaha untuk mengatur dirinya, gagal dalam memanage-nya, serta tidak menentukan tujuan-tujuan dan prioritas-prioritasnya, maka ia akan menjadi korban dari tugas-tugas dan pekerjaan- pekerjaan yang dianggap mendesak namun tidak penting. Hal ini disebabkan karena ia telah berubah menjadi alat bagi program dan prioritas-prioritas orang lain. Ini tidak berarti bahwa seseorang tidak boleh bersifat sensitif terhadap hal-hal yang bersifat mendesak, dan  tidak  berarti ia harus meninggalkan atau  menunda  pelaksanaannya, akan tetapi yang terpenting di  sini  adalah bahwa ia harus mengetahui apakah pekerjaan-

pekerjaan atau tugas-tugas tersebut penting dan  membutuhkan adanya penggunaan waktu secara baik. Ini merupakan standar yang sulit untuk dicapai tetapi sangat penting dalam upaya untuk mengatur dan memanage waktu secara efektif. Jika Anda menerapkan standar semacam ini dalam kehidupan Anda, maka secara perlahan-lahan  Anda dapat menghindarkan diri dari pekerjaan-pekerjaan dan tugas-tugas yang Anda yakini tidak penting.

Para ahli bidang manajemen dan pengembangan  diri telah menyebutkan 3 standar utama yang bisa digunakan  untuk memanage waktu dengan baik, yaitu standar kepentingan, standar kelayakan, dan standar efektifitas.

Standar kepentingan: Standar ini digunakan untuk menyeleksi semua pekerjaan, tugas dan kegiatan yang dilakukan dalam sehari semalam, serta untuk menentukan apakah pekerjaan-pekerjaan tersebut penting atau tidak. Pertahankanlah hal-hal yang penting dan buanglah hal-hal yang tidak penting.

Standar kelayakan: Standar ini digunakan untuk menganalisa apakah tugas-tugas yang Anda  lakukan  merupakan tugas-tugas yang hanya dapat  dilakukan  oleh Anda saja, ataukah Anda dapat menyerahkannya kepada orang lain di sekitar Anda? Berusahalah untuk  menyerahkan  kepada orang lain hal-hal yang dapat dikerjakan olehnya, dan pertahankanlah hal-hal yang tidak bisa diserahkan kepada orang lain!

Standar efektifitas: Ketika Anda sudah  bisa memastikan bahwa Anda benar-benar telah memilih hal-hal yang penting (standar pertama), kemudian Anda telah memutuskan bahwa hal-hal tersebut tidak dapat dikerjakan oleh orang lain (standar kedua), maka metode atau sarana apa yang menjadikan hal-hal tersebut dapat  terwujud  dengan cepat dan efektif? Apakah ada sarana-sarana atau

metode-metode lain yang lebih cepat dan lebih efektif  dalam mewujudkannya?

Lakukanlah latihan berikut ini, tentukanlah 10 tugas atau hal yang dapat Anda lakukan dalam sehari semalam, kemudian terapkanlah ketiga standar tersebut! Anda dapat menggunakan latihan semacam ini ketika Anda sedang berinteraksi dengan pekerjaan ataupun kehidupan pribadi Anda. Formulir di bawah ini dapat Anda  perbanyak  dan dapat digunakan dalam kerja maupun kehidupan  pribadi  Anda.

 

 

 

No

 

 

Jenis Pekerjaan atau Tugas

 

Apakah Penting?

Apakah dapat diserahkan

kepada orang lain?

Apakah ada cara yang lebih baik

untuk mengerjakannya?

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tidak

1

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

6

 

 

 

 

 

 

 

7

 

 

 

 

 

 

 

8

 

 

 

 

 

 

 

9

 

 

 

 

 

 

 

10

 

 

 

 

 

 

 

 

Perhatikanlah, jika Anda menjawab “tidak” pada pertanyaan pertama, maka pada saat itu Anda tidak perlu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Sebab, jika sesuatu yang akan Anda kerjakan itu tidak penting, maka Anda bertanggung jawab untuk meninggalkannya, dan  Anda tidak perlu mengetahui apakah hal tersebut dapat diserahkan kepada orang lain atau apakah ada cara yang lebih baik untuk mengerjakannya. Demikianlah, hanya  jawaban “ya” saja yang dapat mengantarkan Anda ke kolom- kolom berikutnya.

Setelah mengerjakan latihan semacam ini, maka Anda akan mengetahui bahwa ada 3 metode yang dapat  Anda  gunakan untuk memanfaatkan waktu dengan cara  yang  terbaik. Ketiga metode tersebut adalah:

Metode pertama: Tentukanlah kegiatan-kegiatan, pekerjaan- pekerjaan dan tugas-tugas yang tidak penting dalam kehidupan Anda.

Metode kedua: Carilah orang lain dimana Anda dapat

menyerahkan sebagian pekerjaan dan tugas Anda kepadanya (mungkin anggota keluarga, kerabat, atau teman  Anda,  serta pegawai-pegawai yang berkompenten).

Metode ketiga: Bertindaklah secara efektif dalam setiap  hal yang Anda kerjakan. (Carilah metode yang terbaik dan tercepat dalam mengerjakan tugas-tugas Anda).