Fashion

MENENTUKAN TUJUAN

Tuesday 05 April 2016 - 02:20:00
DeathtoStock_NYC5-840x512.jpg

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”, (al- Zalzalah: 7-8).

Orang Bijak berkata, “Kesuksesan, dalam berbagai bentuk dan tingkatannya, dipusatkan pada dua hal, yaitu tujuan dan sarana (cara).”

Orang yang sukses adalah orang yang berjalan menuju tujuannya melalui tujuan-tujuan kecil.”

Tidak ada harapan terhadap kesuksesan sekecil apapun  bagi orang yang hidup tanpa satu tujuan yang dipandangnya dan tanpa mimpi-mimpi yang ingin diwujudkannya.”

 

Menentukan Tujuan

Pada pembahasan mengenai dasar pijakan bagi 10 kebiasaan pribadi sukses, kita telah membahas  tentang motto hidup dan pentingnya sebuah motto yang jelas. Pada pembahasan tersebut, kita telah menyebutkan bahwa ada 3 aspek penting dalam motto hidup, yaitu aspek keimanan dan hubungan seorang manusia dengan Tuhannya, aspek keahlian, dan aspek hubungan dengan sesama manusia. Kebiasaan kedua ini (“Menentukan tujuan”) dapat membantu kita dalam memahami ketiga aspek tersebut secara terperinci  dan  dalam merealisasikan motto hidup kita.

Mengembangkan kebiasaan ini merupakan suatu keahlian yang sangat mahal dan dapat menjadikan seseorang akan selalu berada di hadapan sejumlah tanggung jawab dan kewajiban yang dipilihnya sendiri dengan maksud untuk direalisasikan. Dengan kebiasaan ini, kita dapat memegang kendali kehidupan pribadi kita, dimana kita dapat mengendalikan kehidupan kita sekarang dan dapat menggambarkan peta dari masa depan kita sesuai dengan tingkat usaha yang kita lakukan, tentunya setelah  bersandar dan bertawakkal kepada Allah SWT.

Pada hakekatnya, manusia –sebagaimana diciptakan Allah- merupakan makhluk yang digerakkan oleh sejumlah tujuan, dimana ia tidak dapat menjalani  kehidupannya  tanpa adanya tujuan-tujuan tertentu. Lalu, apa tujuan- tujuan yang dapat menggerakkan kehidupannya tersebut? Pernahkah ia memikirkannya? Bisakah ia menentukan sendiri tujuan-tujuan tersebut ataukah orang lain yang menentukannya? Apakah ia benar-benar memahami dampak dari tujuan-tujuan yang telah ditentukannya? Apakah tujuan-

tujuan tersebut sejalan dengan motto hidupnya? Ke  arah mana ia akan dibawa oleh tujuan-tujuan tersebut?  Apa dampak positif dan negatif terhadap kehidupannya? Serta masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Sebelum membahas lebih lanjut  mengenai  kebiasaan yang sangat berharga ini, alangkah baiknya jika memulai pembahasan ini dengan definisi dari kata “tujuan”.

 

Apa yang dimaksud “tujuan”?

Tujuan adalah sesuatu yang ingin diwujudkan atau dicapai oleh manusia. Tujuan ini terkadang bersifat umum dan tidak dijelaskan spesifikasinya, tetapi terkadang bersifat khusus dan tertentu. Ada yang bersifat immateri dan tidak bisa diindera, dan ada yang bersifat materi dan bisa diindera. Ada yang besar, dan ada yang kecil. Ada  yang bermanfaat, ada yang membahayakan dan  ada  yang berada di antara keduanya (tidak bermanfaat dan tidak membahayakan). Tujuan-tujuan yang ingin diwujudkan oleh setiap manusia ditentukan oleh kedudukan, keinginan, kemampuan, perhatian dan pendidikan masing-masing  individu, serta oleh metode yang gunakannya dalam memikirkan tujuan-tujuan tersebut. Adapun contoh dari tujuan-tujuan tersebut adalah sebagai berikut:

1.  Mencapai peningkatan

2.  Membangun rumah pribadi

3.  Membeli mobil

4.  Mempelajari                      ilmu kedokteran

5.  Memperkuat                  hubungan dengan Allah SWT

6.  Menghafal Al-Qur’an

7.  Memperoleh gelar magister

8.  Memperoleh uang 500 ribu Riyal

9.  Menjaga  shalat  5         waktu tepat pada waktunya

10. Berpuasa    setiap hari Kamis setiap minggu

11. Membaca satu buku dalam sebulan

12. Menunaikan   ibadah umrah pada bulan Ramadhan

13.  Berlibur          bersama

 

keluarga

 

Dari tujuan-tujuan di atas, sangat jelas bahwa ada sebagian tujuan yang bersifat umum seperti memperkuat hubungan dengan Allah SWT, ada yang bersifat khusus  seperti berpuasa pada hari Kamis setiap minggu, ada yang bersifat immateri seperti mencapai peningkatan  dan  menjaga shalat waktu, dan ada yang bersifat  materi  seperti membeli mobil dan membangun rumah pribadi. Di antara tujuan-tujuan tersebut, ada hal-hal yang besar seperti mempelajari ilmu kedokteran dan memperoleh gelar magister, dan ada hal-hal yang kecil seperti berlibur bersama keluarga. Terkadang suatu tujuan dapat memiliki lebih dari satu sifat. Sebab tujuan tersebut bisa berupa hal yang besar dan bersifat umum, atau bisa pula berupa  hal yang kecil dan bersifat khusus.

Lalu apakah tujuan-tujuan hidup Anda merupakan tujuan-tujuan yang jelas? Dalam hal ini, Anda dapat mengetahuinya sendiri dengan menjawab pertanyaan- pertanyaan yang ada pada halaman berikut.

Kenalilah Tujuan-tujuan Hidup Anda!

Berilah tanda ( √ ) pada jawaban yang sesuai!

 

Ya Tidak

  • Apakah Anda telah menentukan tujuan- tujuan dan visi-visi Anda untuk masa- masa yang akan datang?
  • Apakah tujuan-tujuan Anda mencerminkan nilai-nilai yang Anda yakini?
  • Apakah Anda pernah membayangkan seandainya Anda dapat mewujudkan tujuan-tujuan tersebut?
  • Apakah Anda telah menentukan langkah- langkah untuk merealisasikan tujuan- tujuan Anda?
  • Apakah Anda telah merekam tujuan-tujuan Anda dalam bentuk tulisan?
  • Apakah Anda telah menentukan waktu yang tepat untuk mewujudkan tujuan-tujuan Anda?
  • Jika Anda tidak dapat merealisasikan suatu tujuan tepat pada waktu yang telah ditentukan, apakah Anda akan menentukan waktu lain untuk mewujudkannya?
  • Apakah Anda telah memfokuskan perhatian pada kemampuan-kemampuan pribadi dan kelebihan-kelebihan Anda?
  • Apakah Anda menggunakan rencana-rencana yang tertulis sebagai acuan dalam mewujudkan tujuan-tujuan Anda?

Macam-macam Tujuan Dilihat Dari Sumbe

 

rnya

 
  • Apakah Anda pernah menggunakan sistem kerja kolektif guna mewujudkan suatu tujuan yang tidak dapat Anda wujudkan sendiri?

Macam-Macam Tujuan Dilihat dari Sumbernya

Saya telah mengkaji masalah tema tujuan dalam kehidupan manusia sejak beberapa tahun yang lalu, dan selama masa pengkajian tersebut saya telah membaca  sejumlah buku yang dapat mempermudah proses pengkajian, pembatasan dan penjelasan mengenai tujuan tersebut, sebagaimana buku-buku tersebut juga membantu saya dalam menjelaskan perbedaan antara sejumlah tujuan serta pentingnya suatu tujuan bila dibandingkan dengan tujuan- tujuan lain. Dilihat dari sumber yang mendatangkan suatu tujuan, ada 3 macam sumber penting:

  1. Sang Pencipta Alam Semesta dan Tuhan manusia. Dari sumber yang Maha Agung ini, telah datang sejumlah tujuan yang telah ditentukan dengan tujuan  agar  manusia mau menghambarkan diri kepada-Nya dan menjadi khalifah-Nya di muka bumi. Allah SWT telah menentukan tujuan-tujuan yang akan mengatur kehidupan ini, sebagaimana Dia juga menentukan tujuan  dari  penciptaan, standar-standar  kepemimpinan  dan pemakmuran bumi ini. Kemudian Dia menjelaskan berbagai sistem, metode dan cara yang dapat membimbing manusia dalam mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. Tujuan-tujuan dan cara-cara tersebut dijelaskan Allah SWT melalui wahyu yang diturunkan-Nya, yaitu melalui kitab-kitab samawi yang diturunkan Allah kepada manusia. Kemudian Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi SAW datang untuk menyempurnakan tujuan-tujuan tersebut, membawa  hal  baru yang belum ada dalam kitab-kitab sebelumnya, meluruskan apa yang telah diselewengkan, dan mengembalikan apa yang telah hilang. Oleh karena itu, tidak ada satu agama atau kitab samawi pun, baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang hingga datangnya hari Kiamat nanti, yang membawa tujuan-

tujuan, sistem-sistem, dan metode-metode seperti yang dibawa oleh Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi SAW.

2.  Masyarakat

Dari sumber ini, muncul tujuan-tujuan sosial yang dibuat, ditentukan dan ingin diwujudkan oleh suatu komunitas masyarakat dalam setiap tempat dan zaman dengan tujuan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan dan tuntutan hidupnya, baik politik,  ekonomi, kebudayaan dan sosial. Pada masyarakat Islam, tujuan- tujuan sosial yang ditentukannya  harus  mencerminkan dan menjelaskan tujuan-tujuan ketuhanan, dan hendaknya tidak ada pertentangan antara kedua jenis tersebut, tetapi tujuan-tujuan sosial harus diarahkan untuk merealisasikan nilai-nilai agama dan tujuan pemakmuran bumi.

Membicarakan tentang masyarakat tak lepas dari satuan- satuannya, seperti negara, keluarga, perusahaan, yayasan, teman, rekan-rekan kerja dan seterusnya atau lingkungan yang mengelilingi seseorang. Tujuan-tujuan dari setiap satuan ini bisa kita namakan  tujuan  sosial.

