Fashion

KERANGKA UMUM KESUKSESAN

Thursday 05 May 2016 - 17:25:00
post5-1080x720.jpg

Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul- Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu.’” (al-Taubah: 105).

Rasulullah SAW bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya.” (HR. Bukhari).

 

KERANGKA UMUM KESUKSESAN

Kesuksesan seorang manusia, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadinya, sangat tergantung pada  3 aspek utama yang terdapat dalam kepribadiannya.  Sebenarnya, ketiga aspek ini saling terkait dan tidak  dapat dipisahkan. Akan tetapi, untuk tujuan pengkajian, ketiga aspek tersebut bisa dipisahkan. Ketiga aspek tersebut adalah: aspek pandangan hidup, aspek keahlian,  dan aspek hubungan dengan sesama manusia.

Aspek pertama: Aspek pandangan (Visi) hidup. Aspek  ini sangat terkait dengan daya rasa  manusia  terhadap jalan hidupnya, serta terkait dengan kemampuannya untuk memindahkan daya rasa tersebut ke wilayah aplikasi. Aspek ini terkait dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: Apa tujuan-tujuan besar yang hendak dicapainya? Apa tujuan-tujuannya dalam kehidupan ini? Standar  moral  apakah yang digunakannya guna mencapai tujuan-tujuan tersebut? Aspek pandangan hidup ini (visi) memiliki peran yang sangat besar dan menentukan dalam  usaha  manusia untuk mencapai keunggulan, kebahagiaan dan  kesuksesan  yang dicita-citakannya.

Aspek kedua: Aspek keahlian. Aspek ini berhubungan dengan kemahiran, mekanisme, dan pengetahuan tertentu. Dalam hal ini, ada sejumlah pertanyaan yang perlu

dilontarkan: Keahlian apa yang dimilikinya, bidang apa  yang dikuasainya, profesi apa yang ditekuninya, pekerjaan apa yang selalu dilakukannya, serta kemahiran-kemahiran  apa yang berhasil diperoleh dalam waktu yang  cukup  panjang dalam hidupnya dan sangat berperan dalam mencari penghidupan? Aspek ini juga memiliki peran yang besar  dalam usaha manusia untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesuksesannya.

Aspek ketiga: Aspek hubungan dengan sesama manusia. Aspek ini berkaitan dengan sifat manusia dalam  berinteraksi dengan masyarakat: Apakah ia seorang yang bersifat terbuka, keras, elastis, ataukah selalu berhati- hati? Apakah ia memiliki kemampuan dan pengalaman yang tinggi untuk memahami kejadian-kejadian, berbagai permasalahan dan berbagai macam tipe manusia, ataukah kemampuannya dalam hal-hal tersebut rendah? Apakah ia memiliki sifat toleran dan pandai bergaul ataukah ia seorang yang sulit berinteraksi dengan orang lain dan  tidak penyabar? Aspek ini juga mempunyai peran  yang  sangat penting dan menentukan dalam usaha manusia untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesuksesannya

Dari ketiga aspek tersebut, lahirlah 10 kebiasaan pribadi sukses. Setiap aspek melahirkan  beberapa  kebiasaan (Lihat gambar 3, 4, dan 5).

Dari aspek pandangan hidup (visi), lahir 4 macam kebiasaan, yaitu:

1- Berusaha untuk mencapai keunggulan 2- Menentukan tujuan

  • Membuat rencana
  • Menyusun prioritas

Dari aspek keahlian, lahir 3 macam kebiasaan, yaitu: 1- Kosentrasi (fokus)

  • Manajemen waktu
  • Berjuang melawan diri sendiri

Sedangkan dari aspek hubungan dengan sesama manusia, muncul beberapa kebiasaan, yaitu:

  • Keahlian berkomunikasi

Berfikir positif (positive thinking) 3- Moderat (seimbang)

Pada dasarnya terdapat keterkaitan yang sangat besar antara aspek-aspek ini, sebagaimana juga terdapat keterkaitan antara 10 kebiasaan tersebut. Tetapi saya sengaja mengelompokkannya demikian dengan tujuan untuk mempermudah proses pengkajian, sehingga kesepuluh  kebiasaan tersebut mudah difahami dan diingat oleh semua orang.

Berdasarkan pengelompokkan di atas, masing-masing kelompok kebiasaan difokuskan untuk membangun dan memperkuat salah satu aspek kepribadian manusia.

Kelompok-kelompok kebiasaan tersebut bertanggung  jawab atas kesuksesan dan keberhasilan masing-masing aspek yang menjadi induknya. 4 kebiasaan pertama bertujuan untuk membangun kepribadian manusia dari aspek pandangan hidup.

3 kebiasaan lainnya (kosentrasi, manajemen waktu, dan berjuang melawan diri sendiri) bertujuan untuk membangun kepribadian manusia dari aspek keahlian. Sedangkan 3 kebiasaan terakhir (keahlian berkomunikasi, berfikir positif, dan moderat) dilakukan guna  membangun  kepribadian dari aspek hubungan dengan sesama manusia. Ketiga aspek yang terakhir ini bertanggung jawab atas keunggulan dan kesuksesan yang biasa kita peroleh dalam berinteraksi dengan sesama manusia 

Pada hakekatnya, ketiga aspek  utama  tersebut terdapat dalam diri setiap orang, akan tetapi –terkadang- ada perbedaan kadar untuk masing-masing aspek yang dimiliki. Terkadang seseorang memiliki kepandaian  yang luar biasa dalam berinteraksi dengan sesama manusia,  tetapi ia mengeluh karena aspek pandangan hidupnya (visi) tidak kuat atau ia tidak memiliki tingkat keahlian yang tinggi yang dibutuhkan guna mencapai kesuksesan dalam pekerjaannya. Ada pula seseorang yang memiliki tingkat keahlian tinggi dan pengetahuan tertentu yang berkaitan dengan profesinya, tetapi ia tidak pandai berinteraksi dengan sesama manusia serta memiliki pandangan hidup yang lemah.

Tidak diragukan lagi bahwa  keseimbangan  antara ketiga aspek tersebut merupakan sesuatu yang  harus ada jika kita ingin membangun kepribadian yang sempurna. Keseimbangan ini dapat diwujudkan dengan mengikat setiap aspek dengan kebiasaan-kebiasaan yang berada di bawahnya. Dari sini, maka dapat dikatakan bahwa ketika 10 kebiasaan pribadi sukses itu telah dipelajari, difahami, dilatih   dan dibiasakan, maka 10 kebiasaan tersebut merupakan implementasi dari aspek keseimbangan yang sangat  dibutuhkan oleh manusia dalam mewujudkan kesuksesan dan kebahagiaan baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadinya.

Lalu dimanakah posisi Anda sekarang? Tidak diragukan lagi bahwa kesuksesan yang telah Anda raih pada masa-masa lalu pasti tidak lepas dari salah satu aspek atau lebih dari ketiga aspek tersebut. Apakah kesuksesan Anda itu lebih berkaitan dengan pandangan hidup Anda, ataukah  dengan aspek keahlian, ataukah dengan aspek  hubungan  antar sesama manusia, ataukah berkaitan dengan beberapa

kebiasaan yang berasal dari ketiga aspek tersebut secara keseluruhan? Jika yang benar adalah kemungkinan terakhir, lalu apakah kadar untuk masing-masing aspek tersebut sama ataukah berbeda?