3- Individu

Dari sumber ini, lahirlah sejumlah tujuan individual yang diinginkan, ditentukan, dan direalisasikan oleh seseorang dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan- kebutuhan dan tuntutan-tuntutan hidupnya, baik yang berkaitan dengan masalah sosial, ekonomi, kebudayaan, dan politik. Untuk itu, harus ada keharmonisan dalam kehidupan seorang muslim antara ketiga tujuan tersebut dan hendaknya tidak ada pertentangan dan kontradiksi.

Gambar 14 Macam-macam Tujuan

Dilihat Dari Sumbernya

 

Agar nampak jelas perbedaan antara ketiga  jenis tujuan tersebut, maka ingatlah selalu bahwa jenis pertama mengandung tujuan-tujuan yang ditentukan oleh Sang  Pencipta manusia dengan maksud untuk mewujudkan  kebahagiaan mereka baik di dunia maupun di akhirat. Sedangkan jenis kedua merupakan tujuan-tujuan yang ditentukan oleh lingkungan sosial agar menjadi cerminan  dan perpanjangan tangan dari tujuan jenis pertama. Tujuan-tujuan jenis kedua ini bersifat praktis dan aplikatif, serta ditentukan dengan  tuntutan-tuntutan zaman, tempat dan lingkungan sosial. Adapun tujuan jenis ketiga merupakan tujuan-tujuan yang ditentukan oleh seseorang untuk dirinya sendiri. Tujuan-tujuan ini banyak dipengaruhi oleh kepribadian, latar belakang sosial, tingkat pendidikan, tingkat ambisi serta komitmennya pada akhlak dan nilai-nilai yang dianutnya.

Di bawah ini, akan kami paparkan beberapa contoh tujuan ketuhanan serta tujuan-tujuan sosial  dan  individual yang lahir dari atau terkait dengannya. Untuk masing-masing contoh, saya cukup memaparkan satu tujuan saja untuk masing-masing jenis tujuan. Pada dasarnya, apa

yang Saya lakukan ini sangatlah berbeda dengan realitas yang terjadi pada kehidupan praktis, sebab  dalam  kehidupan praktis, satu tujuan ketuhanan akan melahirkan sekumpulan tujuan sosial yang pada akhirnya akan memunculkan juga sekumpulan tujuan individual. Tetapi di sini, Saya hanya menyebutkan satu tujuan saja untuk

masing-masing    jenis    dengan    maksud

untuk

lebih

memperingkas.

Contoh pertama:

 

 

Tujuan  Ketuhanan:  “Ambillah  zakat  dari

sebagian

harta

mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a  kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi  mereka.  Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (al-Taubah: 103).

Tujuan Sosial: Membangun sistem dan mendirikan lembaga  yang berfungsi untuk mengumpulkan zakat dari sumber-  sumber yang telah ditentukan oleh syariat.

Tujuan Individual: Membayar zakat kepada lembaga yang

bertanggung jawab dalam pengumpulan zakat.

Contoh kedua:

Tujuan Ketuhanan: ”Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu       turuti   langkah-langkah         syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu.” (al-Baqarah: 208). Tujuan       Sosial:            Menyebarkan  syiar      Islam,       membangun kehidupan       sosial         dan      institusi-institusinya di        bawah naungan           nilai-nilai       Islam,   serta  mengamalkan ajaran- ajarannya.

Tujuan  Individual:  Komitmen  kepada  agama  Islam  dalam

 

setiap

aspek kehidupan.

 

Contoh

Tujuan

ketiga:

Ketuhanan:   Hai

 

orang-orang   yang

 

beriman,

bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang

belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman”, (al- Baqarah: 278).

Tujuan Sosial: Membangun sistem ekonomi dengan berbagai institusinya yang jauh dari unsur riba.

Tujuan Individual: Menjauhi dan meninggalkan riba dalam melakukan kegiatan-kegiatan perekonomian.

Contoh keempat:

Tujuan Ketuhanan: Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (al-Anfâl: 60).

Tujuan Sosial: Memanfaatkan sumber daya manusia  dan  sumber daya alam guna mendapatkan kekuatan dan pengaruh yang kuat. Hal ini merupakan tujuan besar  yang  membutuhkan adanya sejumlah organisasi, lembaga, dan kelompok-kelompok sosial yang membuat program-program tertentu untuk dilaksanakan.

Tujuan Individual: Menggunakan iman dan ilmu sebagai senjata untuk mewujudkan tujuan-tujuan bersama  (masyarakat) yaitu tercapainya kekuatan, kejayaan, dan pertahanan yang kuat.

Contoh kelima:

Tujuan Ketuhanan: Hai Anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah,   dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. Katakanlah, ‘Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah  yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?” Katakanlah, “Semuanya itu (disediakan bagi orang-orang yang beriman

dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari Kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” (al-A’râf: 31-32).

Tujuan Sosial: Menentukan dan mengatur pola hidup dengan menjauhi gaya hidup yang berlebih-lebihan dan boros.

Tujuan Individual: Makan, minum dan menikmati kesenangan- kesenangan duniawi tanpa berlebihan.

Di sini, perlu ditegaskan satu permasalahan penting yaitu bahwa ketiga tujuan tersebut saling berurutan tingkatannya dan saling terkait antara yang satu dengan lainnya. Oleh karena itu, suatu masyarakat dapat merealisasikan tujuan-tujuan ketuhanan melalui tujuan- tujuan sosial yang ditentukannya. Akan tetapi, hal ini tidak menafikan adanya keterkaitan langsung antara tujuan-tujuan individual dengan tujuan-tujuan ketuhanan tanpa melalui jembatan tujuan-tujuan sosial, dimana pada lingkungan-lingkungan sosial tertentu, seorang muslim terpaksa harus mengabaikan sebagian tujuan sosial yang tidak dibangun atas tujuan-tujuan ketuhanan. Sebab pada saat-saat tertentu, tujuan-tujuan sosial terkadang sama sekali tidak terkait dengan tujuan-tujuan  ketuhanan.  Dalam kondisi semacam ini, tujuan-tujuan individual harus dikaitkan secara langsung dengan tujuan-tujuan ketuhanan, sehingga hubungan seorang muslim dengan proses pengamalan petunjuk-petunjuk Tuhannya merupakan hubungan yang  bersifat langsung dimana ia dapat menerima nilai-nilai, petunjuk-petunjuk dan perintah-perintah Tuhan secara langsung untuk kemudian diamalkan sendiri dalam kehidupannya.

Gambar 14 (Macam-macam tujuan dilihat dari segi sumbernya) –sebagaimana tersebut di atas- menjelaskan tentang keterkaitan ini. Anak panah yang berasal dari  kolom “Tujuan-tujuan Ketuhanan” menuju kolom “Tujuan- tujuan Sosial” menjelaskan adanya keterkaitan antara

kedua hal tersebut, serta menjelaskan bahwa tujuan jenis kedua merupakan penjelasan dari tujuan jenis pertama, sebagaimana anak panah yang meluncur dari kolom “Tujuan- tujuan Sosial” menuju kolom “Tujuan-tujuan Individual” menjelaskan adanya keterkaitan antara keduanya. Sedangkan anak panah yang meluncur dari kolom pertama ke kolom  ketiga tanpa melalui kolom kedua menerangkan kemungkinan adanya keterkaitan secara langsung antara tujuan-tujuan ketuhanan dengan tujuan-tujuan individual.

 

Tujuan-Tujuan Individual dan Peran Manusia

Pada halaman-halaman sebelumnya, kita telah menjelaskan tujuan utama (primer) dari kehidupan manusia (yaitu menyembah Allah dan memakmurkan bumi), sebagaimana kita juga telah menjelaskan bagaimana tujuan primer tersebut dapat berubah menjadi tujuan-tujuan  sekunder serta bagaimana tujuan-tujuan ketuhanan dapat berubah menjadi tujuan-tujuan sosial dan individual.

Sekarang, saatnya kita memfokuskan pada tujuan-  tujuan individual, kemudian kita melontarkan sejumlah pertanyaan:

  • Apa saja yang menjadi sumber dari tujuan-tujuan individual dalam kehidupan manusia?
  • Bagaimana cara menentukan tujuan-tujuan tersebut?

Sumber-sumber tujuan individual adalah  sejumlah  peran yang dimiliki oleh manusia dalam  kehidupan  ini serta sejumlah tanggung jawab yang muncul dari peran-  peran tersebut (lahir dari tujuan-tujuan ketuhanan dan sosial). Selain itu, yang menjadi sumber dari tujuan- tujuan individual adalah kebutuhan-kebutuhan pribadi seseorang serta berbagai keinginan dan kecenderungannya. Adapun cara yang bisa digunakan untuk menentukan tujuan- tujuan individual adalah dengan mempelajari peran-peran

dan tanggung jawab-tanggung jawab manusia dalam kehidupan ini.

Satu hal yang tidak diragukan lagi  bahwa  setiap orang dari kita memiliki peran-peran tertentu dalam kehidupan ini serta sejumlah tanggung jawab yang  lahir dari dan terkait dengan peran-peran tersebut. Peran-peran yang dimiliki oleh setiap orang berbeda-beda  sesuai  dengan usia, kedudukan sosial, pendidikan dan kondisi- kondisi yang ada di dalam kehidupannya. Anda mungkin berperan sebagai ayah, suami dan pegawai negeri. Teman  Anda mungkin berperan sebagai mahasiswa, bujangan dan sebagai pedagang di sore harinya. Sedangkan orang lain selain Anda mungkin berperan sebagai  tukang  bangunan, ayah dan suami. Demikian pula dengan seorang wanita, ia mungkin berperan sebagai ibu dari anak-anaknya, ibu rumah tangga dan karyawati, dan demikian pula dengan wanita- wanita lainnya. Dari peran-peran ini, akan lahir sejumlah tanggung jawab, perhatian dan kebutuhan yang merupakan substansi dari tujuan-tujuan individual.

Sebagian besar dari kita mungkin telah diposisikan dalam sejumlah peran tertentu oleh faktor-faktor yang ada dalam kehidupan ini. Salah seorang dari  kita  mungkin telah mengetahui peran-peran yang ada dalam kehidupannya dengan baik, tetapi terkadang ada pula salah seorang dari kita yang benar-benar tidak menyadari akan peran-  perannya. Sebab, mungkin ia harus berada dalam peran-  peran tersebut karena faktor kondisi sosial, sedangkan ia tidak pernah berusaha untuk mengenal peran-peran tersebut dan tanggung jawab-tanggung jawab yang dilahirkannya, sebagaimana ia tidak pernah berfikir secara sistematis untuk menentukan tujuan-tujuan individual  yang  dibuat guna melayani peran-peran tersebut. Upaya  untuk  mengetahui peran-peran ini dan keahlian untuk merubahnya menjadi tujuan-tujuan individual yang dapat ditentukan,

diawasi dan direalisasikan, merupakan suatu hal yang penting, mengapa? Hal ini dikarenakan melakukan hal tersebut dapat membantu kita dalam:

  • Menentukan tanggung jawab-tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban kita dalam kehidupan
  • Melakukan tanggung jawab-tanggung jawab dan kewajiban- kewajiban tersebut dengan cara yang paling
  • Menentukan sejumlah prioritas, hal-hal penting dan hal-hal yang bersifat mendesak (harus dipenuhi secepatnya).
  • Mencapai keunggulan dan kesempurnaan dalam kehidupan kita.
  • Menggapai kebahagiaan dan kesuksesan dalam kehidupan kita, tentunya atas izin Allah

Untuk memahami peran-peran  tersebut  serta hubungannya dengan tujuan-tujuan individual, bayangkanlah seakan-akan Anda telah membuat satu lingkaran peran untuk kehidupan pribadi Anda seperti berikut ini:

Gambar 15 Lingkaran Peran Individual

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pusat lingkaran merupakan tujuan  utama  dari kehidupan ini (yaitu penghambaan diri kepada Allah SWT). Dari tujuan utama tersebut, muncul 3 bidang besar yaitu hak-hak Allah SWT, hak-hak orang lain, dan hak-hak diri sendiri. Ketiga hak tersebut menggambarkan sejumlah tanggung jawab dan kewajiban yang ada dalam kehidupan seorang manusia. Dan dari ketiga macam hak  tersebut, muncul sejumlah peran dalam kehidupannya. Dari  peran- peran inilah, kita dapat menentukan tujuan-tujuan individual kita, seperti yang dijelaskan berikut ini:

- Semua peran harus bertolak dari pusat lingkaran atau harmonis dengannya.

  • Dalam lingkaran tersebut selalu ada kestabilan dalam dua daerah: yaitu pusat lingkaran dan daerah hak-hak yang menyeluruh, namun dengan peran yang berbeda-beda.
  • Peran-peran yang dibuat disini sifatnya relatif, berbeda dari satu orang dengan orang yang
  • Meletakkan “dan lain-lain” sebagai salah satu peran memberikan tempat untuk berbedanya perhatian tiap-tiap orang dan menjelaskan sifat fleksibelitas peran-peran tersebut.
  • Peran-peran terletak pada daerah yang terpisah dan dalam kolom yang terbatas, namun realitanya peran-peran tersebut saling terkait dan sulit dipisahkan antara yang satu dengan

Peran: Tauhid (Sebagai orang yang mengesakan Allah) Tujuan-tujuan Individual di dalamnya:

  • Mengimani Allah SWT sebagai Dzat Yang Maha Esa, tempat bergantung, tidak ada sesuatu pun yang menyamai-Nya, serta Maha Mendengar dan Maha
  • Tidak Menyekutukan Allah
  • Tidak melakukan satu ibadah pun kepada selain Allah

Peran: Shalat (Sebagai orang yang menunaikan shalat) Tujuan-tujuan Individual di dalamnya:

  • Menjaga shalat  5  waktu  tepat  pada         waktunya   secara berjama’ah.
  • Menunaikan shalat sunah yang bisa
  • Mengajak anak-anak menunaikan shalat berjama’ah.

Peran: Sebagai Suami

Tujuan-tujuan individual di dalamnya:

  • Menjaga tanggung jawab sebagai pemimpin dalam kehidupan rumah
  • Menghormati dan menghargai istri serta memperlakukannya dengan

  • Membantu istri dalam mempelajari agama dan meningkatkan keimanan.
  • Memberi hadiah kepada istri setiap

Peran: Pekerjaan (Sebagai pekerja di sebuah perusahaan) Tujuan-tujuan Individual di dalamnya:

  • Ikhlas dalam melaksanakan
  • Melakukan sejumlah  tanggung  jawab  dan           kewajiban yang dibebankan kepada Saya dengan hati yang
  • Melaksanakan kewajiban-kewajiban Saya dengan teliti dan sempurna.
  • Menghormati para atasan dan bawahan (anak buah)
  • Memberikan ide-ide bagus guna mengembangkan pekerjaan. Peran: Kepemilikan (Dapat memiliki      apa      yang   Saya butuhkan)

Tujuan-tujuan individual di dalamnya:

  • Memiliki rumah
  • Memiliki kendaraan
  • Memiliki sejumlah

Peran: Kesehatan

Tujuan-tujuan individual di dalamnya:

  • Memperhatikan pola
  • Melakukan
  • Beristirahat cukup, baik untuk jasmani maupun

Lakukan hal serupa pada peran-peran lainnya yang ada dalam kehidupan Anda dengan menentukan tujuan-tujuan yang muncul dari atau terkait dengan peran-peran tersebut. Ingatlah bahwa upaya untuk menganalisa peran-peran Anda  dan menentukan tujuan-tujuan yang sesuai merupakan hal penting yang sering dilupakan orang.

Ingatlah bahwa suatu peran dalam kehidupan manusia merupakan sesuatu yang bersifat nisbi (relatif) dan mengandung sejumlah hal, baik positif  maupun  negatif. Anda mungkin berperan sebagai suami, akan tetapi

terkadang Anda tidak menjalankan kewajiban-kewajiban Anda sebagai suami. Anda mungkin berperan sebagai ayah, tetapi terkadang Anda tidak mengemban kewajiban-kewajiban Anda sebagai ayah karena Anda melalaikan anak-anak Anda. Dan Anda mungkin memiliki keinginan yang kuat untuk menjaga kesehatan, tetapi terkadang Anda malas berolah  raga,  makan secara berlebih-lebihan, dan memanjakan diri dengan berbagai kenikmatan, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, ingatlah bahwa ada perbedaan antara cita-cita dan tujuan. Cita-cita adalah suatu tujuan yang ingin diwujudkan oleh seorang manusia, akan tetapi ia  tidak memiliki program kerja yang akan dikerjakannya. Sedangkan yang dimaksud dengan tujuan adalah sesuatu yang telah direncanakan, dimana rencana tersebut dibuat dalam sebuah program kerja yang akan dilaksanakan dan diawasi pelaksanaannya sampai apa yang diinginkan itu terwujud.

Perlu diingat pula bahwa sebagian  manusia  –sadar atau tidak sadar- terkadang menentukan tujuan-tujuan yang dapat membahayakan dirinya sendiri, atau terkadang ia berada dalam tujuan-tujuan tersebut karena faktor campur tangan orang lain atau karena dipaksa oleh keadaan di sekitarnya. Tujuan-tujuan yang membahayakan semacam ini akan mengantarkan seseorang kepada kerugian baik di dunia maupun di akhirat.

Ada pula sebagian orang yang menentukan  tujuan- tujuan individual untuk dirinya sendiri, akan tetapi terkadang tujuan-tujuan tersebut tidak jelas atau tidak berarti. Yang dimaksud dengan tujuan yang tidak jelas adalah tujuan yang menjadikan Anda berputar pada satu lingkaran kosong dan Anda tidak merasa telah mewujudkan sesuatu apapun, hingga pada akhirnya usaha dan waktu yang Anda kerahkan akan sia-sia. Adapun tujuan yang tidak berarti adalah tujuan yang bisa diwujudkan, dan dalam mewujudkannya itu terkadang Anda merasakan suatu

kenikmatan, akan tetapi sebenarnya tujuan tersebut tidak sebanding dengan waktu dan usaha yang telah Anda kerahkan serta potensi-potensi yang telah Anda curahkan.

Oleh karena itu, dalam berusaha untuk mewujudkan tujuan-tujuan individual kita, kita harus  memiliki  tingkat kesadaran, pengetahuan dan perhatian yang tinggi, serta kita harus memiliki tujuan-tujuan yang luhur, bermanfaat dan jelas.

 

Macam-macam Tujuan Dilihat Dari Segi Waktunya

Dalam hal ini, ada tiga macam tujuan, yaitu: tujuan umum, tujuan berkala dan tujuan praktis. Sebagai contoh: Marilah kita perhatikan tujuan “tidak memalingkan satu ibadah pun kepada selain Allah”, apa yang bisa katakan mengenai tujuan ini? Tidak diragukan lagi bahwa tujuan tersebut merupakan tujuan yang terdiri dari  berbagai  aspek dan tuntutan serta mencakup berbagai  tanggung  jawab, kewajiban dan tugas. Oleh karena itu, tujuan tersebut dikatagorikan sebagai tujuan umum. Untuk berinteraski dengan tujuan umum yang membutuhkan waktu panjang dalam merealisasikannya, maka kita harus  merubahnya ke dalam sejumlah tujuan yang lebih terbatas sifatnya seperti tujuan “tidak bertawassul kepada orang- orang shaleh”, “tidak meminta berkah kepada kuburan”, dan “tidak bersumpah dengan selain Allah”, serta tujuan-  tujuan praktis lainnya yang bisa merubah tujuan umum menjadi sejumlah perilaku tertentu.

Contoh lain adalah tujuan “Menjaga shalat 5 tepat  pada waktunya secara berjama’ah”. Tujuan ini merupakan tujuan umum yang dapat dirubah menjadi beberapa tujuan praktis seperti tujuan “pergi ke masjid ketika mendengar adzan”, “meninggalkan semua pekerjaan ketika mendengar adzan”, “berwudhu sebelum waktu adzan tiba”, dan seterusnya.

Mari kita ambil tujuan lain sebagai contoh, yaitu tujuan “Menghormati dan menghargai istri serta memperlakukannya dengan baik”. Tujuan ini  merupakan  tujuan umum yang dapat dirubah menjadi beberapa tujuan praktis seperti tujuan “menggunakan kata-kata atau ungkapan-ungkapan yang baik ketika berbicara dengannya”, “memberikan pujian ketika melihat ia telah melakukan sesuatu yang menggembirakan”, “menghindari marah dan diam ketika sedang menghadapi kesulitan”, dan etika-etika berumah tangga lainnya.