Bisa jadi seorang insinyur, dokter atau guru – misalnya- menganggap bahwa kesuksesannya lebih terkait dengan tingkat keahlian atau pengetahuannya mengenai  bidang yang ditekuninya. Seorang ahli administrasi menganggap bahwa kesuksesannya lebih terkait dengan aspek pandangan hidupnya. seorang politikus berpendapat bahwa kesuksesannya itu lebih disebabkan karena kepandaiannya dalam berinteraksi dengan orang lain, dan seorang  bisnisman berpendapat bahwa kesuksesannya terkait dengan ketiga aspek tersebut secara keseluruhan meskipun dengan kadar yang berbeda sesuai dengan situasi dan kondisi.  Tidak diragukan lagi bahwa setiap aspek dari ketiga aspek tersebut memiliki pengaruh terhadap kesuksesan manusia, sehingga salah seorang dari kita mungkin dapat merealisasikan kesuksesannya dengan memiliki salah satu aspek saja, akan tetapi kesuksesan yang sempurna dan seimbang yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan seorang manusia, baik kebutuhan-kebutuhan pribadi  maupun  sosialnya sehingga ia dapat diterima di  masyarakat,  adalah kesuksesan yang mencakup ketiga aspek secara keseluruhan. Yang dimaksud dengan keseimbangan di sini bukan berarti kadar untuk masing-masing aspek selalu sama atau setara, tetapi yang dimaksud dengan keseimbangan itu adalah mewujudkan suatu perimbangan  yang  bersifat personal dengan tidak melupakan salah satu aspek ataupun menjadikan aspek yang satu jauh lebih besar daripada aspek-aspek lainnya. Perimbangan di sini  –sebagaimana  saya sebutkan di atas- adalah perimbangan yang bersifat personal, dengan demikian tidak ada seorang  pun  yang dapat memberitahukan kepada Anda bahwa yang Anda butuhkan

adalah keseriusan dan ketekunan dalam hal berinteraksi dengan orang lain, sebagaimana tingkat keahlian dan kemampuan Anda dalam bidang yang Anda tekuni merupakan sesuatu yang penting dan menentukan, akan tetapi pada  salah satu fase dari perjalanan karir Anda, hal tersebut terkadang tidak menjadi satu-satunya jalan untuk menuju kesuksesan.

Oleh karena itu, pada kondisi-kondisi tertentu dalam salah satu fase kehidupannya, seorang manusia terkadang harus lebih memfokuskan pada salah satu aspek dari ketiga aspek tersebut. Sebagai contoh, seorang mahasiswa pascasarjana memandang bahwa memfokuskan  diri  pada masalah penelitian, studi dan upaya mendalami spesialisasinya merupakan prioritas utama. Seorang politikus yang ingin memperoleh dukungan dari rakyat menganggap bahwa aspek hubungan dengan sesama manusia adalah lebih penting daripada aspek-aspek lainnya. Sedangkan seorang bisnisman, dengan adanya arus  globalisasi dalam bidang ekonomi dan politik  yang  dihadapi oleh dunia, ia memandang perlu untuk memfokuskan diri pada aspek pandangan hidup dimana ia harus menelaah ulang tujuan-tujuan hidupnya, menyusun ulang prioritas- prioritasnya dan membuat perencanaan-perencanaan dengan metode yang berbeda.

Meskipun dalam beberapa kondisi terlihat tidak ada keseimbangan, akan tetapi dalam jangka  panjang,  kesuksesan yang sempurna dan seimbang itu  akan  menampakkan adanya perimbangan yang bersifat personal antara ketiga aspek tersebut, yaitu aspek  pandangan  hidup, keahlian dan hubungan dengan sesama manusia. Perimbangan semacam ini dapat diterima oleh seseorang dan dapat dirubahnya sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, dimana orang itu akan meyakini  bahwa  perimbangan tersebut sudah cukup untuk merealisasikan

kesuksesan yang diharapkannya, baik kesuksesan dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadinya.

Dari kerangka pemikiran semacam itu, maka buku “10 Kebiasaan Pribadi Sukses” ini pun  mencoba  untuk memberikan pandangan yang bersifat  menyeluruh  dan seimbang tentang kepribadian Anda, penilaian terhadap kesuksesan Anda, dan sebab-sebab kegagalan Anda, sebagaimana buku ini juga menyuguhkan kepada  Anda  sejumlah mekanisme dan kepandaian yang  dapat  membantu Anda dalam membentuk aspek-aspek yang sangat menentukan kesuksesan Anda. Buku ini juga menyajikan kepada Anda  suatu penilaian tentang titik-titik kekuatan  dan  kelemahan yang ada dalam diri Anda, kemudian  membantu  Anda dalam memilih titik-titik yang menjadi fokus dalam kehidupan Anda. Jika Anda –misalkan- melihat bahwa di antara titik-titik kelemahan Anda adalah tingkat keahlian yang Anda miliki, maka Anda dapat mengkosentrasikan perhatian Anda pada kebiasaan-kebiasaan yang dapat meningkatkan aspek keahlian dan lebih memprioritaskannya daripada kebiasaan-kebiasaan lainnya. Jika Anda memandang perlu untuk memperkuat semua aspek secara  keseluruhan dalam kehidupan Anda, maka Anda harus melakukan 10 kebiasaan tersebut seluruhnya. Anda harus mempelajari dan memahaminya serta melatih diri untuk melakukannya.

Sejumlah kajian psikologis mengindikasikan bahwa manusia membutuhkan waktu 3 minggu untuk merubah suatu kebiasaan kecil (sederhana) guna membiasakan diri dengan kebiasaan yang baru. Jika demikian halnya, maka berapakah waktu yang dibutuhkan untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan yang besar seperti 10 kebiasaan pribadi sukses ini?  Sebagai contoh, ambillah masing-masing kebiasaan, lalu berilah perhatian khusus dan alokasikanlah waktu yang dibutuhkan untuk melakukannya. Mungkin  sebagian  orang dari kita akan membutuhkan sekitar beberapa minggu atau

bahkan beberapa bulan untuk melakukannya, dimana dengan waktu tersebut mereka mulai membiasakan BandarQ diri untuk melakukan satu kebiasaan secara rutin. Ingatlah apa yang pernah kami sebutkan pada penjelasan mengenai pembentukan kebiasaan, dimana suatu kebiasaan dibentuk oleh 3 unsur yang saling terkait, ketiga unsur tersebut adalah: unsur pengetahuan (apa yang harus dilakukan), keahlian  (bagaimana melakukannya), dan keinginan (motivasi atau dorongan untuk melakukan). Tanpa adanya ketiga unsur ini secara keseluruhan, maka kita tidak dapat  mengatakan  bahwa kita telah terbiasa dengan suatu kebiasaan.

 

Latihan Berfikir dan Memperhatikan

Pada halaman-halaman sebelumnya, Anda telah membaca tentang kerangka umum dari kesuksesan, dan Anda telah mengetahui bahwa kerangka tersebut terdiri dari 3 aspek. Tulislah secara singkat definisi dari ketiga aspek tersebut!

Aspek pandangan hidup: ... Aspek keahlian: ...

Aspek hubungan dengan sesama manusia: ...

 

Evaluasi Diri

Lakukanlah evaluasi terhadap diri Anda sendiri dalam kaitannya dengan Poker Online pengaplikasian 10 kebiasaan pribadi sukses. Bacalah pernyataan-pernyataan di bawah ini, kemudian berilah tanda (X) pada angka yang Anda yakini dapat menggambarkan penilaian Anda atas diri  Anda  sendiri. Setiap pernyataan menggambarkan salah satu kebiasaan dari 10 kebiasaan tersebut. Angka 1 merupakan nilai yang rendah sekali, sedangkan nilai 10 merupakan nilai yang tertinggi.

Pernyataan

Nilai

1.

Saya

berusaha

untuk

selalu

unggul

1 2 3 4 5 6 7 8

baik dalam hal menjalin hubungan dengan Tuhan, dalam  pekerjaan maupun dalam berinteraksi dengan

orang lain.

9

10

 

 

 

 

 

 

2.

Saya memiliki tujuan-tujuan yang jelas dan tertentu, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam

pekerjaan.

1

9

2

10

3

4

5

6

7

8

3.  Saya  memiliki  rencana  dan      program kerja           yang         saya   buat          guna

mewujudkan tujuan-tujuan saya.

1

9

2

10

3

4

5

6

7

8

4. Susunan prioritas dari pekerjaan- pekerjaan saya sangat jelas, baik pekerjaan-pekerjaan harian,

mingguan maupun bulanan.

1

9

2

10

3

4

5

6

7

8

5. Saya memiliki kemampuan tinggi untuk berkosentrasi baik dalam menjalani pekerjaan, profesi maupun tugas-

tugas.

1

9

2

10

3

4

5

6

7

8

6. Saya mengatur waktu dengan efektif, baik   dalam   menjalani       kehidupan

pribadi maupun pekerjaan.

1

9

2

10

3

4

5

6

7

8

7.

Saya berhasil menguasai diri, memegang kendalinya dan memaksanya untuk melakukan tugas-tugas yang

sulit.

1

9

2

10

3

4

5

6

7

8

8.

Saya  dapat  memberikan  pengaruh  dan

meyakinkan orang lain.

1

9

2

10

3

4

5

6

7

8

9.

Saya   selalu   berfikir   positif,

menghargai  orang  lain  dan            berbaik sangka kepada mereka.

1

9

2

10

3

4

5

6

7

8

10.   Saya   berfikir   secara   seimbang,

bekerja  secara  seimbang, dan  hidup

1

9

2

10

3

4

5

6

7

8

secara seimbang.

 

 

BAGIAN KETIGA DASAR PIJAKAN

 

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Fushshilat: 33).

Katakanlah, ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’ Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjuangan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.” (al-Kahfi: 103- 105).

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (al-Dzâriyât: 56).

 

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang akan menerima (balasan) sesuai dengan niatnya.” (HR.Bukhari Muslim).

 

DASAR PIJAKAN

 

Sebelum kita mengkaji secara terperinci mengenai setiap kebiasaan dari 10 kebiasaan pribadi  sukses, alangkah baiknya jika kita menjelaskan terlebih dahulu tentang dasar-dasar, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang menjadi pijakan bagi kebiasaan-kebiasaan tersebut. Karena kesepuluh kebiasaan tersebut bertolak dari dasar-dasar,

nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam, serta  berangkat dari pandangan Islam terhadap manusia, alam semesta, dan kehidupan, maka kita pun perlu mengetahui bagaimana pandangan Islam terhadap manusia? Apa tujuan dari keberadaan dan kehidupan manusia? Dan apa standar utama yang harus menjadi kendali bagi semua usaha, prestasi dan keinginan manusia?

Dalam kajian-kajiannya yang inovatif dan renungan- renungannya yang teliti dalam bukunya “Sistem Pendidikan Islam”, Ustadz Muhammad Quthub telah memaparkan tentang perbedaan antara pandangan Islam terhadap manusia dengan pandangan filsafat-filasat kemasyarakatan lainnya seperti filsafat liberal Barat. Ia menjelaskan,

“Di saat semua sistem pendidikan  konvensional memiliki tujuan yang serupa, meskipun ada  perbedaan  sarana yang digunakan untuk merealisasikannya karena  adanya perbedaan lingkungan, faktor historis, sosial, politik dan lain sebagainya, kita menemukan bahwa sejak awal munculnya, Islam telah memiliki tujuan dan corak pendidikan yang berbeda. Sebagaimana diketahui, semua sistem pendidikan konvensional tersebut bertemu pada satu titik tujuan yaitu menciptakan seorang “warga negara yang baik”, meskipun kemudian terjadi perbedaan pandangan di antara berbagai bangsa mengenai kriteria dan sifat-sifat warga negara yang baik itu. Menurut sebagian bangsa, mungkin yang dimaksud dengan warga negara yang  baik  adalah seorang tentara yang siap dan selalu bersemangat setiap saat, baik ketika hendak melakukan penyerangan maupun ketika mengusir musuh. Sementara bangsa lain  mungkin berpendapat bahwa warga negara yang baik adalah seorang yang baik, suka berdamai, tidak suka memusuhi siapapun dan tidak suka dimusuhi. Terkadang ada pula yang berpendapat bahwa warga negara yang baik adalah seorang ahli ibadah yang meninggalkan kehidupan duniawi dan

menjauhkan diri dari permusuhan yang terjadi di muka bumi ini. Di samping itu, ada pula yang berpendapat bahwa   warga negara yang baik adalah orang yang cinta kepada  tanah airnya dan bangga dengan kewarganegaraannya, serta masih banyak lagi penafsiran-penafsiran lain mengenai  warga negara yang baik.

Berbeda halnya dengan Islam, ia tidak  membatasi tujuan pendidikan pada sekup yang sempit, karena ia tidak berusaha menciptakan “warga negara yang baik” tetapi ia berusaha merealisasikan tujuan yang lebih besar dan lebih menyeluruh yaitu menciptakan “manusia yang baik (shaleh)” secara muthlak.” (Manhaj al-Tarbiyyah  al-Islâmiyyah,  jilid 1, hal. 13, penerbit Dâr al-Syurûq, Mesir)

Lalu, bagaimana dengan pandangan agama yang agung   ini mengenai “manusia yang baik” itu? Apa kriteria- kriterianya, dan apa aturan-aturan penting yang mengatur keselarasan hidupnya? Dalam hal ini, Islam tidak  membiarkan kita dalam kebingungan tanpa memberikan penjelasan mengenai sosok manusia yang  baik.  Dalam konteks ini, Ustadz Muhammad Quthub menjelaskan, “Dalam merealisasikan programnya yaitu menciptakan manusia yang baik, Islam tidak membiarkan manusia dalam kebingungan, dimana setiap orang akan memberikan persepsi  sesuai  dengan hawa nafsunya, tetapi Islam telah menjelaskan  kepada mereka tentang karakteristik-karakteristik manusia yang baik tersebut. Lalu Islam juga memberikan gambaran tentang manhaj (metode) yang bisa mengantarkan mereka kepada tujuan tersebut.