“Memiliki rumah pribadi” juga merupakan tujuan umum yang harus dirubah menjadi beberapa tujuan praktis,  seperti tujuan “menyisihkan setengah dari penghasilan selama 2 tahun”, “ikut program kredit pemilikan rumah”, “menjual semua saham yang Saya miliki”, dan tujuan-tujuan prosedural lainnya.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai ketiga jenis tujuan ini, terlebih dahulu kita harus mengenal tujuan jenis ketiga yaitu tujuan berkala. Apa  yang dimaksud dengan tujuan berkala? Yang dimaksud dengan tujuan berkala adalah tujuan yang berada di antara tujuan umum dan tujuan praktis. Biasanya, tujuan berkala ini memiliki hubungan dengan aspek waktu, sejumlah prioritas dan langkah penting yang harus dilakukan.

Marilah kita ambil salah satu contoh di atas guna menjelaskan tujuan jenis ketiga ini. Tujuan  “memiliki rumah pribadi” terkadang membutuhkan beberapa tahun untuk mewujudkannya. Selama beberapa tahun tersebut,  ada sejumlah tujuan praktis yang dapat mewujudkan tujuan umum tersebut. Namun tujuan-tujuan ini harus diletakkan dalam sebuah jadwal periodik. Karena “menyisihkan setengah gaji selama dua tahun” adalah tujuan yang memakan waktu lama untuk merealisasikannya, dan tidak langsung mewujudkan tujuan untuk memiliki rumah. Karena uang yang ada tidak

mencukupi. Ini adalah tujuan periodik. Demikian pula  tujuan “menjual semua saham yang dimiliki” akan menambah uang yang ada, namun ini adalah tujuan yang tergantung dengan tujuan sebelum dan sesudahnya. Oleh karena itu termasuk tujuan sementara. Dengan kata lain tujuan-tujuan umum yang besar dan cita-cita membutuhkan tujuan-tujuan periodik. Tujuan akhir pada gilirannya tidak mungkin diwujudkan tanpa tujuan-tujuan prosedural.

  1. Norman peale memberikan beberapa nasehat yang sangat penting kepada kita yang membantu dalam meletakkan dan menentukan tujuan-tujuan:
  2. Ketika akan membuat dan menentukan tujuan-tujuan, hendaknya Anda belajar untuk membedakan antara tujuan- tujuan umum dan samar yang membuat Anda berjalan dalam lingkaran kosong dengan tujuan-tujuan yang jelas dan sepesifik yang bisa Anda
  3. Buatlah tujuan yang tinggi untuk diri Anda dalam hidup ini dan berusahalah untuk
  4. Belajarlah untuk membedakan antara tujuan dan angan- angan. Tujuan adalah suatu hal yang Anda tentukan, berusaha untuk menjalankannya, membuat rencana dan program-program nyata untuknya serta fase-fase untuk merealisasikannya. Sedangkan angan-angan sangat berbeda dengan hal
  5. Wujudkan tujuan-tujuan Anda yang tinggi dan besar dengan cara merubahnya ke dalam tujuan-tujan berkala yang lebih kecil. Berusahalah untuk mewujudkan tujuan akhir setelahnya.
  6. Pilihlah tujuan-tujuan yang memberikan manfaat untuk diri Anda dan orang

 

Menentukan Tujuan-tujuan Individual

Sesuai dengan tabi’atnya -sebagaimana  telah dijelaskan di atas-, manusia adalah makhluk yang

diarahkan oleh tujuan-tujuan tertentu. Ketika tujuan- tujuan tersebut hilang (tidak ada), maka hidupnya menjadi tidak bermakna. Ketika seseorang mengabarkan kepada Anda bahwa hidupnya tidak berarti lagi, maka hal tersebut mengisyaratkan bahwa ia tidak memiliki  masalah-masalah yang ingin dipecahkannya, atau rintangan-rintangan yang ingin disingkirkannya, dan bahkan tidak memiliki tujuan- tujuan yang ingin direalisasikannya.

Proses pengembangan sebuah rencana yang bagus guna mewujudkan tingkat kinerja dan efektifitas  yang  diharapkan dalam kehidupan ini harus dimulai dengan menentukan tujuan-tujuan pribadi. Sejumlah kajian dan pengamatan mengindikasikan bahwa jumlah orang yang menderita sakit dan meninggal dunia setelah memasuki masa pensiun semakin meningkat. Hal ini sangatlah alami, sebab setelah seseorang bekerja selama 40 atau 50 tahun,  kemudian ia memasuki masa pensiun, maka ia akan merasa seakan-akan tidak ada lagi tujuan dan nilai dalam  hidupnya. Dan nampaknya, sebagian besar dari kita tidak mempersiapkan diri dengan baik guna menghadapi fase tersebut. Oleh karena itu, akan terjadi  krisis  besar dalam diri seseorang yang telah memasuki masa pensiun tetapi ia belum menentukan tujuan-tujuan yang akan diwujudkannya. Saya pensiun dari Universitas King Sa’ud dalam masa yang lebih cepat yaitu pada usia 45 tahun.   Akan tetapi masa pensiunku itu datang setelah 8 tahun   saya melakukan perencanaan. Rencana Saya  adalah  mewujudkan 3 tujuan, dimana jika saya dapat merealisasikannya maka saya telah siap memasuki masa pensiun. Ketiga tujuan tersebut adalah pertama: Membangun rumah untuk keluarga, kedua: Memperoleh kenaikan pangkat, dan tujuan ketiga: Memperoleh pemasukan yang dapat  membantu dalam memenuhi kebutuhan hidup. Ketika,  Saya telah mewujudkan ketiga tujuan tersebut, maka saya pun

langsung mengambil pensiun, sehingga saya dapat  mengatakan, “Keputusan untuk mengambil pensiun dini merupakan salah satu keputusan terpenting yang saya ambil dalam hidup Saya. Tentunya karena karunia dari Allah SWT. Dengan pensiun dini ini, saya memulai kehidupan baru sebagai pegawai swasta dalam bidang konsultasi dan pelatihan, yaitu sebuah bidang yang paling banyak  tantangan dan kenikmatannya.”

 

Dari Mana Anda Memulai?

Supaya Anda dapat menentukan tujuan-tujuan  yang  ingin Anda wujudkan, Anda harus menentukan peran-peran  yang Anda mainkan dalam kehidupan ini, kemudian Anda membaginya dalam beberapa kelompok. Anda dapat melakukan hal itu dengan menggunakan 8 kartu atau lembaran-lembaran yang ada di kelas Anda, kemudian Anda memberinya judul- judul sebagai berikut:

  • Tujuan-tujuan khusus yang berkaitan dengan hubungan Anda dengan
  • Tujuan-tujuan yang berkaitan dengan rumah
  • Tujuan-tujuan khusus  yang  berkaitan               dengan  profesi atau
  • Tujuan-tujuan yang  berkaitan  dengan               hubungan         dengan orang
  • Tujuan-tujuan yang berkaitan dengan
  • Tujuan-tujuan yang   berkaitan                dengan perkembangan
  • Tujuan-tujuan yang berkaitan dengan
  • Tujuan-tujuan yang berkaitan dengan kedudukan Anda di masyarakat.

Setelah itu, ambillah semua kartu satu persatu, kemudian tulislah didalamnya tujuan-tujuan yang  ingin  Anda wujudkan.

Di sini, Anda harus memastikan bahwa tujuan-tujuan tersebut adalah tujuan-tujuan yang Anda tentukan sendiri. Inilah point yang sangat penting, bahkan point terpenting yang ada dalam buku ini. Hal ini disebabkan karena  sebagian besar dari kita meyakini  bahwa  tujuan-tujuan yang ditentukan oleh orang-orang lain yang ada di sekitarnya adalah tujuan-tujuannya sendiri. Memang, mengambil manfaat dari pendapat-pendapat dan pengalaman- pengalaman orang lain tidaklah menjadi masalah, akan  tetapi tujuan-tujuan yang sebenarnya dan yang dapat Anda wujudkan adalah tujuan-tujuan yang Anda buat sendiri, dan Anda memang mengakui akan pentingnya tujuan-tujuan tersebut. Karena dalam kondisi seperti ini akan sangat sulit jika tujuan-tujuan Anda di tentukan oleh orang lain dan pada saat yang sama Anda tetap menjaga kemerdekaan   dan unsur-unsur kepribadian Anda.

Menentukan tujuan sendiri dan berusaha untuk mewujudkannya merupakan langkah terbesar dalam rangka menjadikan kehidupan Anda lebih berarti. Akan tetapi, hal ini sama sekali tidak berarti bahwa Anda tidak boleh mengambil pendapat dan memanfaatkan pengalaman orang lain dalam menentukan sejumlah tujuan. Anda mungkin dapat berbincang-bincang dengan teman-teman atau  kerabat- kerabat Anda guna menampakkan tujuan-tujuan yang belum terfikirkan oleh Anda sendiri, akan tetapi keputusan terakhir dalam menentukan tujuan-tujuan tersebut  berada  di tangan Anda sendiri. Maka, hadapilah tujuan-tujuan sejati Anda dan janganlah Anda menjauhinya hanya karena Anda merasa tidak mampu untuk mewujudkannya.  Sebagian besar dari kita sering melalaikan tujuan-tujuan sejatinya dengan alasan ia telah tua, atau karena tujuan tersebut merupakan sesuatu yang baru baginya, atau karena  ia  adalah seorang kepala rumah tangga yang tidak bisa bertindak sembarangan. Sebenarnya, alasan-alasan tersebut

hanyalah bentuk kekhawatiran terhadap kegagalan  dan  bentuk kepasrahan terhadap apa yang terjadi.