Yang dimaksud dengan manusia yang baik itu adalah manusia yang paling bertakwa sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT, “Sesungguhnya orang yang paling mulia   di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.” (al-Hujurât: 13). Ia adalah manusia yang menyembah Allah dan mengamalkan firman-Nya

yang berbunyi, “Dan Aku tidak menciptakan  jin  dan  manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (al- Dzâriyât: 56) dan ia adalah manusia yang mengikuti petunjuk-Nya sebagaimana firman Allah SWT, “Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada  kekhawatiran  atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (al- Baqarah: 38). Lalu, ia menjadikan petunjuk Allah ini sebagai manhaj hidupnya, manhaj perasaannya, dan manhaj perilakunya. Ia tidak mau mengambil dari  sumber  yang lain. Secara umum, ia adalah manusia yang memenuhi syarat-syarat sebagai khalifah Allah di muka bumi sebagaimana yang tersirat dalam firman Allah, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’” (al-Baqarah: 30).

“Sistem-sistem lain selain Islam  merupakan  salah satu dari 2 kelompok: Kelompok pertama adalah sistem yang menghubungkan manusia dengan Tuhan dengan tujuan agar ia meninggalkan bumi, kesenangan-kesenangan dan perjuangan yang ada di dalamnya. Sedangkan kelompok kedua adalah sistem yang menghubungkan manusia dengan bumi dengan  tujuan agar ia dapat menikmati kesenangan-kesenangan yang ada di dalamnya, berjuang untuk mendapatkan kesenangan- kesenangan tersebut, memakmurkan bumi dan meninggalkan Allah SWT. Dalam hal ini, Islam adalah  satu-satunya  sistem yang menghubungkan manusia dengan Allah dengan tujuan agar ia dapat memperbaiki keadaannya di muka bumi serta dapat mengatur hidupnya, sehingga ia dapat berjalan di muka bumi dengan jasmaninya guna menuju ke langit  dengan rohaninya”, (ibid, hal. 16-17).

Dari sini muncul satu pertanyaan: “Di bawah naungan dasar-dasar yang agung, nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam serta makna ‘ubudiyyah (penghambaan diri), hidayah,

takwa, dan istiqamah yang terkandung  didalamnya,  bagaimana kita dapat memindahkan konsep-konsep ini  ke dalam perilaku kita sehari-hari?”

Saya yakin bahwa jawaban atas pertanyaan tersebut dapat terjawab jika kita memahami dan mengaplikasikan 2 konsep besar mengenai kehidupan seorang muslim. Kedua konsep tersebut adalah:

Pertama: Membangun risalah (tujuan) hidup yang jelas.

Kedua : Berinteraksi secara aktif dengan kondisi-kondisi zaman dan tempat guna merealisasikan tujuan tersebut.

Yang saya maksud dengan risalah di sini adalah nilai-nilai penting yang Anda harapkan dapat mengarahkan kehidupan Anda (apa yang seharusnya), sedangkan yang dimaksud interaksi aktif adalah upaya untuk mengubah nilai-nilai tersebut menjadi amalan-amalan praktis serta upaya untuk menghadapi tantangan-tantangan zaman, tempat, dan kondisi (apa yang terjadi di dunia realita).

Pada hakekatnya, upaya untuk membangun visi dan misi yang jelas dan benar merupakan permulaan yang hakiki bagi usaha untuk merealisasikan kebahagiaan dan kesuksesan  dalam kehidupan manusia. Akan tetapi, permulaan ini membutuhkan adanya kebiasaan-kebiasaan lain guna mengoptimalkan dan merealisasikan tujuannya serta memindahkannya dari alam konsep atau alam nilai-nilai teoritis ke alam realitas.

Anda mungkin dapat berfikir sejenak dengan penuh konsentrasi guna memikirkan apa risalah hidup Anda, kemudian Anda dapat menulis sejumlah ungkapan  atau  kalimat yang berfungsi untuk menjelaskan  risalah  tersebut. Pada mulanya, mungkin Anda akan mengalami kesulitan, akan tetapi lambat laun Anda dapat keluar dari latihan ini dengan membawa sejumlah  pemikiran  yang menarik dimana Anda dapat mengembangkannya sesuai dengan

perkembangan zaman, hingga pada akhirnya Anda  dapat  sampai pada sebuah bentuk risalah yang dapat diterima  dalam kehidupan Anda. Risalah (tujuan utama) hidup seseorang mungkin akan berbeda dengan risalah hidup orang lain, hal ini disebabkan oleh beberapa  faktor  diantaranya: tingkat keilmuan (pendidikan), usia, pengalaman kerja, lingkungan, kondisi-kondisi yang ada di sekitarnya, dan lain sebagainya.

Anda dapat menulis risalah hidup Anda dengan satu kalimat saja yang tidak lebih dari satu baris. Anda juga dapat membuatnya dalam beberapa kalimat atau pernyataan- pernyataan yang tidak lebih dari setengah halaman.

 

Contoh-contoh Motto Hidup Motto hidup Saya (seorang profesor) adalah:

  • Ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT dan berusaha mengimplementasikannya dalam setiap
  • Memperhatikan keluarga serta mengalokasikan waktu dan usaha yang banyak untuk keperluan
  • Berprestasi dalam pekerjaan, menghormati teman-teman Saya, serta ikhlas dalam mengajar dan mendidik murid- murid
  • Menghiasi diri dengan akhlak yang mulia serta berinteraksi dengan sesama manusia dengan cara yang Saya harapkan mereka juga menggunakannya ketika berinteraksi dengan

 

Motto hidup Saya (seorang bisnisman) adalah:

  • Ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT dan berusaha untuk selalu menerapkan nilai tersebut dalam setiap pekerjaan.
  • Menggunakan manajemen yang benar guna mengembangkan usaha Saya dan membangkitkan semangat para pegawai,

sehingga tujuan-tujuan yang dicita-citakan dapat terwujud.

  • Sabar dalam berjuang dan melakukan pekerjaan rutin, hal ini dimaksudkan untuk merealisasikan kesuksesan dengan tetap menjaga
  • Mengalokasikan waktu secukupnya dan perhatian yang semestinya kepada istri dan anak-anak
  • Mengeluarkan sebagian keuntungan Saya untuk membangun masjid-masjid, membantu orang-orang yang membutuhkan, menginfakkan sebagian harta Saya untuk hal-hal yang baik dan memberikan pelayanan kepada

 

Motto hidup Saya (seorang siswa di Sekolah Menengah Umum) adalah:

  • Ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT dan menjaga shalat tepat pada waktunya secara berjama’ah.
  • Berbakti kepada orang tua, taat dan memperlakukan mereka dengan baik, serta memberikan pelayanan kepada mereka.
  • Giat dan bersungguh-sungguh dalam
  • Menyalurkan hobi-hobi Saya baik dalam bidang olahraga maupun permainan dengan syarat tidak akan menganggu tugas-tugas Saya yang

 

Motto hidup Saya (seorang pegawai di sebuah perusahaan) adalah:

  • Memperoleh ridha Allah SWT, ridha para pimpinan, dan ridha para karyawan
  • Berprestasi dalam pekerjaan, menghormati rekan-rekan kerja, serta bekerja sama dengan mereka dalam rangka menjaga citra perusahaan dan memperoleh
  • Mewujudkan kebahagiaan bagi istri dan kesuksesan bagi anggota-anggota keluarga

 

Motto hidup Saya (seorang ibu rumah tangga) adalah:

  • Ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT dan berusaha mengimplementasikannya dalam setiap urusan kehidupan Saya.
  • Memperoleh ridha suami, mewujudkan kebahagiaannya, memperhatikan anak-anak Kami dan menciptakan suasana rumah tangga yang penuh dengan rasa cinta, saling memahami dan penuh
  • Memberikan pengabdian kepada tanah air melalui organisasi-organisasi kewanitaan yang Saya