Jika Anda menemukan kesulitan dalam membuat dan menentukan tujuan-tujuan Anda dalam sejumlah peran tertentu, maka bayangkanlah seakan-akan Anda  sedang  berada pada 5 tahun mendatang, lalu bertanyalah  kepada diri Anda sendiri: Apa visi Anda setelah beberapa tahun tersebut? Apa yang ingin Anda wujudkan? Anda  ingin  menjadi apa? Lalukanlah hal tersebut pada setiap  peran yang ada pada diri Anda, dan hendaklah Anda tidak lupa untuk mengaitkan latihan ini dengan motto hidup Anda.  Motto tersebut hendaklah berada dalam benak  Anda,  sehingga dapat membantu Anda dalam mengarahkan tujuan- tujuan Anda dalam setiap peran yang ada dalam kehidupan pribadi Anda. Di bawah ini, kami akan memaparkan sejumlah contoh untuk tujuan-tujuan yang ada pada setiap  peran  yang telah kami jelaskan di atas, yaitu:

Tujuan-tujuan yang berkaitan dengan hubungan Anda dengan Tuhan:

  • Saya membaca satu halaman Al-Qur’an setiap
  • Saya menghafal satu ayat setiap
  • Saya melakukan shalat witir dan saya menjaga dzikir- dzikir
  • Saya menunaikan umrah pada bulan
  • Saya menjaga shalat 5 waktu tepat pada

Tujuan-tujuan yang berkaitan dengan rumah tangga:

  • Saya mengkhususkan waktu 2 jam setiap hari untuk duduk bersama anak-anak, sehingga saya dapat mengarahkan dan membantu mereka dalam mengerjakan tugas-tugas dari sekolah.
  • Saya membeli hadiah untuk isteri setiap tanggal 10 Sya’ban setiap
  • Saya mengadakan pertemuan keluarga yang diisi dengan kegiatan-kegiatan yang mendidik setiap hari Jum’at.

  • Saya membaca beberapa halaman buku bersama istri setiap hari
  • Saya mengadakan wisata bersama keluarga setiap

Tujuan-tujuan yang berkaitan dengan tugas atau profesi:

  • Saya menjadi pemimpin perusahaan pada usia 40
  • Saya memperoleh kenaikan pangkat pada tahun
  • Saya mencari pekerjaan lain yang lebih sesuai dengan keinginan dan
  • Saya pindah ke kantor yang dekat dengan tempat tinggal saya.
  • Saya menjadi saudagar pertama di wilayah
  • Saya mengambil  pensiun  dini  dari      pekerjaan  sekarang sehingga saya dapat menjadi seorang dosen

Tujuan-tujuan khusus yang berkaitan dengan  hubungan  dengan orang lain:

  • Dalam setiap hari, saya bertemu dengan orang
  • Dalam setiap bulan, saya memperbaiki hubungan dengan orang yang bermusuhan atau berselisih dengan
  • Setiap minggu, saya mengunjungi salah seorang pencari ilmu sehingga saya dapat mengambil manfaat dari
  • Setiap dua minggu, saya mengadakan jamuan makan bagi kerabat-kerabat
  • Saya mengadakan pertemuan dengan tetangga-tetangga setiap
  • Setiap bulan, saya memperoleh teman
  • Saya mempelajari cara mengingat

Tujuan-tujuan yang berkaitan dengan hiburan:

  • Saya pergi memancing ke laut sebulan
  • Saya memperoleh  surat  izin  untuk      menyalurkan hobi
  • Saya membeli mobil Jip untuk mengadakan wisata-wisata di

  • Saya menulis
  • Saya menikmati indahnya sunset (tenggelamnya matahari) seminggu

Tujuan-tujuan    yang    berkaitan                 dengan  perkembangan kepribadian:

  • Saya mempelajari satu kata baru dalam bahasa Inggris setiap
  • Saya mengikuti pelatihan membaca dengan
  • Saya mempelajari  cara-cara  efektif      dalam        menggunakan waktu dan potensi
  • Saya menghadiri  ceramah-ceramah      tentang     hal-hal          yang belum banyak Saya
  • Saya mempelajari cara-cara memanage dan mengatur
  • Saya belajar mengontrol
  • Saya mengikuti pelatihan
  • Saya mengenal 10 kebiasaan pribadi

Tujuan-tujuan yang berkaitan dengan materi:

  • Saya berusaha untuk mencapai kemapanan dalam waktu 5 tahun.
  • Saya membeli rumah baru setelah 2
  • Saya memiliki sebuah mobil pada bulan pertama di tahun yang akan
  • Saya membeli sepeda
  • Setelah 3 tahun, saya membeli tanah di kawasan bisnis untuk dibangun sebuah

Tujuan-tujuan kemasyarakatan:

  • Saya bergabung dengan lembaga-lembaga sosial di daerah Saya.
  • Saya lulus dengan yudisium Summa
  • Saya bergabung dalam misi nasional untuk pemberantasan budaya
  • Saya muncul   di   layar   televisi       untuk    memberikan pengajaran kepada

Jika Anda menemukan kesulitan dalam menentukan tujuan-tujuan Anda, maka Anda bisa menggunakan latihan- latihan pengenalan diri, karena hal tersebut dapat  membantu Anda dalam menentukan tujuan-tujuan Anda dan mengetahui urgensinya. Pentingnya penulisan tujuan-tujuan Anda karena 2 sebab berikut:

Pertama: Penulisan tersebut dapat membantu Anda dalam menentukan apa yang Anda inginkan dalam bentuk yang lebih jelas. Sebab, jika Anda hanya memikirkannya saja tanpa   mau menulisnya, maka dikhawatirkan ide-ide Anda itu hanya sekedar mimpi belaka. Penulisan tujuan-tujuan  tersebut juga dapat memperkecil kemungkinan hilangnya dan dilupakannya ide-ide Anda, apalagi di tengah-tengah kesibukan Anda sehari-hari.

Kedua: Penulisan tujuan-tujuan itu juga dapat membantu dalam menambah tingkat komitmen Anda pada tujuan-tujuan tersebut yang kemudian diteruskan dengan upaya untuk merealisasikannya. Ketika Anda telah  menyelesaikan  latihan menentukan tujuan, maka pada saat itu  Anda  seperti seorang yang telah menyelesaikan penulisan sebuah makalah atau keputusan. Karena Anda memulai proses ini dengan mengeluarkan sejumlah ide, kemudian Anda memilah  dan membentuknya dalam sebuah susunan yang  saling  terkait.

Di antara bukti yang menunjukkan akan pentingnya penulisan tujuan-tujuan tersebut adalah sebuah eksperimen yang dilakukan oleh sejumlah peneliti Amerika pada  Fakultas Manajemen Universitas Harvard, dimana para peneliti mewancarai 100 orang mahasiswa pascasarjana. Kepada setiap mahasiswa tersebut, mereka bertanya, “Apa tujuan-tujuan Anda dalam hidup ini?”  Dari  hasil wawancara, diperoleh data bahwa setiap mahasiswa memiliki sejumlah tujuan yang masih tergambar dalam pikirannya, mereka semua berusaha untuk mewujudkan kesuksesan,

pekerjaan yang bagus, memperoleh posisi di masyarakat,   dan mendapatkan kekayaan. Di antara 100 mahasiswa, hanya

10 orang mahasiswa saja yang memiliki tujuan-tujuan yang tertulis. Setelah sepuluh tahun kemudian, para peneliti berhasil menemukan indikasi bahwa prosentase kesuksesan yang dicapai oleh orang-orang yang memiliki tujuan-tujuan tertulis mencapai 96%.

Di bawah ini, kami akan memaparkan sejumlah hal penting yang harus diperhatikan ketika Anda menulis tujuan-tujuan dalam hidup Anda:

1- Buatlah   tujuan-tujuan

yang

membuat

anda

merasa

tertantang,    tetapi

Anda

merasa

yakin

dapat

mewujudkannya!

 

 

 

 

Anda harus menentukan satu tujuan yang dapat Anda  wujudkan. Dan pada saat yang sama Anda dipaksa untuk mengerahkan semua kemampuan dan potensi yang Anda miliki agar Anda dapat sampai pada tujuan-tujuan tersebut. Oleh karena itu, jauhilah tujuan-tujuan yang tidak bisa diwujudkan, atau tujuan-tujuan yang telah diketahui sebelumnya bahwa Anda tidak mungkin dapat mewujudkannya.

2-  Tentukan batas-batas tujuan dengan syarat bisa diukur atau dikatagorikan!

Sebagai contoh, jika tujuan Anda adalah membeli rumah,  maka Anda dapat menentukan sejumlah sifat bagi rumah tersebut, seperti: Berapa ukuran rumahnya, di mana letaknya, seberapa luas halamannya, berapa jumlah kamar tidurnya dan lain sebagainya.

Akan tetapi, kita harus mengetahui bahwa tidak mudah bagi kita untuk mengukur atau mensifati setiap tujuan seperti yang telah kita lakukan pada contoh di atas. Sebagai contoh, kita tidak dapat menentukan secara pasti apa ukuran untuk menjadi seorang ayah yang sukses atau seorang warga yang baik. Meskipun demikian, kita dapat mengukurnya dengan menggunakan perkiraan yaitu dengan

menggunakan angka dari 1 sampai 10, dimana angka 1 merupakan tingkat yang paling rendah, sedangkan 10 merupakan tingkat yang paling tinggi. Melalui  cara  semacam itu, Anda dapat mengetahui di tingkat  berapa posisi Anda sekarang, dan tingkat berapa yang ingin Anda capai? Jika dalam kondisi-kondisi  tertentu  ukuran tersebut tidak sesuai dengan kenyataan, maka Anda dapat memberikan batasan-batasan tujuan yang ingin Anda capai. Sebagai contoh, jika tujuan Anda adalah meningkatkan keimanan, maka Anda harus menjawab sejumlah pertanyaan  yang terkait dengan pelaksanaan shalat wajib, ibadah- ibadah sunah, perbuatan-perbuatan baik, dan amar ma’ruf nahi munkar.

3-  Jadikanlah tujuan-tujuan Anda saling terkait  antara yang satu dengan yang lain!