 

Inilah sejumlah motto hidup dari berbagai kalangan masyarakat. Dari motto-motto tersebut, Anda dapat melihat adanya perbedaan antara motto seseorang dengan  motto  orang lainnya sesuai dengan perbedaan usia, perhatian dan kondisi masing-masing. Tetapi titik temu dari semua motto tersebut adalah adanya kesamaan dalam mengungkapkan perhatian dan hal terpenting dalam kehidupan manusia. Sebagaimana telah Saya sebutkan di atas, sebuah motto  dapat terdiri dari beberapa ungkapan atau kalimat, dan dapat juga terdiri dari satu ungkapan saja yang tidak  lebih dari satu baris, seperti:

  • Mewujudkan kebahagiaan di dunia dan
  • Memberikan hak-hak Allah, manusia lain, dan diri sendiri.
  • Mewujudkan penghambaan diri kepada Allah SWT serta mewujudkan kebahagiaan dan kesuksesan baik dalam pekerjaan, dalam keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Berfikir secara mendalam mengenai bentuk  dari  risalah hidup Anda mungkin sebuah latihan yang sangat mengsyikkan. Akan tetapi, ketika Anda mulai menggoreskan pena untuk menulis risalah tersebut, maka akan tertumpah

semua pikiran dan perhatian Anda, sehingga  Anda  akan masuk ke dalam sebuah perjalanan pemikiran yang menarik. Tidak diragukan lagi bahwa yang pertama kali terdetik  dalam benak Anda adalah tujuan dari keberadaan Anda dalam kehidupan ini. Saya tidak yakin bahwa seorang muslim yang berakal akan mengalami kesulitan dalam menentukan tujuan tersebut, sebab sejak kecil ia telah mengetahui bahwa tujuan dari hidupnya adalah mewujudkan penghambaan diri kepada Allah SWT. Ia mengetahui bahwa Allah telah menciptakan kita untuk sebuah tujuan. Ia juga mengetahui bahwa Allah telah menjadikan kita sebagai khalifah  di  muka bumi dengan tujuan agar kita dapat memakmurkannya   dan dapat mewujudkan tujuan-tujuan semua makhluk melalui pemakmuran bumi tersebut. Tidak diragukan lagi bahwa akan terdetik dalam benak seorang muslim sebuah ayat suci yang berbunyi, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku” (al-Dzâriyât: 56)”.  Ini  adalah konsep-konsep yang bersifat aksiomatis tetapi  sangat mendalam dan dapat mempengaruhi alur pikiran Anda dalam membuat motto hidup Anda sendiri. Apakah Anda dapat membayangkan motto hidup Anda tanpa meletakkan konsep ‘ubudiyyah dan ikhlas dalam beribadah kepada Allah dalam benak Anda terlebih dahulu? Apakah Anda dapat menulis  motto hidup Anda tanpa membayangkan terlebih dahulu mengenai kematian dan fase kehidupan setelah kematian tersebut? Saya yakin Anda tidak dapat melakukannya.

Dari studi dan pengamatan Saya terhadap nilai-nilai agama kita yang agung ini, saya menemukan bahwa arahan terbesar yang bertujuan untuk membantu manusia dalam menulis motto hidupnya adalah sebuah riwayat yang sangat populer yaitu, “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok.”

Ciri-ciri Motto Yang Bagus

Ketika Anda menulis motto hidup, maka Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Motto Anda harus mencerminkan nilai-nilai Islam yang terpenting.
  • Motto tersebut harus mencerminkan perhatian dan prioritas Anda, baik dalam kehidupan pribadi, rumah tangga, kehidupan bermasyarakat, pekerjaan maupun tugas-tugas
  • Motto tersebut harus singkat sehingga mudah difahami dan diingat, yaitu dengan ditulis dalam satu kalimat atau beberapa
  • Motto tersebut harus dibuat oleh Anda sendiri, dan usahakan tidak meminta bantuan kepada orang
  • Motto Anda harus menjadi dasar pijakan bagi 10 kebiasaan yang sangat dibutuhkan dalam mewujudkan kebahagiaan dan

Ketika Anda menulis motto hidup untuk pertama  kalinya, mungkin Anda akan mengalami sejumlah kesulitan, karena hal tersebut memang membutuhkan daya fikir yang mendalam atau mungkin membutuhkan adanya beberapa kali perbaikan untuk sampai pada hasil akhir. Jika Anda merasakan hal semacam itu, maka jangan gelisah. Sebab, sebagian orang terkadang perlu waktu beberapa minggu atau bahkan lebih untuk mendapatkan motto hidup yang  bagus. Bisa jadi ketika Anda menulis sebuah motto hidup, Anda sangat tertarik dengan motto tersebut, tetapi beberapa  hari atau beberapa minggu kemudian Anda akan berubah pikiran. Motto yang bagus tidaklah berbeda dengan latihan-latihan akal lainnya yang juga bagus,  dimana  untuk mendapatkannya dibutuhkan upaya menyelami seluk  beluk jiwa secara serius guna mengenali prioritas- prioritas terpenting, nilai-nilai terpenting, dan prinsip-prinsip terpenting yang dapat menggambarkan

sejumlah acuan bagi perilaku kita dalam kehidupan ini dan dapat mengarahkan kita ke arah yang benar.

 

Apa manfaat menyusun motto hidup?

Pada dasarnya, ada beberapa manfaat yang dapat Anda peroleh ketika Anda menyusun sebuah motto hidup, diantaranya adalah:

  • Motto tersebut dapat membantu Anda dalam menentukan nilai-nilai, prinsip-prinsip dan konsentrasi- konsentrasi penting yang Anda harapkan dapat menjadi payung bagi kehidupan
  • Dapat membantu Anda dalam mengkosentrasikan perhatian Anda untuk melakukan hal-hal yang menjadi prioritas- prioritas utama dalam kehidupan
  • Dapat membantu Anda dalam menentukan tujuan-tujuan kehidupan Anda dan memberikan gambaran tentang metode- metode yang bisa digunakan untuk mewujudkan tujuan- tujuan
  • Dapat membantu Anda dalam menyeimbangkan berbagai prioritas

Mungkin salah seorang dari kita akan bertanya,  “Apakah tidak cukup bagi saya untuk mengetahui dan membayangkan motto saya dalam pikiran saja, ataukah saya harus menyusun dan menulisnya?”

Pada dasarnya, tulisan merupakan satu hal  yang  sangat penting karena ia dapat menjadikan Anda  akan  selalu berhadapan dengan sebuah dokumen tertulis dan sejumlah ide atau  konsep yang tersusun rapi, karena itu  ia akan selalu mengingatkan Anda pada ide-ide atau konsep-konsep tersebut.

Motto Keluarga

Selain perorangan, motto juga dapat dibuat oleh keluarga, yaitu dengan cara mendiskusikannya dengan semua anggota keluarga guna mencapai sebuah bentuk motto yang dianggap sebagai motto khusus bagi keluarga tersebut. Ketika saya masih mengajar di Universitas King Sa’ud, ada salah seorang teman saya yang berhasil membuat motto keluarga yang sangat bagus bersama dengan para anggota keluarga lainnya, tetapi menurutnya, mereka baru bisa membuat motto tersebut setelah beberapa  bulan.  Sebenarnya, lamanya waktu yang dibutuhkan teman saya itu untuk membuat sebuah motto keluarga bukanlah disebabkan karena sedikitnya pengetahuan atau kurangnya semangat, tetapi lebih disebabkan karena sebagian anggota  keluarganya tidak menyetujui pembuatan motto tersebut, terutama sang istri yang belum memahami pentingnya motto keluarga dan hanya menganggapnya sebagai sebuah latihan pikiran yang tidak bermanfaat. Tetapi  akhirnya,  teman saya itu berhasil meyakinkan isterinya. Dan meskipun sang isteri belum menerima sepenuhnya, akan tetapi pada  akhirnya ia dapat merasakan manfaat dari motto tersebut terutama bagi anak-anaknya. Karena itulah, maka  ia pun  mau mempelajari dan mendiskusikan motto yang dibuat  bersama anggota-anggota keluarga lainnya. Akhirnya, keluarga itu pun berhasil mendapatkan sebuah motto yang layak untuk dibaca dan dipelajari.

Motto tersebut berbunyi: “Insya  Allah,  motto keluarga kami dalam kehidupan ini adalah sebagai berikut:

  • Kami akan menjadi keluarga yang taat kepada perintah- perintah agama, menjauhi larangan-larangannya dan beribadah secara ikhlas kepada
  • Kami akan bekerja sama dan tolong menolong dalam kebaikan, ketakwaan, dan menciptakan rumah tangga yang

saling mencintai, saling memahami dan penuh dengan kedamaian.

  • Orang yang kecil di antara kami akan menghormati yang besar (lebih tua), sedangkan yang besar di antara kami akan menyayangi yang
  • Kami akan menjaga perabot-perabot dan harta milik kami serta menjaga kebersihan rumah
  • Kami akan berusaha untuk mencapai keunggulan dalam studi dan pekerjaan
  • Kami akan menghormati semua anggota keluarga, dan sebagian dari kami tidak akan mengangkat suara ataupun tangannya untuk melawan sebagian yang

Motto semacam ini merupakan motto yang menarik dan mencerminkan kepentingan-kepentingan dan sejumlah  prioritas terpenting bagi semua anggota keluarga. Satu   hal yang paling menarik dari motto tersebut adalah proses pembuatannya yang dilakukan dengan melakukan musyawarah antar anggota keluarga. Dalam hal ini, terdapat pelajaran yang besar bagi anak-anak, baik laki-laki maupun  perempuan, dimana mereka dapat belajar mengenai cara bekerja dalam satu team atau bekerja sama dalam melaksanakan sebuah proyek bersama. Melalui latihan ini, mereka juga dapat belajar mengenai cara-cara  membuat  motto pribadi sehingga mereka dapat membuatnya sendiri di waktu-waktu mendatang.

 

Motto Perusahaan atau Yayasan

Sebuah perusahaan, yayasan, lembaga,  organisasi,  atau apapun bentuknya, dapat juga membuat motto khusus dengan tujuan agar dapat dijadikan sebagai pedoman, prinsip-prinsip, dan nilai-nilai yang dapat mengarahkan usaha dan aktifitas para pegawai dalam rangka mewujudkan tujuan-tujuan perusahaan. Selain itu, motto tersebut juga dapat menjadi konsensus bersama di antara para pegawai.

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa adanya motto perusahaan atau team kerja dapat meningkatkan produksi, kepuasaan jiwa, semangat kerja sama, dan hasil-hasil positif lainnya. Oleh karena itu,  tidak  sedikit perusahaan atau yayasan yang memiliki keinginan  kuat  untuk membuat motto khusus yang dapat menggambarkan prioritas-prioritas utamanya serta menampakkan berbagai nilai dan perhatian utamanya. Di sini, saya akan  memberikan contoh motto yang dibuat oleh sejumlah perusahaan atau yayasan.

Motto Perusahaan Penerbangan Arab Saudi: “Menjadikan Penerbangan Arab Saudi sebagai tansportasi udara yang bertaraf internasional dan bercirikan Arab Saudi. Memberi kepuasan kepada para pengguna dan menjadi sebuah  perusahaan yang memiliki perhatian tinggi kepada para pegawainya.”

Motto Lembaga Terjemah  “al-Qu’ayyid”:  “Menjadi sebuah lembaga yang istimewa di tingkat nasional yang memberikan pelayanan dalam bidang terjemah baik melalui tulisan maupun lisan, dan dapat memberikan pengalaman- pengalamannya kepada instansi-instansi pemerintah maupun swasta secara profesional dan dapat dipercaya.

Motto Dâr al-Ma’rifah Li al-Tanmiyyah al-  Basyariyyah: “Menjadi sebuah lembaga nasional yang

bergerak   di

bidang

bimbingan   dan

pelatihan   yang

memberikan

pelayanan

istimewa,

berpengalaman

internasional, merupakan perpaduan antara tradisional dan kontemporer, serta dapat memberikan pelayanan secara optimal, profesional dan ilmiah.”

 

Langkah-langkah Mempersiapkan Motto

Meskipun pada mulanya motto kehidupan Anda terlihat sangat jelas, akan tetapi upaya untuk membatasi dan menulisnya dalam satu kalimat atau lebih merupakan sebuah

pekerjaan besar dan prestasi individual yang sangat menarik. Di sini, saya akan memberikan langkah-langkah  yang dapat membantu Anda dalam mempersiapkan motto hidup Anda.

Langkah pertama: Berfikir

  • Fikirkanlah masalah pembuatan motto ini selama 2 atau

3 hari.

  • Alokasikanlah sebagian waktu Anda untuk memahami dan memikirkannya.
  • Lakukanlah negosiasi antara Anda dengan diri Anda sendiri.
  • Janganlah berfikir dengan menggunakan metode  yang Anda pakai dalam kehidupan Anda sekarang,  dan  hendaknya segala macam kondisi,  rintangan  dan tantangan yang Anda hadapi dalam kehidupan ini tidak mengacaukan pikiran
  • Jangan berfikir banyak tentang apa yang terjadi pada Anda sekarang, tetapi fokuskanlah perhatian pada apa yang seharusnya terjadi dan apa yang ingin Anda
  • Fikirkanlah dengan baik tentang nilai-nilai dan prinsip-prinsip penting serta  prioritas-prioritas utama yang akan menggerakkan dan mengarahkan kehidupan Anda.
  • Berusahalah untuk menampakkan nilai-nilai, prinsip- prinsip dan prioritas-prioritas tersebut sehingga akan nampak jelas di hadapan Anda dan hadir dalam pikiran Anda.