Ketika Anda menentukan sejumlah tujuan, ada kemungkinan pencapaian satu tujuan akan bertentangan  dengan tujuan yang lain. Sebagai contoh, jika Anda ingin menjadi seorang direktur keuangan di  perusahaan  Anda, maka Anda harus rela melepas kebebasan pribadi yang dapat Anda nikmati ketika Anda  masih menjadi seorang karyawan  di bagian marketing. Demikian pula, mungkin Anda ingin pergi berlibur ke luar negeri pada tahun ini, akan tetapi karena adanya renovasi rumah yang sedang Anda lakukan,  maka keinginan Anda itu tidak dapat terwujud. Bisa jadi, ketika Anda telah mengerahkan semua kemampuan dan waktu Anda untuk melakukan sejumlah proyek, tetapi setelah  jangka waktu tertentu, ternyata Anda tidak dapat menyelesaikan satu proyek pun. Adanya pertentangan antara sejumlah tujuan dapat menyebabkan Anda tidak  mampu  membuat keputusan dalam mengawasi proses pencapaian semua tujuan atau –bahkan- salah satunya. Sehingga hasil akhir yang Anda peroleh adalah Anda tidak dapat mewujudkan satu tujuan pun. Oleh karena itu, Anda harus memastikan sejak

awal bahwa tidak ada pertentangan antara tujuan-tujuan, karena dengan adanya pertentangan semacam itu,  akan  banyak menguras waktu dan usaha Anda.

4-  Letakkanlah tujuan-tujuan Anda pada  sebuah  cetakan yang elastis!

Sebagian besar dari kita tidak tertarik untuk menulis tujuan-tujuannya, karena ia menganggap bahwa pekerjaan semacam itu adalah seperti memahat tujuan-tujuan tersebut pada sebuah batu besar sehingga tujuan-tujuan tidak akan mengalami perubahan.

Asumsi semacam ini tidak selamanya benar, karena kebutuhan-kebutuhan dan nilai-nilai Anda sebagai manusia terus berkembang. Oleh karena itu, Anda harus menilai kembali tujuan-tujuan Anda, memperbaiki, membuang atau bahkan menggantinya. Jika Anda tidak melakukan hal itu, maka berarti Anda tidak memberikan perhatian yang cukup kepada masa depan Anda, atau mungkin Anda menganggap tujuan-tujuan tersebut sebagai benda-benda yang keras dan tidak dapat berubah? Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan hal ini ketika Anda ingin menentukan atau menilai tujuan-tujuan Anda.

5-  Tentukanlah tanggal tertentu yang menjadi batas pencapaian tujuan Anda!

Ada satu kaidah yang selalu Saya jelaskan berulang- ulang dan harus Anda fahami, yaitu bahwa suatu tujuan  tidak akan menjadi tujuan yang berarti kecuali setelah diberi tanggal tertentu yang menjadi batas bagi pencapaiannya. Penentuan tanggal ini merupakan  langkah yang sangat menentukan dalam menambah semangat dan  komitmen Anda. Ketika Anda memiliki suatu tujuan  besar yang ingin diwujudkan, maka pecahlah tujuan tersebut menjadi tujuan-tujuan kecil, setelah itu berilah tanggal tertentu untuk masing-masing tujuan. Ketika Anda berhasil mencapai tujuan-tujuan tersebut pada waktu yang telah

ditentukan, maka Anda akan merasa puas dan bangga, dan   hal ini dapat melahirkan semangat yang lebih kuat dalam merealisasikan tujuan yang lebih besar. Tetapi perlu ditekankan di sini bahwa tanggal-tanggal yang ditentukan sebagai batas pencapaian tujuan-tujuan tersebut harus realistis.

Agar kita dapat menentukan batas pencapaian tujuan- tujuan tersebut dengan tepat, maka kita harus melihat setiap tujuan berdasarkan tipenya masing-masing. Untuk menyederhanakan pembahasan ini, saya akan membagi tujuan menjadi tiga tipe, yaitu:

  • Tujuan jangka panjang (yaitu tujuan yang ingin dicapai dalam waktu yang sangat panjang).
  • Tujuan jangka menengah (yaitu tujuan yang ingin dicapai dalam waktu beberapa tahun).
  • Tujuan jangka pendek (yaitu tujuan yang ingin dicapai dalam waktu satu bulan, satu minggu atau –bahkan- satu hari).

Masalah ini akan dijelaskan secara terperinci pada pembahasan mengenai kebiasaan keempat (Membuat Rencana Dengan Baik).

Gambar 16 Kriteria Tujuan Yang Baik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentukan Tujuan-tujuan Anda

Sesuai dengan Peran-peran Anda dalam Hidup Ini!

Sekarang tentukanlah tujuan-tujuan jangka menengah Anda (dari 3 sampai 5 tahun). Ambillah waktu yang tepat untuk melakukan latihan ini. Janganlah Anda tergesa-gesa dalam menulis, tetapi fikirkanlah secara mendalam setiap

tujuan yang ingin Anda wujudkan. Latihan  semacam  ini dapat menjadi latihan terpenting yang Anda hadapi dalam kehidupan Anda, bahkan sampai sekarang. Terkadang latihan tersebut dapat menjadi titik tolak yang tidak akan pernah Anda lupakan. Gunakanlah pensil! dan Anda  dapat mempelajari kembali tujuan-tujuan yang Anda tulis secara berulang-ulang sehingga Anda akan merasa yakin bahwa tujuan-tujuan tersebut memang penting dalam kehidupan  Anda.

Tujuan-tujuan yang berkaitan dengan aspek ibadah:

1- …………………………………………………………………………………………………………………………………………

2- ……………………………………………………………………………………………………………………………………….

3- ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

4- ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

5- ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

Tujuan-tujuan yang berkaitan dengan keluarga:

1-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

3-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

4-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

5-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

Tujuan-tujuan khusus yang berkaitan dengan pekerjaan:

1-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

2-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………….

3-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

4-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

5-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

Tujuan-tujuan yang berkaitan dengan hubungan pribadi:

1-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………

2-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

3-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

4-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

5-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Tujuan-tujuan yang berkaitan dengan hiburan:

1- …………………………………………………………………………………………………………………………………………

2- ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

3- ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

4- .…………………………………………………………………………………………………………………………………..

5- .………………………………………………………………………………………………………………………………….. Tujuan-tujuan    yang    berkaitan                 dengan  perkembangan kepribadian:

1-.………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

3-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

4-   ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

5- ……………………………………………………………………………………………………………………………………….. Tujuan-tujuan yang berhubungan dengan materi (finansial): 1- …………………………………………………………………………………………………………………………………………

2- ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

3- ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

4- ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

5- …………………………………………………………………………………………………………………………………….. Tujuan-tujuan  yang  berkaitan  dengan               kedudukan        Saya    di masyarakat:

1-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2-   ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

3-   ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

4-   ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

5-   ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Berlatihlah Untuk Menentukan

dan Merencanakan Tujuan-tujuan Pribadi  Anda!

 

Jika Anda telah mengerjakan latihan-latihan di atas dengan kosentrasi penuh dan Anda telah mengisi  semua point, maka sekarang Anda telah memiliki 40 tujuan.

Sekarang pilihlah salah satu dari tujuan-tujuan  jangka menengah tersebut seperti yang telah Anda tentukan pada latihan di atas! Kemudian rubahlah tujuan umum itu menjadi tujuan-tujuan berkala dan tujuan-tujuan praktis!

No

Tujuan Umum

Tanggal

Pencapaian

1-

……………………………………………………………………………………………….

………………………………

 

 

No

Tujuan Berkala

Tanggal

Pencapaian

1-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………….

2-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………..

3-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………..

4-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………….

5-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………..

 

 

No

Tujuan Prosedural

Tanggal

Pencapaian

1-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………….

2-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………..

3-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………..

4-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………….

5-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………..

6-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………..

7-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………..

8-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………….

9-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………..

10-

……………………………………………………………………………………………..

…………………………..

Latihan Pribadi

Pada lembaran ini, terdapat sejumlah tujuan, dimana sebagian dari tujuan-tujuan tersebut memenuhi kriteria tujuan yang baik sedangkan sebagian yang lain tidak memenuhinya. Berilah tanda (√ )pada jawaban yang sesuai untuk setiap pernyataan. Jika tujuan tersebut baik maka pilihlah jawaban “Ya”, tetapi jika tidak baik maka  pilihlah jawaban “Tidak”.

No

Tujuan

Ya

Tidak

 

 

1

Menambah jumlah pesawat telepon baru yang dipasang dari rata-rata 50 pesawat per minggu menjadi 100 pesawat per minggu sampai batas waktu 15 Sya’ban

tahun ini.

 

 

2

Mewujudkan   kepuasan   pelanggan   yang

berhubungan dengan departemen.

 

 

 

3

Biaya  wisata  yang  akan       dilaksanakan pada akhir pekan depan tidak lebih dari

500 Riyal bagi setiap peserta.

 

 

 

 

4

Tidak berlebih-lebihan  dalam menggunakan listrik di rumah sehingga biaya pembayaran listrik akan tetap di

bawah 300 Riyal.

 

 

 

 

5

Menyelesaikan penulisan laporan tentang sebab-sebab ketidaktepatan jadwal penerbangan pesawat ‘Arubah paling lambat tanggal 30 Rajab yang akan

datang.

 

 

 

 

6

Mempercepat penyelesaian  pengurusan visa bagi orang-orang yang ingin menunaikan umrah terhitung mulai awal

tahun depan.

 

 

7

Dapat  memastikan  bahwa  semua  penduduk

kota   ‘Arubah   telah   disuntik   dengan

 

 

 

suntikan  anti  penyakit  kolera  paling

lambat sampai tanggal 15 Shafar.

 

 

8

Melipatgandakan jumlah sekolah di kota

Najran dalam waktu 4 tahun.

 

 

 

 

9

Dapat memastikan bahwa semua pegawai baru telah mendapatkan pelatihan khusus tentang keamanan dan keselamatan kerja

dalam waktu secepat mungkin.

 

 

 

 

10

Menambah prosentase guru  dibanding murid di Taman Kanak-kanak  sehingga satu  orang  guru  hanya  akan membimbing

10  murid,  paling  lambat  awal   bulan

Shafar yang akan datang.

 

 

 

 

 

Jawaban dan Komentar Terhadap Tujuan-tujuan Di Atas

 

 

1

 

 

Ya

Sebab keputusan tersebut memuat suatu hasil yang dapat diwujudkan, ada standar yang bisa dijadikan sebagai ukuran, serta ada tanggal

batas akhir penyempurnaannya.

 

 

2

 

 

Tidak

Kepuasaan para pegawai memang penting, tetapi keputusan tersebut tidak jelas, tidak ada standar yang dapat dijadikan ukuran bagi hasil yang diperoleh, serta tidak ada tanggal batas

akhir penyempurnaannya.

 

3

 

Ya

Ada standar yang dapat dijadikan ukuran bagi

hasil   yang   diperoleh,   serta   ada        tanggal pelaksanaan (akhir pekan depan).

 

 

4

 

 

Tidak

Di sini, tujuannya sangat lemah, karena keputusan tersebut berisi permohonan untuk menjaga suatu kondisi yang sedang berlangsung,

serta tidak ada deadline.

5

Ya

Tujuan   tersebut   bagus,

deadline.

dan

ada

tanggal

 

6

 

Tidak

Tingkat kecepatan harus ditentukan (misalnya 5

menit   atau   10   menit   untuk        penyelesaian pengurusan visa).

7

Ya

Ada  standar  ukuran  dan

akhir.

ada

tanggal

batas

 

 

 

 

8

 

 

 

 

Tidak

Jumlah sekolah yang ada sekarang di Najran dan tahun ditetapkannya keputusan tersebut harus diketahui sehingga keputusan itu akan  bernilai, misalnya: “Pelipatgandaan jumlah sekolah di Najran dari 30 sekolah menjadi 60 sekolah dalam waktu 4 tahun yang akan datang,

terhitung mulai akhir 1425 H.

 

 

 

 

9

 

 

 

 

Tidak

Memang benar bahwa melatih para karyawan baru dengan memberikan pembekalan mengenai keamanan dan keselamatan kerja memang penting, akan tetapi keputusan tersebut tidak menentukan batas maksimal untuk waktu pelaksanaan pelatihan. Selain itu, tujuan yang dikemukakan

di sini sudah merupakan kegiatan rutin.

 

 

10

 

 

Ya

Sebab keputusan tersebut memuat suatu hasil yang dapat diwujudkan, ada standar yang bisa dijadikan sebagai ukuran, serta ada tanggal

batas akhir penyempurnaannya.

 

 

 

Tujuan Individual dan Proses Pengenalan Diri

Kebiasaan “menentukan tujuan” merupakan suatu kebiasaan yang mahal dan sangat menentukan  dalam  kehidupan kita. Kebiasaan ini harus didasarkan pada pengetahuan yang hakiki terhadap apa yang kita inginkan. Agar proses penentuan tujuan-tujuan tersebut tidak hanya sekedar rutinitas sehingga tidak dapat menggambarkan diri

kita yang sebenarnya, atau agar tidak terpengaruh oleh kondisi-kondisi yang ada di sekitar kita atau oleh penilaian kita yang sederhana mengenai kehidupan, atau  agar dalam menentukan tujuan-tujuan tersebut kita tidak terpengaruh pendapat orang lain, maka kita  harus  menyelami dan mengenali seluk beluk diri kita serta berusaha untuk mengenali motivasi-motivasi kita, kebutuhan-kebutuhan dan potensi yang ada dalam diri kita.

Untuk membantu Anda dalam menentukan tujuan-tujuan yang ingin Anda wujudkan, maka saya akan memberikan sejumlah latihan yang dapat menjadikan Anda mulai  berdialog dengan diri Anda sendiri, hingga pada akhirnya Anda dapat menemukan tujuan-tujuan Anda yang sebenarnya, atau paling tidak Anda menemukan hal-hal yang seharusnya menjadi tujuan-tujuan hakiki Anda. Latihan-latihan ini terdiri dari 4 macam, yaitu:

Latihan pertama: Menemukan sisi-sisi kekuatan dalam diri Anda.

Latihan kedua: Menentukan sisi-sisi kelemahan dalam diri Anda.

Latihan ketiga: Kesempatan-kesempatan yang ada di hadapan Anda.

Latihan  keempat:  Bahaya-bahaya  atau         resiko-resiko            yang menghadang jalan kehidupan Anda.

Latihan Mengenal Diri

Tentukanlah Titik-titik Kekuatan Dalam Diri Anda!

Titik-titik kekuatan adalah hal-hal yang ada pada  diri Anda sekarang, dimana Anda dapat melakukannya dengan baik, Anda dapat menikmatinya ketika Anda  sedang  melakukan hal-hal tersebut, serta Anda yakin bahwa hal-  hal tersebut merupakan faktor penyebab kesuksesan yang telah Anda peroleh. (Fikirkanlah mengenai beberapa hal seperti: latar belakang pendidikan, pengalaman, hubungan kemasyarakatan, dan ciri-ciri kepribadian Anda, serta kebiasaan-kebiasaan Anda dalam melakukan pekerjaan atau menjalani kehidupan ini.

Tulislah titik-titik kekuatan tersebut sesuai yang  ada di pikiran Anda! Anda tidak perlu mengurutkannya atau membuat susunan prioritas.

 

-        Hal-hal yang ada pada diri saya, di mana saya dapat mengerjakannya dengan baik dan sempurna (saya memiliki pengetahuan atau keahlian dalam hal-hal tersebut) adalah:

 

 

Dalam Bekerja

Dalam Menjalani Kehidupan

Pribadi Saya

1-………………………………………………………………….

1-

…………………………………………………………….

2- …………………………………………………………………

2-

………………………………………………………..

3- …………………………………………………………………

3-

………………………………………………………….

4- ……………………………………………………………….

4-

………………………………………………………….

5-  …………………………………………………………….

5-

………………………………………………………….

6-  …………………………………………………………….

6-

………………………………………………………….

7- ……………………………………………………………….

7-

………………………………………………………….

 

- Sedangkan hal-hal yang ketika Saya kerjakan, Saya dapat menikmatinya (Saya suka melakukannya karena terasa ringan) adalah:

 

Dalam Bekerja

Dalam Menjalani Kehidupan

Pribadi Saya

1-

……………………………………………………………….

1-

…………………………………………………………….

2-

…………………………………………………………..

2-

…………………………………………………………….

3-

…………………………………………………………..

3-

…………………………………………………………..

4-

…………………………………………………………..

4-

…………………………………………………………….

5-

…………………………………………………………..

5-

…………………………………………………………..

6-

…………………………………………………………..

6-

…………………………………………………………….

7-

…………………………………………………………..

7-

…………………………………………………………..

Latihan Mengenal Diri

Tentukanlah Titik-titik Kelemahan Dalam Diri Anda!

 

Titik-titik kelemahan adalah hal-hal yang Anda tidak dapat mengerjakannya dengan baik, Anda tidak dapat menikmatinya, dan Anda merasa yakin bahwa  hal-hal  tersebut bertanggung jawab atas kegagalan atau ketidaksuksesan Anda, baik pada masa lalu maupun  masa  yang akan datang. Anda juga menganggap bahwa hal-hal tersebut sering menganggu dan mendatangkan kesulitan bagi Anda.

Hal-hal yang tidak dapat saya kerjakan dengan baik   (Saya tidak memiliki pengetahuan atau keahlian untuk melakukannya) adalah:

 

 

Dalam Bekerja

Dalam Menjalani Kehidupan

Pribadi Saya

1-

…………………………………………………………………

1-

……………………………………………………………….

2-

…………………………………………………………….

2-

……………………………………………………………..

3-

…………………………………………………………..

3-

……………………………………………………………..

4-

……………………………………………………………….

4-

……………………………………………………………….

5-

……………………………………………………………….

5-

…………………………………………………………………

6-

……………………………………………………………..

6-

……………………………………………………………..

7-

……………………………………………………………..

7-

……………………………………………………………..

 

- Hal-hal yang ketika saya kerjakan, saya tidak dapat menikmatinya (hal-hal yang terasa berat bagi Saya) adalah:

 

 

Dalam Bekerja

Dalam Menjalani Kehidupan

Pribadi Saya

1-

…………………………………………………………………

1- ……………………………………………………………….

2-

……………………………………………………………….

2- ……………………………………………………………..

3-

……………………………………………………………..

3-

…………………………………………………………………

4-

……………………………………………………………..

4-

……………………………………………………………..

5-

……………………………………………………………….

5-

……………………………………………………………….

6-

……………………………………………………………..

6-

……………………………………………………………….

7-

……………………………………………………………..

7-

……………………………………………………………..

 

Sekarang pusatkan kosentrasi Anda pada titik-titik kekuatan yang ada pada diri Anda secara  umum. Perhatikanlah titik-titik kekuatan yang Anda miliki baik dalam bekerja maupun dalam menjalani kehidupan pribadi Anda, seperti yang telah Anda tulis pada halaman-halaman sebelumnya, kemudian urutkan titik-titik  kekuatan  tersebut sesuai dengan tingkat urgensi, prioritas dan kekuatan masing-masing.

 

Titik Kekuatan Terpenting

- Apa 5 titik kekuatan terpenting yang ada pada  diri  saya? (yaitu hal-hal yang ada pada diri saya, dimana saya dapat mengerjakannya dengan baik dan dapat menikmatinya):

Berfikirlah   tentang   sejumlah   hal       seperti        latar belakang       pendidikan,    pengalaman,       hubungan       sosial,      ciri- ciri   kepribadian,   kebiasaan-kebiasaan,           dan      kondisi pekerjaan Anda, serta tempat dan waktu dimana Anda hidup: 1- …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

2-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

3-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………….

4-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………….

5-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

-        Berdasarkan titik-titik kekuatan tersebut, peluang- peluang kesuksesan apa saja yang ada di hadapan Saya dalam kehidupan ini?:

1- ………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2- ………………………………………………………………………………………………………………………………………

3-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

4-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………….

5-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

Sekarang, pusatkanlah konsentrasi Anda pada titik- titik lemah dalam kehidupan Anda secara umum. Perhatikan kembali titik-titik kelemahan yang telah Anda tulis sebagaimana terdapat pada lembaran-lembaran sebelumnya. Kemudian susunlah titik-titik kelemahan ini sesuai urutan urgensi, prioritas dan bahaya masing-masing!

 

Titik Kelemahan Terpenting

  • Apa 5 titik kelemahan terpenting yang ada pada diri Saya? (Hal-hal yang tidak saya sukai, saya tidak dapat mengerjakannya dengan baik, dan saya tidak dapat menikmatinya ketika saya mengerjakan hal-hal tersebut):

1-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

3-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

4-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

5-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

-        Bahaya-bahaya atau resiko-resiko apa yang akan menghadang kehidupan saya dengan adanya titik-titik kelemahan tersebut?:

1- ……………………………………………………………………………………………………………………………………..