Langkah kedua: Menulis

  • Carilah waktu yang tepat dan duduklah seorang diri di tempat yang sepi sehingga tidak akan ada orang yang dapat mengganggu Anda selama –kira-kira- 2 jam, kemudian tulislah motto

  • Pada tahap pertama, tulislah ide-ide yang ada dalam pikiran Anda dalam bentuk point-point yang belum tersusun rapi, kemudian tulislah ide-ide tersebut  tanpa harus memikirkan urutan prioritas masing-masing.
  • Jika Anda mendapatkan sejumlah ide,  janganlah berhenti menulis. Anda dapat menulis 10 point,  20 point, atau bahkan jika Anda membutuhkan halaman baru untuk menulisnya, maka hal itu tidaklah menjadi 
  • Terkadang Anda membutuhkan pendapat-pendapat orang lain sebagai bahan pertimbangan, akan tetapi  usahakanlah agar Anda tidak mengikuti atau memindahkan pendapat-pendapat mereka ke dalam motto
  • Motto Anda harus benar-benar merupakan pandangan Anda dalam kehidupan
  • Jika Anda menemukan kesulitan dalam menentukan motto Anda, maka cobalah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
    • Nilai-nilai dan prinsip-prinsip apa yang harus Saya jadikan sebagai pedoman dalam hidup ini?
    • Siapa yang menentukannya?
    • Mengapa nilai-nilai  dan  prinsip-prinsip    tersebut penting bagi Saya?
    • Bagaimana Saya dapat menjadikannya sebagai pedoman hidup?
    • Apa manfaatnya dalam kehidupan ini?
    • Apa dampak-dampak yang akan muncul jika Saya tidak menjadikannya sebagai pedoman hidup?

Langkah ketiga: Menyusun

  • Lihatlah point-point yang telah Anda
  • Berusahalah untuk   menyusunnya              dari    mulai              yang terpenting, penting dan
  • Jika Anda  menemukan  adanya      pengulangan,     maka    Anda boleh

Langkah keempat: Meringkas

  • Lihatlah daftar yang telah Anda tulis dan susun, mungkin susunan tersebut terlalu
  • Jika lebih dari 10 point, maka susunan tersebut dianggap sangat panjang sehingga Anda akan mengalami kesulitan untuk mengingatnya di hari-hari
  • Pelajarilah kembali point-point tersebut, kemudian ringkaslah hingga menjadi setengahnya atau bahkan kurang dari setengahnya, kemudian bersiaplah untuk membuat

Langkah kelima: Bentuk Akhir

Pada langkah terakhir ini, Anda  dapat  meringkas motto Anda dalam satu kalimat yang dapat mewakili point- point tersebut. Semakin singkat, padat, dan jelas dalam pengungkapannya, maka motto Anda akan semakin mudah untuk diingat, difahami dan dicermati.

 

Contoh Mempersiapkan Motto Langkah pertama: Berfikir (perenungan)

Langkah kedua : Menulis (point-point ditulis secara acak, tanpa disusun).

Motto hidupku adalah sebagai berikut:

  • Melaksanakan shalat lima waktu secara
  • Mendidik anak-anak   dengan   baik           sesuai      dengan pendidikan
  • Menyambung tali
  • Melakukan hal-hal yang baik dan menjauhi hal-hal yang buruk.
  • Berinteraksi dengan  sesama  manusia              dengan  cara    yang baik, adil dan dengan akhlak yang
  • Memperlakukan istri  Saya  secara               hormat,      penuh               kasih sayang dan
  • Tampil unggul dalam
  • Melakukan pengabdian kepada agama dan

  • Menjadi seorang  muslim  yang  patuh         kepada   perintah- perintah agama dan menjauhi larangan-larangannya.

Langkah  ketiga:  Menyusun  point-point         tersebut (sesuai dengan urutan kepentingan dan prioritas).

  • Menjadi seorang  muslim  yang  patuh         kepada   perintah- perintah agama dan menjauhi larangan-larangannya.
  • Melaksanakan shalat lima waktu secara
  • Melakukan hal-hal yang baik dan menjauhi hal-hal yang buruk.
  • Berinteraksi dengan  sesama  manusia              dengan  cara    yang baik, adil dan dengan akhlak yang
  • Memperlakukan isteri secara hormat, penuh kasih sayang dan
  • Mendidik anak-anak   dengan   baik           sesuai      dengan pendidikan
  • Menyambung tali silaturahim. 8- Berprestasi dalam

9- Melakukan pengabdian kepada agama dan umat.

Langkah keempat: Meringkas

Anda dapat meringkas point-point tersebut dengan menjadikannya sebagai berikut:

  • Menjadi seorang muslim yang patuh kepada perintah- perintah agama dan menjauhi larangan-larangannya.
  • Menjalin tali silaturahim, memberikan pendidikan yang baik kepada keluarga, dan memperlakukan isteri secara hormat dan
  • Berprestasi dalam

Sebenarnya, point pertama sudah mencakup point-point lainnya yaitu (2,3,4 dan 9). Sebab, tidak diragukan lagi bahwa manusia yang patuh kepada agamanya, ia  akan melakukan hal-hal lain yang tercakup dalam point ini. Sedangkan point kedua sudah mencakup point-point  lain yaitu 5,6 dan 7, sebab point-point tersebut sangat

terkait erat dengan silaturahim, pendidikan  anak,  dan cara memperlakukan istri.

Langkah kelima: Bentuk akhir

Pada langkah ini, Anda dapat meringkas dan membuat motto Anda dengan satu kalimat yang singkat, yaitu: “Menjadi seorang muslim yang patuh kepada agama, memperhatikan keluarga dan kerabat, serta berprestasi  dalam pekerjaan.”

Demikianlah, mempersiapkan dan menulis motto hidup Anda merupakan sesuatu yang mudah dan dapat dibiasakan dalam waktu yang singkat. Ingatlah bahwa motto hidup Anda merupakan nilai-nilai dasar dan prinsip-prinsip moral  Anda, atau dengan kata lain, ia  adalah  undang-undang dasar dalam kehidupan Anda. Ketika sedang menulis motto  ini dengan baik dan dengan metode yang  dapat  menggambarkan harapan-harapan Anda, maka ingatlah bahwa Anda sedang melakukan pekerjaan yang besar, karena pada saat itu Anda telah menentukan sikap dan keinginan Anda akan hal-hal yang harus terjadi, atau dengan kata lain, Anda telah menentukan standar-standar utama yang akan menjadi ukuran bagi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian Anda.

Apakah yang menjadikan adanya  perbedaan  yang mencolok antar individu, baik dalam hasil maupun usaha  yang mereka lakukan guna mencapai prestasi? Apakah yang menyebabkan terjadinya perbedaan yang sangat jelas antara sejumlah yayasan atau lembaga? Mengapa terkadang sebagian lembaga terlihat loyo, malas, tidak memiliki visi yang jelas, dan memiliki semangat yang lemah,  sedangkan  lembaga yang lain sebaliknya? Pernahkah Anda melihat  sebuah yayasan atau lembaga, baik di kota maupun tempat tinggal Anda, yang memiliki keistimewaan dan berbeda  dengan yayasan atau lembaga lainnya. Lembaga  yang  memiliki semangat tinggi, hubungan antar pegawainya

sangat baik, tingkat kepuasaan kerja, sensitifitas, prestasi, dan kerja sama sangat tinggi. memiliki jiwa spiritual yang tinggi; lingkungan kerjanya sangat produktif, dan para pegawainya selalu siap untuk melaksanakan tugas dan pekerjaannya meskipun di luar jam kerja resmi?

Jika Anda menemukan lembaga semacam ini,  maka  carilah informasi mengenai mottonya. Sebab, motto yang jelas dapat membangkitkan semangat dan etos kerja, meningkatkan produksi, dan menciptakan hubungan  yang  baik. Motto dalam lembaga semacam ini terkadang tidak tertulis, melainkan hanya merupakan hal-hal dan kebiasaan-kebiasaan yang telah mereka sepakati dan telah menjadi konsensus di antara para pegawai.