2-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………….

3-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

4-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

5-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………….

 

-Bagaimana saya menghindari bahaya atau resiko  pertama?:

1-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………………

2- ………………………………………………………………………………………………………………………………………….

3-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………….

4-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………….

5- …………………………………………………………………………………………………………………………………………….

 

-      Bagaimana saya menghindari bahaya atau resiko kedua?:

1-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

2-  ……………………………………………………………………………………………………………………………………………

3-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………….

4-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

5-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

Sekarang, tulislah peluang-peluang terpenting Anda pada kolom-kolom di bawah ini, yaitu peluang-peluang yang menambah kemungkinan tercapainya kesuksesan  Anda.  Ambillah peluang-peluang tersebut dari titik-titik  kekuatan dan kelemahan Anda, kemudian fikirkanlah tentang beberapa hal berikut ini seperti: kecakapan akademis, ciri-ciri diri, hubungan dengan keluarga, latar belakang sosial dan kondisi di sekitar Anda. Setelah itu, tulislah hal-hal yang dapat merugikan Anda, baik berupa bahaya, resiko, maupun kesulitan yang menghalangi  jalan  kesuksesan Anda.

 

Analisa Peluang Dan Bahaya

 

Peluang-peluang Terpenting

Pada Diri Saya

Bahaya-bahaya Terbesar Yang

Saya Hadapi

1-

………………………………………………………………

1-

…………………………………………………………….

2-

……………………………………………………………….

2-

…………………………………………………………….

3-

………………………………………………………………

3-

……………………………………………………………….

4-

…………………………………………………………….

4-

……………………………………………………………..

5-

…………………………………………………………….

5-

……………………………………………………………….

6-

……………………………………………………………….

6-

……………………………………………………………….

7-

……………………………………………………………..

7-

……………………………………………………………..

8- ……………………………………………………………..

8- ……………………………………………………………..

9- ……………………………………………………………….

9- …………………………………………………………….

10-………………………………………………………….

10-………………………………………………………

 

Sekarang Anda telah memiliki sejumlah daftar, yaitu:

  • Daftar titik kekekuatan (hal-hal yang dapat  Anda lakukan dengan baik dan Anda dapat merasakan kenikmatan ketika melakukannya).
  • Daftar titik kelemahan (hal-hal yang tidak dapat Anda lakukan dengan baik dan Anda tidak dapat merasakan kenikmatan ketika melakukannya).
  • Daftar peluang yang ada di hadapan Anda guna mencapai kesuksesan dalam
  • Daftar bahaya yang Anda hadapi dalam kehidupan

Sekarang berusahalah untuk mensinergikan keempat daftar tersebut: Apakah ada hal-hal yang bagi Anda merupakan titik kekuatan dalam diri Anda, dan Anda dapat melakukannya dengan baik atau mengerjakannya dengan semangat tinggi, kemudian Anda juga dapat merasakan kenikmatan ketika sedang mengerjakannya. Jika Anda menemukan hal semacam ini, maka Anda  telah  menemukan harta simpanan yang sangat mahal yang mungkin merupakan rahasia kesuksesan Anda di masa mendatang. Kemudian berusahalah untuk mengetahui peluang-peluang yang dapat Anda ambil dari titik-titik kekuatan ini.

Mungkin salah seorang dari kita memiliki titik-titik kekuatan, akan tetapi ia tidak dapat memanfaatkannya  dengan baik atau tidak memfungsikannya secara tepat, sebagaimana ia juga memiliki titik-titik kelemahan yang merintangi usahanya dalam merealisasikan tujuan-tujuannya dan melumpuhkan etos kerjanya. Perjalanan menuju sebuah perubahan yang positif dalam hidup ini dimulai dengan mengenal diri kita sendiri. Dan setelah mengenal  diri  kita sendiri, maka kita akan masuk ke tahap berikutnya

yaitu tahap menundukkan, memimpin, mensiasati, dan mengarahkan diri kita ke arah yang baik dan benar. Dalam konteks ini, kita harus memahami bahwa banyak hal dalam kehidupan kita yang dianggap sebagai hal-hal penting, prinsipil, dan harus kita kerjakan meskipun kita tidak tidak dapat merasakan kenikmatan ketika kita mengerjakannya. Sebab, seorang manusia yang berakal akan selalu berusaha untuk menikmati segala sesuatu yang dikerjakannya, baik diwajibkan oleh pihak lain maupun diharuskan oleh dirinya sendiri.

Berdasarkan daftar-daftar yang Anda buat di atas, tidak diragukan lagi bahwa sekarang Anda dapat menentukan peluang-peluang terpenting dalam kehidupan Anda, sebagaimana Anda juga dapat menentukan bahaya-bahaya terbesar. Mencampurkan antara titik-titik kekuatan dengan hal-hal yang dapat Anda lakukan dengan baik serta Anda dapat menikmatinya merupakan peluang-peluang yang ada di hadapan Anda, sebagaimana mencampurkan antara titik-titik kelemahan dengan hal-hal yang tidak dapat Anda kerjakan dengan baik serta Anda tidak dapat menikmatinya merupakan bahaya atau ancaman yang akan menghadang Anda di masa-  masa mendatang.

Ketika Anda memberikan perhatian yang cukup kepada latihan-latihan ini, Anda menjawabnya dengan tenang dan Anda telah bersikap transparan kepada diri Anda sendiri, maka berarti Anda telah menentukan tujuan-tujuan yang sebenarnya dalam kehidupan Anda dan Anda telah menemukan hal-hal terpenting yang memiliki pengaruh besar terhadap masa depan Anda. Dalam hal ini, Anda dapat melatih diri guna mengetahui titik-titik kekuatan dan kelemahan Anda dalam setiap peran yang Anda mainkan, seperti dalam hubungan Anda dengan Allah, peran Anda sebagai suami,  ayah, teman, pegawai dan lain sebagainya. Kemudian berdasarkan titik-titik kekuatan dan kelemahan itu,

tentukanlah tujuan-tujuan yang Anda anggap penting dalam setiap peran.

Setelah Anda menulis daftar-daftar tersebut, Anda harus ingat beberapa hal berikut ini:

  • Peluang-peluang yang ada di hadapan Anda, terkadang merupakan hal-hal yang tidak Anda kerjakan, atau potensi-potensi yang tidak Anda berdayakan, atau kondisi-kondisi yang Anda belum manfaatkan sekarang. Akan tetapi, jika Anda mulai memanfaatkannya, maka hal-hal tersebut akan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap masa depan Anda serta dapat memberikan dorongan kepada Anda untuk memanfaatkan semua kemampuan, kelebihan, perhatian, dan kondisi-kondisi yang ada pada diri
  • Sebagian hal yang tidak dapat kita kerjakan dengan baik terkadang penting bagi kita, oleh karena  itu,  kita pun harus mempelajarinya dan berusaha untuk mengerjakannya dengan sempurna. Sebab upaya untuk mewujudkan tujuan-tujuan besar kita sangat terkait dengan hal-hal
  • Jika kita tidak dapat merasakan kenikmatan ketika mengerjakan sesuatu padahal ia merupakan bagian dari kehidupan kita dan sangat penting bagi kita, maka kita harus merubah sikap terhadapnya serta mengembangkan metode atau cara yang bisa menjadikan kita dapat menikmatinya atau -paling tidak- kita dapat mengerjakannya dengan senang hati dan penuh
  • Sebagian hal yang kita kerjakan, kemudian kita dapat menemukan kenikmatan ketika mengerjakannya, tetapi hal-hal tersebut tidak masuk dalam kolom tujuan-tujuan penting atau tidak berpengaruh besar  terhadap kehidupan kita jika kita meninggalkannya, maka kita harus melihatnya dari sudut yang berbeda.  Sebagian besar manusia menyia-nyiakan waktunya untuk

mengerjakan hal-hal semacam itu. Tidak diragukan lagi bahwa mengerjakan hal-hal tersebut akan menyia-nyiakan tujuan-tujuan besar serta bertentangan dengan filosofi

10 kebiasaan pribadi sukses. Meskipun demikian, kita tidak boleh melupakan unsur kenikmatan atau kepuasan batin yang berkaitan dengan pelaksanaan hal-hal tersebut.

Tentukanlah hal-hal semacam itu –seperti yang telah kita jelaskan-, kemudian letakkanlah pada tempat yang tepat, maksudnya lakukanlah pada saat-saat Anda membutuhkan refreshing atau ingin memperbarui semangat. Maka, Anda pun akan dapat melakukan refreshing, akan mendapatkan ketenangan, serta dapat  memperbarui  semangat setelah berusaha keras untuk mencapai tujuan- tujuan besar. Sebagai contoh: Dengan bermain bersama  anak perempuan Anda, melakukan rekreasi, mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, membaca buku-buku umum yang tidak berkaitan dengan profesi Anda, melihat  acara- acara televisi yang mendidik, atau menghabiskan waktu bersama teman-teman, maka Anda akan  merasakan  kenyamanan setelah sebelumnya Anda mengalami tekanan- tekanan pekerjaan.

 

Latihan Menyambut Masa Depan

Berdasarkan hal-hal yang telah Anda tentukan, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan:

1- Segi-segi kekuatan dalam diri Anda, 2- Segi-segi kelemahan dalam diri Anda,

  • Peluang-peluang yang ada di hadapan Anda,
  • Berbagai bahaya dan  hambatan  yang menghalangi       jalan kesuksesan Anda,

maka tentukanlah 5 tujuan utama yang ingin Anda wujudkan dalam jangka waktu 1 tahun, dimana setiap tujuan mewakili

satu peran yang ada dalam kehidupan Anda (yaitu sebagai ahli ibadah, pegawai, ayah, suami dan anak):

1-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

2-  ………………………………………………………………………………………………………………………………………………

3-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

4-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

5-  …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Kemudian   susunlah   tujuan-tujuan                tersebut   sesuai dengan urutan prioritas:

 

 

No.

Tujuan

Tanggal

Pencapaian

1.

…………………………………………………………………………………………………….

………………………….

2.

…………………………………………………………………………………………………..

………………………..

3.

…………………………………………………………………………………………………….

………………………….

4.

…………………………………………………………………………………………………..

……………………………

5.

…………………………………………………………………………………………………..

………………………….

 

 

 





0 Comments