 

Bagaimana motto semacam ini dapat terwujud?

Faktor penyebab terpenting dari adanya motto yang jelas adalah kepribadian pimpinan sebuah  lembaga. Terkadang seorang pimpinan atau direktur baru dari sebuah lembaga dapat merubah kondisi lembaga tersebut karena ia telah menghembuskan semangat baru ke dalamnya, yaitu  dengan mengarahkan pandangan para pegawainya kepada tujuan-tujuan tertentu atau nilai-nilai yang luhur. Ia kemudian membuat sejumlah rencana secara cermat guna mewujudkan tujuan-tujuan dan nilai-nilai tersebut, lalu merubah suasana kerja dengan memberikan berbagai macam dorongan, pengawasan, dan hubungan yang positif, serta memfokuskan diri pada upaya untuk merealisasikan hasil- hasil yang dikehendaki.

Meskipun ada sejumlah lembaga yang telah berhasil mencapai kesuksesan karena adanya faktor  kepemimpinan  yang baik, akan tetapi adanya penulisan motto dapat menjamin keberlangsungan kesuksesan tersebut, dapat memperpanjang masanya, dan dapat meminimalisir hasil-

hasil negatif yang muncul karena adanya pergantian kepemimpinan. Motto yang tertulis dapat mengarahkan semua komponen yang ada dalam sebuah lembaga untuk mematuhi standar-standar produksi dan menjaga hubungan baik, dapat memperjelas visi lembaga sehingga dapat dimengerti oleh semua pegawai, serta dapat mewujudkan sebuah konsensus di antara para pegawainya yang dapat mengarahkan perkataan  dan perbuatan mereka.

 

Motto Pribadi

Seorang manusia tidak dapat hidup di dunia ini tanpa memiliki sebuah motto yang dapat mengarahkan pikiran dan perilakunya.

 

Apa Motto Hidup Anda?

Yang saya maksud dengan motto di sini adalah nilai- nilai, idealita-idealita, dan prinsip-prinsip utama yang Anda harapkan dapat mengarahkan kehidupan Anda. Nilai- nilai apa yang Anda miliki? Aturan-aturan dan standar- standar moral apakah yang ingin Anda terapkan dan menjadi payung dalam kehidupan Anda? Bagaimana pandangan Anda terhadap kehidupan di sekitar Anda? Hal-hal  apa  yang dapat memberikan nilai lebih dalam kehidupan  Anda?  Menurut Anda, nilai-nilai apa yang sangat berarti bagi Anda, sehingga tanpa nilai-nilai tersebut kehidupan Anda tidak akan berarti?

Sebenarnya, setiap orang di antara kita  memiliki motto tertentu dalam kehidupan ini atau apa  yang  ia yakini sebagai motto. Ia juga memiliki pandangan yang muncul dari motto tersebut. Mottonya itu bisa  jadi  diambil dari orang lain atau diperoleh dari eksperimen   dan pengalamannya. Apapun sumbernya, pertanyaan  yang  dapat ia lontarkan kepada dirinya sendiri  berkaitan  dengan mottonya itu adalah: Apakah motto yang Anda buat

itu merupakan motto yang jelas dan benar? Jika termasuk motto yang jelas dan benar, apakah Anda membuatnya berdasarkan kesadaran Anda sendiri, ataukah Anda hanya mengikuti orang lain saja? Jika memang berdasarkan kesadaran Anda sendiri, lalu apakah kesadaran itu dapat mengarahkan Anda untuk mengaplikasikan motto tersebut  dalam kehidupan Anda? Ataukah hal itu hanya sebatas teori-teori semata yang sangat jauh dari kehidupan nyata? Berdasarkan konsep ‘ubudiyyah yang telah kami jelaskan di atas, melontarkan pertanyaan-pertanyaan semacam ini dan memberikan jawaban-jawaban terhadapnya merupakan satu hal yang sangat penting, karena dapat memposisikan seseorang pada sebuah permulaan yang benar.

 

Latihan Mengkaji Dan Mengamati

Sekarang, gunakanlah lembaran ini untuk  menulis  motto pribadi Anda. Ikutilah 5 langkah yang telah dijelaskan di atas!

Langkah

Tema

Perbuatan (Point-point)

Pertama

Berfikir

 

 

 

1-……………………………………………………………………

 

Menulis

2-……………………………………………………………………

Kedua

(tanpa

3-……………………………………………………………………

 

menyusun)

4-……………………………………………………………………

 

 

5-……………………………………………………………………

 

 

1-……………………………………………………………………

 

Ketiga

 

Menyusun point-point

2-……………………………………………………………………

3-……………………………………………………………………

4-……………………………………………………………………

 

 

5-……………………………………………………………………

 

Menggabungkan

1-……………………………………………………………………

 

Keempat

point-point

yang sejenis

2-……………………………………………………………………

3-……………………………………………………………………

 

(Meringkas)

 

Kelima

Bentuk Akhir

…………………………………………………………………………

 

Teruskan Latihan Mengkaji Dan Mengamati

Ketika Anda sedang berfikir untuk membuat motto kehidupan Anda, ingatlah segitiga berikut ini:

Maksudnya bahwa motto Anda merupakan cerminan dari nilai-nilai keimanan dan pandangan-pandangan  Anda  mengenai pekerjaan dan hubungan dengan sesama manusia.

Tulislah motto hidup Anda!:

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………… Apa hubungan antara motto hidup Anda dengan ketiga sisi segitiga tersebut?

Iman :…………………………………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………. Pekerjaan: ………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Hubungan dengan sesama manusia:  ……………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Motto Hidup Anda dan Konsep Aplikasi

Setelah Anda menulis motto hidup Anda, maka sekarang Anda telah memiliki semacam undang-undang atau kerangka teoritis yang menggambarkan tentang apa yang seharusnya terjadi (idealita). Setelah itu, Anda dihadapkan  pada aspek yang juga penting yaitu tantangan untuk mengaplikasikan motto tersebut, atau Saya menyebutnya dengan konsep interaksi aktif dengan kondisi zaman dan tempat guna merealisasikan motto tersebut, atau dengan  kata lain memindahkan ketiga sisi motto ini (iman, pekerjaan, dan hubungan dengan sesama manusia) ke dunia realita. Motto merupakan sekumpulan teori  yang  mengarahkan perilaku manusia, sedangkan aplikasi adalah usaha manusia yang dilakukan secara terus menerus dan dibatasi oleh waktu, tempat, dan kondisi guna merealisasikan motto tersebut.

Aplikasi adalah perjuangan untuk merealisasikan  motto. Dalam pelaksanaannya terdapat penderitaan yang  harus ditanggung manusia dalam kehidupan nyata. Jauh dekatnya dari pencapaian yang sempurna tergantung dari kualitas pemanfaatan waktu, potensi dan  kesempatannya dalam hidup.

10 kebiasaan pribadi sukses merupakan sarana efektif yang dapat membantu manusia dalam merealisasikan motto hidupnya. Ia merupakan mekanisme yang dapat menutup kesenjangan (gap) antara apa yang seharusnya terjadi (idealita) dengan apa yang benar-benar terjadi (realita). Lihat gambar


kerangka-umum-kesuksesan.jpg
WRITE-THE-NEXT-ONE.jpg



0 Comments